IKHLAS DAN TOTALITAS

IKHLAS DAN TOTALITAS

Hay sobat violet di seluruh nusantara

saya Dina Aidah R saya adalah salah satu peserta RQV Indonesia, saya senang sekali bisa masuk RQV Indonesia karena dina bisa Menghafal Alquran, belajar pablic speaking, dan belajar di bidang media yaitu desain. orang tua Dina juga senang selalu mendengar proges saya di setiap saatnya jadi, walaupun jauh oarang tua masih bisa melihat tumbuh kembang saya dan tidak ada yang di tutu. disetiap kegitan saya.

Hari ini pada tanggal Sabtu, 2 Oktober 2021 sebagai sejarah, karena hari pertama saya launching Jaulah Quran bersama Presiden RQV Indonesia. Ketika di kabari saya akan jaulah saya seneng banget yah.. karena bisa jaulah bareng presiden RQV Indonesia, kita juga mendapat ilmu yang dimana orang lain tidak bisa dapatkan.

Saya juga mendapat materi dari Presiden RQV Indonesia tentang ikhlas dan totalitas. Ikhlas dan totalitas itu penting ya.. teman- teman, ikhlas itu mudah diucapkan namun sulit untuk dilakukan.

Untuk menumbuhkan karakter hati ikhlas itu perlu dilatih, karena jika kita tidak melatihnya, keikhlasan itu tidak akan tumbuh. Keikhlasan itu adalah sesuatu yang dilakukan secara berulang- ulang tanpa pamrih.

Orang yang memiliki karakter hati, ia juga harus memiliki karakter aksi. Apa itu karakter hati? Karakter hati tu terbagi menjadi 4 yaitu:
• Ikhlas
• Sabar
• Jujur
• Syukur

Apa itu karakter aksi? Karakter aksi itu terbagi menjadi 4 macam yaitu:
• Berani
• Sehat
• Kaya
• Bahagia

Kita juga harus totalitas dalam mengerjakan sesuatu.

Karena pada dasarnya, jika kita totalitas dalam mengerjakan sesuatu, Sesuatu yang menjadi tindakan kita itu menghasilkan.

Dan jika kita tidak totalitas dalam mengerjakan sesuatu, Sesuatu yang kita pikirkan itu belum tentu menjadi tindakan.

Maka dari itu tumbuhkanlah keikhlasan dan totalitas kita, dalam mengarjakan sesuatu.
Terimakasih
•Abi Azmi FjU•

KISAH SEORANG ANAK YATIM YANG TERPAKSA HARUS MENGGATIKAN POSISI SANG AYAH

KISAH SEORANG ANAK YATIM YANG TERPAKSA HARUS MENGGATIKAN POSISI SANG AYAH

Muhammad solihin  anak perantauan dari kabupaten gowa, Makassar. Lahir pada tanggal 3 semtember 2001. Ia adalah anak yang selalu berusaha dan suka hal yang menantang, ia adalah anak pertama dari emapat bersaudara, lahir dari dari orang tua sederhana ayahnya yang berdarah Aceh dan Ibunya yang berdarah makassar, ia tak tau kisah cinta kedua orang tuanya, kenapa mereka bisa bertemu.

Ayah solihin baru saja meninggil dunia pada tanggal 3 Januari 2020. Semasa hidupnya sang ayah menjalankan perannya dengan sangat hebat ia sangat sangat sayang sekali dengan Ayahnya, tetapi beliau selalu berkerja keras untuk menafkahi keluarga kecilnya, sehingga saat ia duduk di bangku Sekolah Dasar. Ia jarang sekali bertemu ayah karena ayanya berkerja di kampung halamannya  jauh dan jarang sekali pulang kerumah. Tetapi ketika ia di duduk di bangku MTS, ia selalu bertemu denga ayahnya karena keluarga mereka di bawa ke Aceh ikut dengan sang ayah kedaerah sang ayah bekerja. Pada saat ia masuk SMA orang tuanya memutuskan untuk Kembali ke Sulawesi, tapi sang ayah masih bekerja di Aceh. Jadi, kami Kembali seperti dulu selalu di tinggal sang ayah merantau untuk bekerja.

Suatu ketika, keluarga ia mendapatkan kabar kalau sang ayah sakit dan pulang ke Sulawesi. Sakitnya pun bikin kami sekeluarga terkejut ternyata sang ayah mengidap sakit yang sakat parah dan konflikasi. Awalnya ayah terkena stroke, Ibu ia pun merwat sangat sabra dan sangat tekun. Ayah pun sembuh dan tak lama ayah pun terkena penyakit lagi yaitu gagal ginjal. Ayah pun haruh menjalankan cuci darah rutin setiap bulannya. Tetapi ayah ia hanya menjalani cuci darah hanya emapat kali saja. tak lama pun sang ayah meninggalkannya untuk selama-lamanya.

Ketika ayah ia sudah tiada, ia sebagai anak pertama harus menggantikan posisi sang ayah. Menjadi tulang punggu keluarganya. Ia sudah banyak sekali pengalam berkerja yang awalnya hanya membantu orang tuanya sampai bekerja di pabrik. Tapi ketika pandemic datang melanda, ia tiba tiba di PHK oleh pabrik, ia berfikir tidak boleh ia menyerah sampai sini. Ia pun bekerja sebagai kuli bangunan, walai pun hasilnya tak banyak tapi hasilnya bisa membantu untuk Ibunya yang bekerja sebagai petani.

Solihin pun sempat berfikir ia tak boleh begini terus suka merokok, begadang setiap hari, dan terkadang ia pulang tengah malam. Ia berfikir makin lama makin tidak nyaman dengan pergaulannya saat itu dan ia selalu jahat dengan tubuhnya. Dan pada akhirnya ia berfikir ‘ayah ia menamakan Namanya Muhammad solihin’ agar ia menjadi anak yang bijak dan sholeh. Ia pun mencari tempat untuk berubah. Pada akhirnya aku bertemu temanku dari Aceh, temannya pun menawarkan agar ia masuk ke ke RQV Indonesia, pada akhirnya ia pun tertarik dan mendaftar. Awalnya ia terkendala oleh biaya, ternya saudaranya mendengar karena ia ingen ke Jakarta, akhirnya saudaranya pun ingin membiayai pemberangkatannya.

Sekarang solihin pun sangat senang bisa ada disini ia bertemu dengan keluarga barunya, dan ia semakin tenang karena kini hari-harinya selalu dengan Al-Qur’an dan teman-temannya selalu mengikat ia dengan hal-hal yang baik.

 

 

Pengiriman Da’I Ke Pidie Jaya- Banda Aceh

Pengiriman Da’I Ke Pidie Jaya- Banda Aceh

Hay sobat violet di seluruh Nusantara.

Udah ada lagi nih yang terbang untuk menebarkan ilmunya, kali ini tim RQV Indonesia sudah menerbangkan dua Srikandi Qur’an menuju kota yang kental dengan syariat islamnya. Mereka berdua sedang ditugaskan untuk mengajar dan memperbaiki tahsin Anak-anak, remaja, dan Ibu sahabat Qur’an yang sudah ada disana. Dua Srikandi tersebut adalah Srikandi Qur’an Baiq Ehsa Wardiana dan Anisa Juliana Putri, mereka lah yang diberi amanah beberapa bulan, untuk berbagi ilmu mereka.

Ketika mereka di kabarkan akan di terbangkan, mereka terkejut dan bahagia, karena ini merupakan jaulah perdana mereka di RQV Indonesia. Setelah di umamkan, mereka langsung bergegas dan bersiap-siap untuk diberi materi pembekalan oleh para pelatih. mereka sangat bahagia sekali dapat bibingan langsung oleh para pelatih.

Sesampainya mereka disana mereka di sambut hangat oleh ayah said ali selaku owner RQV ASQN 022 Habibullah. kehadiran mereka sudah di nantikan oleh sahabat qur’an disana. Jadi sesampainya Srikandi Qur’an di sana mereka sangat senang, karena mereka baru saja datang tetapi sudah di perlakukan layaknya keluarga.

Disore hari ketika waktunya mereka mengajar, di hari pertama mereka memperkanalkan diri mereka kepada para anak-anak dan relawan yang ada di sanah. Ketika di tanya perasaan mereka, mereka menjawab “kami senang bisa terpilih untuk jaulah karena ini yang kami nantikan, kami juga senang bisa bertemu dengan anak-anak dan kami juga bisa berbagi ilmu kami kepada mereka”.

semoga hadirnya mereka disana bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan selalu menebar kebaikan. Nantikan cerita selanjutnya yaa di kota-kota lainnya.

Kegitan Tasyakuran Di Cabang RQV 022 Habibullah (Pidie Jaya)

Kegitan Tasyakuran Di Cabang RQV 022 Habibullah (Pidie Jaya)

Hay sobat violet diseluruh Nusantara.

Pada hari minggu kemarin tanggal 29 Agustus 2021 telah di adakan tanyakuran, untuk mengapresiasi anak-anak yang telah berjuang menyelesaikan hafalannnya di juz 1,27,28 dan 29. Acara ini diselenggarakan rutin setiap 3 bulan sekali dan dipandu langsung oleh Duta Qur’an yang sedang jaulah dan para relawan pengajar lainnya. Kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari Said Ali atau biasa dipanggil Ayah selaku owner RQV 022 Habibullah dan para orang tua santri. Acara ini juga dihadari langsung oleh Bapak Kepala Desa, Tengku Muhammad Nur selaku tokoh agama dan para wali santri lainnya.

Acara-acara pembuka pun sudah di laksanakan, tiba pada acara inti yaitu pemberian apresiasi untuk anak santri terbaik dan terajin, ada momen pemberian mahkota kepada masing-masing wali santri yang anaknya telah menyelesaikan hafalannya, ketika acara berlangsung banyak tangisan yang pecah dari para wali santri yang sedang diberi mahkota oleh anaknya, bukan hanya yang diberikan mahkota tamu yang datang pun ikut berlinang air mata karena terharu melihatnya.

Setelah berlangsungnya acara tasyakuran ini, harapannya semoga dapat memotivasi para santri yang lain untuk terus meningkatkan semangatnya dalam menghafal Al-Qur’an dan dapat menjadi seorang penghafal Al-Qur’an yang dapat mengamalkan isi Al-Qur’an, sehingga lahir banyak para pecinta Al-Qur’an yang dapat menjadi generasi penerus bangsa di masa yang akan datang.

Kisah Agustini Yang Ingin Menghujudkan Impian Almarhum Sang Ayah

Kisah Agustini Yang Ingin Menghujudkan Impian Almarhum Sang Ayah

   Agustini lahir pada tanggal 15 agustus 2000, ia memiliki kembaran yang bernama Agustina. Ia pernah menempu pendidikan di pondok pesantren Ar. Raudhatul Hasanah, selama 4 Tahun ia menempuh pendidikan disana. Awal sebelum Tini menempuh pendidikan di pondok pesantren, ayahnya sempat memberi opsi bahwa salah satu antara Tina atau Tini saja yang menempuh pendidikan di pondok pesantren. Tini tidak mau kalau ia di pisahkan oleh kembarannya, ia juga ingin sekali belajar di pondok pesantren. Apalagi Tina kembarannya belajar Bahasa Arab, Bahasa Inggring dan belajar agama. Pada akhirnya orang tuanya pun setuju untuk memasuki mereka berdua. 

Suatu ketika, ketika ia sedang belajar dikelas ada seorang yang datang tiba-tiba menjemput ia dan kembarannya untuk pulang kerumah. Setibanya di rumah sudah ada tenda, sekerumun orang yang berderai airmata dan ayahnya yang terbujur kaku diatas kasur di tengah rumahnya. Ia pun berfikir kenapa ayah bisa terbujur kaku dihadapnya, padahal dua hari sebelunnya ia dapat kabar ayahnya masih baik-baik saja. Ibunya menghampirinya dan berkata “Tini pasti sakit hatikan liat ini?”. Ia pun menjawab “iya”. Sambil berderai air mata. Ibunya pun berkata lagi “sakitnya hati Tini masih sakit hati Ibu”. Ia pun sempontan berfikir ‘iya yah, Ibu yang selalu ada di samping Ayah saja bisa kuat. Ia jga sempat berfikir bagaimana menjalankan hidup di hari esok tanpa sosok seorang Ayah.  

 

Tini tak patah semangat, ia langsung bangkit dari terpurukan tersebut. Ia pun selalu ingat dengan perkataan Ayahnya. “Dua anak ayah ini harus kuliah bagaimna pun caranya!”. Maka dari itu Ia harus kuliah, karena ayahnya melihat kakak-kakak ia tidak ingin berkuliah. Sesudah ia lulus dari pondok pesantren ia langsung mencari kuliah untuk jenjang selanjutnya. Pada akirnya ia menemukan RQV Indonesia. Ia sangat gembira ketika masuk RQV Indonesia, karena ia bisa Menghafal Al-Qur’an. Ia juga pernah ditanya apa Tini seneng bisa masuk sini? “seneng banget karena Tini bisa dapet keluarga baru dan disini tidak mengfokuskan satu anak tapi semua anak dikembakan” itu jawab Tini. 

Sekarang Tini lebir bersemangat lagi karena hari-harinya lebih dekat dengan Al-Qur’an, dan selalu mendapat hal-hal baru setap harinya. 

Kisah Gadis Piatu berdarah Sunda

Kisah Gadis Piatu berdarah Sunda

Ega Mawarni seorang gadis berdarah sunda, lahir di Bogor,23 Maret 2001. Ia adalah seorang gadis yang sangat ceria, bahkan ia bisa menebarkan keceriannya pada orang lain. Ega sangat aktif ketika masih duduk bangku SMA. Ia juga bergabung di organisasi sekolah yaitu OSIS dan ia mengikuti kegiatan kepramukaan di sekolahnya. Ega juga sangat tertarik dengat Bahasa Arab bahkan ia pernah menekuni belajar Bahasa Arab. 

Ibu-nya meninggal ketika Ia berusia 14 tahun, tepat pada waktu itu ia masih duduk di bangku kelas 9 SMP. Ketika ia mempersiapkan ujian nasional dan perlombaan paskibra saat itu. Ibunya sebelum meninggal mengidap penyakit diabetes, tetapi karena keluarga heran dengan penyakit ibunya mereka berpikir kalau ibunya telah diguna-guna. Disaat ibunya di rumah sakit Ega sangat sabar merawat Ibunya seorang diri. Suatu ketika sang ibu meminta di belikan sesuatu karena lapar. Ega pun tak tegak melihat ibunya kelaparan. Ia langsung bergegas keluar di saat itu sudah hampir tengah malam Ega membranikan dirinya untuk mencari makanan untuk sang ibu. Ketika ia sedang jalan entah apa yang sedang ia pikirkan sampai-sampai ia terjantuh dan hampir tetabrak oleh mobil truk.  

Suatu ketika, di saat ia sedang kedatangan keluarganya kerumah sakit, ia duduk diluar karena ada seorang dokter sedang menangani ibunya. Sambil menunggu ia berbaring dikursi tunggu, tak lama ia mendengar tangisan, tak lama tangisan itu semakain pecah membuat Ega sangat terkejut karna disaat itulah sang ibu menghembuskan nafas terakhirnya. Kepergian Ibu-nya menyiratkan pilu yang sangat mendalam, Ia tahu bahwa ayah nya tidak akan tinggal bersama-nya. Selama 7 hari kepergian ibu-nya, deraian air mata yang tak terbendung terus mengalir di pelupuk netra. Banyak saudara-saudara dari ibu-nya sendiri mengajak untuk tinggal di rumah mereka, tapi ega enggan menerima karena ia masih tak percaya akan kepergian ibu-nya. 

Setelah di bujuk akhirnya ega mau tinggal bersama adik kandung dari ibu-nya, ia sering menyebutnya dengan sebutan (bibi). Betapa pilunya waktu itu, sering terlintas dalam benak pikirannya “Aku yang terlalu lemah,ataukah jalan yang aku lalui teramat terjal”. Luka,hampa bahkan nestapa terus mengiringi perjalanan hidupnya. Karena kita tidak pernah tahu, bagaimana susahnya membalut luka dengan sebuah tawa. Namun, yang kita tahu pasti bahwa setiap manusia pernah berada di titik terendah dalam hidup. Kini pada akhirnya ega pun terus berjuang memunguti keeping-keping percaya diri yang sempat berceceran. 

Ia terus menjalani hidup senetral dan serealistis mungkin dan ia berkeyakinan tinggi bahwasannya ALLAH Swt. Menyayanginya dan di balik semua problematika hidup yang ia hadapi pasti ada hikmah yang tidak akan bisa di nilai oleh akal pikiran. Tanpa di ragukan keyakinan yang sempat ia tanamkan pada dirinya menjadi kenyataan, banyak orang-orang baik yang datang bukan hanya sekedar menghampiri tetapi mereka berbondong-bondong ingin menganggap ega sebagai keluarganya sendiri. 

Dengan kuasa-nya Allah sering membuat cara yang begitu unik untuk merayu hambanya yang bersedih, Ia pun  bangkit dan mengubur semua keterpurukan yang pernah ia alami. Setelah lulus MA dia sempat ngajar pramuka di beberapa sekolah, karena memang dia ada skil di pramuka. Tapi karena covid sekolah nya tidak di perbolehkan untuk melakukan kegiatan, sementara itu dia ngajar di TK saudaranya, itu pun jaraknya tidak jauh dari rumah tempat ia tinggal. Setelah 1 bulan ia ngajar di TK, tiba-tiba pimpinan TK mengajaknya ngobrol. Beliau memperkenalkan dan mengajak ega untuk gabung ke RQV INDONESIA. Kebetulan memang anaknya lagi mengemban ilmu di sana, karena ada hubungan saudara jadi ia di suruh ke sana nemenin anaknya. 

 

Sekarang Ega sudah mengembat ilmu di RQV Indonesia, walau pun sebelum masuk sini banyak sekali rintangannya, seperti keluarganya banayak sekali yang tidak setuju. ia masuk RQV Indonesia. Lama-kelamaan seiring berjalannya waktu dan ikhtiar dari Ega keluarga pun bnayak yang menyetujui Ega masuk RQV Indonesia. Ega pun sekarang menemukan keluarga barunya di RQV Indonesia, kini hari-harinya lebih bahagia lagi apa lagi sekarang aktifits Ega lebih sering dengan Al-Qur’an. 

  

MERIAHNYA KEMERDEKAAN SAAT JAULAH QUR’AN

MERIAHNYA KEMERDEKAAN SAAT JAULAH QUR’AN

Assalamualaikum sahabat violet semuanyaaa, gimana hari ini? Pastinya semangat yaaa. Kan kemarin kita udah kepoin gimana serunya perayaan HUT RI di RQT dan RQY, nah hari ini kita mau kepoin perayaan HUT RI di berbagai tempat Jaulah Qur’an lohhh . Penanasaran kan yuk langsung ajaaa.

HUT RI adalah momen yang sangat penting sekaligus mengharukan bagi tanah air kita tercinta. Nah pada momen ini pula banyak diadakan lomba lomba yang seru dan menyenangkan. Nah para Srikandi, Duta Qur’an dan Pelatih yang sedang Jaulah Qur’an tidak mau ketinggalan untuk memeriahkan momen ini lohh. Dengan mengadakan lomba lomba di daerah Aceh dan Palembang . Wahh masyaAllah yaaa…

Yuk langsung kita liat apa aja sih keseruannya:

1) Aceh
Di Aceh gak kalah seru lohh, para Anak Sahabat Qur’an Nusantara atau ASQN sangat bersemangat berlomba untuk menang dan membawa pulang hadiah . Mereka terlihat sangat lucu dan keren dengan semangat yang membara. Di Aceh diadakan banyak lomba yang menarik yaitu, tarik tambang, estafet air, makan kerupuk, balon goyang, sedotan dalam botol, paku dalam botol, kelereng, oper tepung, makan biskuit, dan balap karung. MasyaAllah meriah banget pastinya yaa.

perlombaan tarik sarung, cabang Aceh

2)  Palembang
Di Palembang gak mau kalah sama yang di Aceh loh, mereka juga mengadakan lomba guna memperingati hari kemerdekaan RI. Lomba yang di adakan yaitu, kelereng dan paku dalam botol. MasyaAllah seru banget nih, ASQN di Palembang juga gak kalah semangat dengan yang di Aceh lohh.

perlombaan estafet klereng, cabang Palembang

 

Nahh itu dia tadi sekilas artikel tentang meriahnya perayaan HUT RI bareng peserta pelatihan RQV Indonesia . Jadi gimana udah liat kan keseruan dan kegembiraan kami? Jadi Yuk segera join ke RQV Indonesia, insyaallah bukan cuma hafalan yang kalian dapat tapi kalian juga akan dapat banyak pelajaran dan pengalaman. Sekian dulu dari saya, semiga artikel ini bermanfaat, dan kalau kamu suka artikel nya jangan lupa share yaa, dadahhh, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pentingnya berbakti kepada orang tua

Pentingnya berbakti kepada orang tua

Sahabat violet semua,

Berbakti kepada orang tua adalah salah satu ibadah yang diperintahkan Allah kepada hamba-hambanya

Seperti hadist berikut ini:

Orang tua adalah paling pertengahan dari pintu-pintu surga Jika kamu mau

Sia-siakanlah pintu itu,(kau tidak mendapat surga)

Atau jagalah ia(Untuk mendapatkan surga itu(HR.Tirmidzi dan Ibnu Majah.)

 

Dan juga Rasulullah bersabda:

“Ridho Allah terletak pada Ridho kedua orang tua”,Artinya: jika kita ingin melihat Allah Tersenyum,buatlah kedua orang tua Tersenyum

 

Mencintai Allah, mencintai orang tua karena kita telah merasakan dan akan terus merasakan betapa orang tua sangat berjasa dalam hidup ini.selain sangat tulus dan ikhlas,keduanya juga sangatkonkret memberikan jasa itu pada kita

 

Sulit membayangkan ada cinta tulus kepada Allah SWT tanpa ada cinta tulus kepada orang tua. Berbuat baik kepada kedua orang tua(Birrul walidain)Salah satu amal yang wajib dilakukan bagi setiap orang

 

Dan ini beberapa keutamaan tentang berbakti kepada orang tua:

1.Berbakti kepada orang tua jadi jalan masuk surga

2.Dapat memanjangkan umur dan menambah rezeki

3. Doa orang tua sangat mustajab,

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda:

 

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian (safar), dan doa baik orangtua kepada anaknya.”

(HR. Ibnu Majah)

 

4. Pahala berbakti kepada orang tua seperti Jihad

5.Amal yang paling utama

6. Surga berada dibawah telapak kaki ibu,

 

“Jahimah pernah datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam lalu berkata,

“Ya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,

aku ingin berperang dan sungguh aku datang untuk meminta pendapatmu.” Beliau bertanya, “Apakah engkau masih memiliki ibu?

”Ia menjawab, “Ya.” Maka beliau pun bersabda, “Tetaplah bersamanya karena sesungguhnya surga ada di kakinya.”

(HR. Ibnu Majah dan An Nasai)

 

7.Memperoleh Ampunan Allah

8.Taat kepada orang tua merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT

9. Bentuk taubat kepada Allah

10.Keridhoan Allah ada pada Keridhoan Orang tua

 

Nahh,Setelah dijelaskan mengenai dalil dan hadits tentang ridho orangtua, semoga ini dapat membuka jalan kita agar bisa semakin menghargai dan menghormati kedua orangtua.

KODRAT SEORANG WANITA

KODRAT SEORANG WANITA

Wanita merupakan makhluk lembut yang diciptakan oleh Tuhan untuk mendamaikan dunia.

Makhluk yang selalu berperan penting dalam segala hal, juga makhluk yang ingin menjaga perdamaian.
Kepribadian seorang wanita dapat terlihat dari caranya menjalani hidup. Wanita yang tangguh tidak akan mudah goyah dalam menghadapi terpaan tantangan yang dibawa oleh arus kehidupan. Wanita tangguh tentu tidak akan ragu dalam membuat berbagai keputusan, karena ia pasti sudah memikirkan segala risiko dan konsekuensinya matang-matang

Wanita adalah individu yang sering dianggap lemah dan tak berdaya oleh masyarakat.

Terutama dalam masyarakat yang masih kental menganut budaya patriarki. Namun, di era modern seperti saat ini, peran wanita semakin meningkat tajam dan kontribusinya dalam berbagai aspek yang biasa didominasi oleh pria juga semakin besar.

Tetapi keberadaan Wanita sangat berperan penting dalam kehidupan, Allah selalu memuliakan seorang wanita. Sebagaimana dalah hadits dikatakan
“Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah: ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah seharusnya aku harus berbakti pertama kali?’. Rasulullah memberikan jawaban dengan ucapan ‘Ibumu’ sampai diulangi tiga kali, baru kemudian yang keempat Nabi mengatakan ‘Ayahmu’.” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

 

Hebatnya seorang wanita dengan Kehadirannya di sisi seorang pria mampu membuatnya bertahan di sisa usianya. Perbanyak rasa syukur yang ditanam. Karena Allah SWT. Sangat memuliakan wanita.

Meneladani Kisah Nabi Ismail

Meneladani Kisah Nabi Ismail

Seperti diketahui, sejak kecil kita pasti pernah mendengar berbagai macam kisah nabi dan rasul yang mempunyai sifat kebaikan dan keteladanan masing-masing. Terutama kisah 25 nabi dan rasul yang diberikan berbagai macam mukjizat oleh Allah SWT. Mulai dari Nabi Adam sebagai khalifah pertama, hingga Nabi Muhammad sebagai nabi penutup atau juga disebut dengan Khatamun-Nabiyyin.

Masing-masing nabi mempunyai pengalaman yang berbeda-beda pada masanya. Meskipun begitu, semua nabi memiliki sifat baik dan kebijaksanaan dalam menghadapi setiap ujian yang diberikan Allah. Pada setiap kisahnya, umat muslim dapat memetik kebaikan dan menjadikannya sebagai suri tauladan dalam menjalani kehidupan di dunia.

Salah satu kisah nabi yang mempunyai pesan mendalam dan penuh kebijaksanaan adalah kisah Nabi Ismail. Seperti diketahui, Nabi Ismail merupakan anak dari Nabi ke-6 utusan Allah, yaitu Nabi Ibrahim. Dalam kisahnya, Nabi Ismail beserta Ayahnya mengalami berbagai macam peristiwa yang besar dan mengharukan. Salah satunya peristiwa penyembelihan Nabi Ismail yang diperintahkan oleh Allah.

Dalam hal ini, Allah menguji ketaatan Nabi Ibrahim yang harus mempertaruhkan rasa cinta dan sayangnya kepada sang anak. Hingga peristiwa ini menjadi asal mula seruan Allah bagi seluruh umat muslim untuk melaksanakan ibadah berqurban.

 

 

 

 

 

 

Kisah Kelahiran Nabi Ismail

Diceritakan bahwa Nabi Ibrahim dengan istrinya yang bernama Sarah, belum juga dikaruniai seorang anak. Nabi Ibrahim pun terus memanjatkan doa kepada Allah, untuk dianugerahkan seorang anak yang saleh dan taat kepada-Nya. Suatu waktu, Sarah pun mengetahui apa yang diharapkan oleh suaminya tersebut. Namun ia tidak dapat mewujudkan keinginan suaminya karena dia memiliki kondisi rahim yang mandul.

Kemudian, Sarah mendapatkan satu rencana untuk mendekatkan Ibrahim dengan budaknya yang bernama Hajar untuk menikah. Sarah pun berharap, dengan adanya pernikahan tersebut Nabi Ibrahim bisa mendapatkan seorang anak yang saleh dari perkawinannya dengan Hajar. Kemudian pada satu waktu, Sarah mengutarakan rencana tersebut kepada sang suami. Kemudian Nabi Ibrahim berkata, “Kita harus menanyakannya terlebih dahulu kepada Hajar, apakah dirinya setuju atau tidak.”

Lalu Sarah dan Ibrahim menanyakan langsung kepada Hajar, dan Hajar menyetujuinya. Singkat cerita, Nabi Ibrahim dan Hajar menikah, dan Hajar akhirnya dapat mengandung anak dari suaminya. Kemudian, setelah mengandung selama 9 bulan, Hajar melahirkan seorang anak yang dinamakan Ismail. Dikatakan bahwa kelahiran Nabi Ismail ini merupakan jawaban dari doa yang selalu dipanjatkan Nabi Ibrahim kepada Allah. Bukan tanpa alasan, ternyata istri dari Nabi Ibrahim mempunyai kondisi rahim yang mandul sehingga dirinya tidak dapat mengandung seorang anak.

Nabi Ismail dan Ibunya di Makkah

Beberapa waktu setelah kelahiran Ismail, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk pergi membawa Hajar dan anaknya ke Makkah. Tidak berpikir lama, Nabi Ibrahim memenuhi perintah Allah tersebut dengan membawa Hajar dan Ismail pergi melewati gurun dan berhenti di dekat tempat yang saat ini berdiri bangunan Ka’bah.

Tidak lama setelah sampai di sana, Nabi Ibrahim kemudian pergi meninggalkan Hajar dan Ismail di tempat tersebut untuk kembali ke Syam. Hajar pun seketika memegang baju Ibrahim lalu berkata, “Wahai Ibrahim, kamu mau pergi kemana? Apakah kamu hendak meninggalkan kami di lembah yang tidak ada seorang atau sesuatu apapun di sini?” Hajar terus mengulangi pertanyaannya, namun tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Ibrahim.

Bahkan Ibrahim tidak menoleh sedikit pun untuk menanggapi perkataan istrinya tersebut. Hingga akhirnya Hajar berkata, “Apakah Allah memerintahkan kamu atas semua ini?” Lalu seketika Ibrahim menjawab “Ya.” Dan Hajar pun bisa menerimanya dengan berkata, “Kalau begitu Allah tidak akan menelantarkan kami.”

Bukit Shafa dan Marwah

Kisah Nabi Ibrahim dan Hajar terus berlanjut. Sejak mendapatkan jawaban itu, Hajar segera kembali ke tempatnya semula bersama Ismail, sedangkan Ibrahim kembali melanjutkan perjalanan menuju Syam. Dalam perjalanannya, Ibrahim kemudian menghadap Ka’bah dan mengangkat kedua tangannya lalu berdoa kepada Allah.

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS Ibrahim : 37)

Di sisi lain, Hajar kembali menemui Ismail dan mulai menyusuinya. Selama beberapa hari Hajar hidup dengan persediaan minum yang telah dibawanya. Namun tiba di suatu hari, persediaan air itu semakin lama habis. Ia menjadi haus, begitu pula dengan bayinya. Ismail kecil pun hanya bisa menangis saat ia kehausan. Hajar hanya bisa memandangnya dengan rasa kasihan. Karena tidak tahan, Hajar kemudian pergi meninggalkan Ismail untuk mencari bantuan.

Sampailah Hajar di bukit Shafa, sebuah gunung yang tidak jauh dari keberadaannya semula bersama Ismail. Hajar berdiri di bukit itu dan menghadap ke lembah untuk mencari tanda-tanda keberadaan manusia lain yang bisa membantunya. Namun, ia tidak melihat satu orang pun yang berada di sana. Kemudian Hajar memutuskan untuk pergi ke lembah hingga sampai di bukit Marwah. Dia mencoba berdiri dan mencari pertolongan, namun tetap saja tidak ada manusia lain yang terlihat di sana. Bahkan Hajar melakukan penjalanan dari Shafa ke Marwah hingga tujuh kali, namun masih saja nihil.

Saat Ia berada di puncak Marwah, ia mendengar sesuatu. Kemudian ia berusaha untuk diam dan kembali mendengarkan suara itu dengan seksama. Dan suara itu muncul lagi, “Engkau telah memperdengarkan suaramu jika engkau bermaksud memberikan bantuan.”

Ternyata suara itu merupakan suara dari malaikat Jibril yang berada di dekat sumber air zam-zam. Kemudian Jibril mengambil air dengan sayapnya hingga air keluar memancar. Akhirnya Hajar dapat minum dan bisa kembali menyusui bayinya.

Kemudian malaikat Jibril berkata, “Janganlah kamu takut ditelantarkan, karena di sini adalah rumah Allah, yang akan dibangun oleh anak ini dan ayahnya dan sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya.”

Kedatangan Suku Jurhum

Kisah Nabi Ismail dan ibunya, Hajar yang tinggal di Makkah masih terus berjalan. Hingga datanglah sekelompok Suku Jurhum yang datang dari bukit Kadaa’. Dari bagian bawah Makkah, mereka melihat sekelompok burung yang berputar-putar di suatu wilayah. Mereka berharap, burung yang berputar-putar itu merupakan tanda adanya sumber air. Lalu mereka mengirimkan dua orang untuk mendatangi lokasi burung tersebut, dan benar ternyata burung-burung tersebut mengelilingi sumber air. Lalu dua orang dari suku Jurhum itu kembali dengan cepat untuk memberitahukan kelompoknya.

Setelah itu, mereka bersama-sama mendatangi sumber air tersebut. Saat itu, Hajar sedang duduk di dekat sumber air, lalu salah satu dari suku Jurhum berkata, “Apakah kamu mengizinkan kami untuk singgah bergabung denganmu di tempat ini?” Lalu Hajar menjawab, “Ya, boleh. Namun kalian tidak berhak memiliki air.” Kemudian mereka pun menyepakatinya.

Hajar pun senang dengan keberadaan keluarga Jurhum. Dirinya tidak merasa kesepian lagi, dan mereka pun tinggal bersama dengan rukun. Bahkan Ismail mulai belajar bahasa Arab dari keluarga Jurhum. Ismail pun tumbuh menjadi anak yang pintar dan berakhlak mulia seperti yang diajarkan ibunya. Hari demi hari berlalu, Ismail pun tumbuh menjadi seorang dewasa. Saat inilah ia akan bertemu dengan Ayahnya, Nabi Ibrahim.

Mimpi Nabi Ibrahim dan Perintah Berqurban

Kisah Nabi Ibrahim yang sudah dewasa bersama Ibunya, kemudian bertemu dengan Ayahnya Ibrahim yang datang menemui untuk melepas rasa rindu. Nabi Ibrahim kemudian bisa menjalani hari bersama anaknya tercinta. Lalu pada suatu hari, Ibrahim bermimpi bahwa ia menyembelih putranya, Ismail. Setelah ia bangun, ia menyadari bahwa mimpi itu merupakan petunjuk dari Allah.

Kemudian, Ibrahim suatu hari mendatangi anaknya lalu menyampaikan mimpi yang dialaminya. Dan Ibrahim berkata kepada Ismail, “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ismail menjawab, “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS As Shaafaat : 102)

Kemudian, Nabi Ibrahim pun membawa Ismail ke Mina. Setelah sampai di sana, Ibrahim mengikat kain di atas muka anaknya agar ia tidak dapat melihat raut wajah sang anak, yang bisa membuatnya terharu. Keduanya pun telah mempasrahkan diri dan menyerahkan diri kepada Allah. Setelah itu, Ibrahim mendengar seruan Allah, “Wahai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.”

Tidak lama setelah itu, malaikat Jibril membawa kambing besar dan meletakkannya sebagai pengganti Ismail yang akan disembelih. Dari peristiwa inilah kemudian turun perintah Allah bagi seluruh umat muslim untuk menunaikan kewajiban berqurban.

Apa yang harus kita teladani dari kisah tersebut?

  1. Melaksanakan semua perintah Allah SWT meski terasa sangat berat sekalipun
  2. Meyakini bahwa semua keputusan Allah SWT adalah yang terbaik dan mengandung hikmah di baliknya
  3. Patuh dan taat kepada kedua orang tua
  4. Sabar, tabah dn ikhlas dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT
  5. Tawakal atau berserah diri atas semua ketetapan Allah SWT

 

 

Need Help? Chat with us