Pengiriman Da’I Ke Pidie Jaya- Banda Aceh

Pengiriman Da’I Ke Pidie Jaya- Banda Aceh

Hay sobat violet di seluruh Nusantara.

Udah ada lagi nih yang terbang untuk menebarkan ilmunya, kali ini tim RQV Indonesia sudah menerbangkan dua Srikandi Qur’an menuju kota yang kental dengan syariat islamnya. Mereka berdua sedang ditugaskan untuk mengajar dan memperbaiki tahsin Anak-anak, remaja, dan Ibu sahabat Qur’an yang sudah ada disana. Dua Srikandi tersebut adalah Srikandi Qur’an Baiq Ehsa Wardiana dan Anisa Juliana Putri, mereka lah yang diberi amanah beberapa bulan, untuk berbagi ilmu mereka.

Ketika mereka di kabarkan akan di terbangkan, mereka terkejut dan bahagia, karena ini merupakan jaulah perdana mereka di RQV Indonesia. Setelah di umamkan, mereka langsung bergegas dan bersiap-siap untuk diberi materi pembekalan oleh para pelatih. mereka sangat bahagia sekali dapat bibingan langsung oleh para pelatih.

Sesampainya mereka disana mereka di sambut hangat oleh ayah said ali selaku owner RQV ASQN 022 Habibullah. kehadiran mereka sudah di nantikan oleh sahabat qur’an disana. Jadi sesampainya Srikandi Qur’an di sana mereka sangat senang, karena mereka baru saja datang tetapi sudah di perlakukan layaknya keluarga.

Disore hari ketika waktunya mereka mengajar, di hari pertama mereka memperkanalkan diri mereka kepada para anak-anak dan relawan yang ada di sanah. Ketika di tanya perasaan mereka, mereka menjawab “kami senang bisa terpilih untuk jaulah karena ini yang kami nantikan, kami juga senang bisa bertemu dengan anak-anak dan kami juga bisa berbagi ilmu kami kepada mereka”.

semoga hadirnya mereka disana bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan selalu menebar kebaikan. Nantikan cerita selanjutnya yaa di kota-kota lainnya.

Kegitan Tasyakuran Di Cabang RQV 022 Habibullah (Pidie Jaya)

Kegitan Tasyakuran Di Cabang RQV 022 Habibullah (Pidie Jaya)

Hay sobat violet diseluruh Nusantara.

Pada hari minggu kemarin tanggal 29 Agustus 2021 telah di adakan tanyakuran, untuk mengapresiasi anak-anak yang telah berjuang menyelesaikan hafalannnya di juz 1,27,28 dan 29. Acara ini diselenggarakan rutin setiap 3 bulan sekali dan dipandu langsung oleh Duta Qur’an yang sedang jaulah dan para relawan pengajar lainnya. Kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari Said Ali atau biasa dipanggil Ayah selaku owner RQV 022 Habibullah dan para orang tua santri. Acara ini juga dihadari langsung oleh Bapak Kepala Desa, Tengku Muhammad Nur selaku tokoh agama dan para wali santri lainnya.

Acara-acara pembuka pun sudah di laksanakan, tiba pada acara inti yaitu pemberian apresiasi untuk anak santri terbaik dan terajin, ada momen pemberian mahkota kepada masing-masing wali santri yang anaknya telah menyelesaikan hafalannya, ketika acara berlangsung banyak tangisan yang pecah dari para wali santri yang sedang diberi mahkota oleh anaknya, bukan hanya yang diberikan mahkota tamu yang datang pun ikut berlinang air mata karena terharu melihatnya.

Setelah berlangsungnya acara tasyakuran ini, harapannya semoga dapat memotivasi para santri yang lain untuk terus meningkatkan semangatnya dalam menghafal Al-Qur’an dan dapat menjadi seorang penghafal Al-Qur’an yang dapat mengamalkan isi Al-Qur’an, sehingga lahir banyak para pecinta Al-Qur’an yang dapat menjadi generasi penerus bangsa di masa yang akan datang.

Kisah Agustini Yang Ingin Menghujudkan Impian Almarhum Sang Ayah

Kisah Agustini Yang Ingin Menghujudkan Impian Almarhum Sang Ayah

   Agustini lahir pada tanggal 15 agustus 2000, ia memiliki kembaran yang bernama Agustina. Ia pernah menempu pendidikan di pondok pesantren Ar. Raudhatul Hasanah, selama 4 Tahun ia menempuh pendidikan disana. Awal sebelum Tini menempuh pendidikan di pondok pesantren, ayahnya sempat memberi opsi bahwa salah satu antara Tina atau Tini saja yang menempuh pendidikan di pondok pesantren. Tini tidak mau kalau ia di pisahkan oleh kembarannya, ia juga ingin sekali belajar di pondok pesantren. Apalagi Tina kembarannya belajar Bahasa Arab, Bahasa Inggring dan belajar agama. Pada akhirnya orang tuanya pun setuju untuk memasuki mereka berdua. 

Suatu ketika, ketika ia sedang belajar dikelas ada seorang yang datang tiba-tiba menjemput ia dan kembarannya untuk pulang kerumah. Setibanya di rumah sudah ada tenda, sekerumun orang yang berderai airmata dan ayahnya yang terbujur kaku diatas kasur di tengah rumahnya. Ia pun berfikir kenapa ayah bisa terbujur kaku dihadapnya, padahal dua hari sebelunnya ia dapat kabar ayahnya masih baik-baik saja. Ibunya menghampirinya dan berkata “Tini pasti sakit hatikan liat ini?”. Ia pun menjawab “iya”. Sambil berderai air mata. Ibunya pun berkata lagi “sakitnya hati Tini masih sakit hati Ibu”. Ia pun sempontan berfikir ‘iya yah, Ibu yang selalu ada di samping Ayah saja bisa kuat. Ia jga sempat berfikir bagaimana menjalankan hidup di hari esok tanpa sosok seorang Ayah.  

 

Tini tak patah semangat, ia langsung bangkit dari terpurukan tersebut. Ia pun selalu ingat dengan perkataan Ayahnya. “Dua anak ayah ini harus kuliah bagaimna pun caranya!”. Maka dari itu Ia harus kuliah, karena ayahnya melihat kakak-kakak ia tidak ingin berkuliah. Sesudah ia lulus dari pondok pesantren ia langsung mencari kuliah untuk jenjang selanjutnya. Pada akirnya ia menemukan RQV Indonesia. Ia sangat gembira ketika masuk RQV Indonesia, karena ia bisa Menghafal Al-Qur’an. Ia juga pernah ditanya apa Tini seneng bisa masuk sini? “seneng banget karena Tini bisa dapet keluarga baru dan disini tidak mengfokuskan satu anak tapi semua anak dikembakan” itu jawab Tini. 

Sekarang Tini lebir bersemangat lagi karena hari-harinya lebih dekat dengan Al-Qur’an, dan selalu mendapat hal-hal baru setap harinya. 

Kisah Gadis Piatu berdarah Sunda

Kisah Gadis Piatu berdarah Sunda

Ega Mawarni seorang gadis berdarah sunda, lahir di Bogor,23 Maret 2001. Ia adalah seorang gadis yang sangat ceria, bahkan ia bisa menebarkan keceriannya pada orang lain. Ega sangat aktif ketika masih duduk bangku SMA. Ia juga bergabung di organisasi sekolah yaitu OSIS dan ia mengikuti kegiatan kepramukaan di sekolahnya. Ega juga sangat tertarik dengat Bahasa Arab bahkan ia pernah menekuni belajar Bahasa Arab. 

Ibu-nya meninggal ketika Ia berusia 14 tahun, tepat pada waktu itu ia masih duduk di bangku kelas 9 SMP. Ketika ia mempersiapkan ujian nasional dan perlombaan paskibra saat itu. Ibunya sebelum meninggal mengidap penyakit diabetes, tetapi karena keluarga heran dengan penyakit ibunya mereka berpikir kalau ibunya telah diguna-guna. Disaat ibunya di rumah sakit Ega sangat sabar merawat Ibunya seorang diri. Suatu ketika sang ibu meminta di belikan sesuatu karena lapar. Ega pun tak tegak melihat ibunya kelaparan. Ia langsung bergegas keluar di saat itu sudah hampir tengah malam Ega membranikan dirinya untuk mencari makanan untuk sang ibu. Ketika ia sedang jalan entah apa yang sedang ia pikirkan sampai-sampai ia terjantuh dan hampir tetabrak oleh mobil truk.  

Suatu ketika, di saat ia sedang kedatangan keluarganya kerumah sakit, ia duduk diluar karena ada seorang dokter sedang menangani ibunya. Sambil menunggu ia berbaring dikursi tunggu, tak lama ia mendengar tangisan, tak lama tangisan itu semakain pecah membuat Ega sangat terkejut karna disaat itulah sang ibu menghembuskan nafas terakhirnya. Kepergian Ibu-nya menyiratkan pilu yang sangat mendalam, Ia tahu bahwa ayah nya tidak akan tinggal bersama-nya. Selama 7 hari kepergian ibu-nya, deraian air mata yang tak terbendung terus mengalir di pelupuk netra. Banyak saudara-saudara dari ibu-nya sendiri mengajak untuk tinggal di rumah mereka, tapi ega enggan menerima karena ia masih tak percaya akan kepergian ibu-nya. 

Setelah di bujuk akhirnya ega mau tinggal bersama adik kandung dari ibu-nya, ia sering menyebutnya dengan sebutan (bibi). Betapa pilunya waktu itu, sering terlintas dalam benak pikirannya “Aku yang terlalu lemah,ataukah jalan yang aku lalui teramat terjal”. Luka,hampa bahkan nestapa terus mengiringi perjalanan hidupnya. Karena kita tidak pernah tahu, bagaimana susahnya membalut luka dengan sebuah tawa. Namun, yang kita tahu pasti bahwa setiap manusia pernah berada di titik terendah dalam hidup. Kini pada akhirnya ega pun terus berjuang memunguti keeping-keping percaya diri yang sempat berceceran. 

Ia terus menjalani hidup senetral dan serealistis mungkin dan ia berkeyakinan tinggi bahwasannya ALLAH Swt. Menyayanginya dan di balik semua problematika hidup yang ia hadapi pasti ada hikmah yang tidak akan bisa di nilai oleh akal pikiran. Tanpa di ragukan keyakinan yang sempat ia tanamkan pada dirinya menjadi kenyataan, banyak orang-orang baik yang datang bukan hanya sekedar menghampiri tetapi mereka berbondong-bondong ingin menganggap ega sebagai keluarganya sendiri. 

Dengan kuasa-nya Allah sering membuat cara yang begitu unik untuk merayu hambanya yang bersedih, Ia pun  bangkit dan mengubur semua keterpurukan yang pernah ia alami. Setelah lulus MA dia sempat ngajar pramuka di beberapa sekolah, karena memang dia ada skil di pramuka. Tapi karena covid sekolah nya tidak di perbolehkan untuk melakukan kegiatan, sementara itu dia ngajar di TK saudaranya, itu pun jaraknya tidak jauh dari rumah tempat ia tinggal. Setelah 1 bulan ia ngajar di TK, tiba-tiba pimpinan TK mengajaknya ngobrol. Beliau memperkenalkan dan mengajak ega untuk gabung ke RQV INDONESIA. Kebetulan memang anaknya lagi mengemban ilmu di sana, karena ada hubungan saudara jadi ia di suruh ke sana nemenin anaknya. 

 

Sekarang Ega sudah mengembat ilmu di RQV Indonesia, walau pun sebelum masuk sini banyak sekali rintangannya, seperti keluarganya banayak sekali yang tidak setuju. ia masuk RQV Indonesia. Lama-kelamaan seiring berjalannya waktu dan ikhtiar dari Ega keluarga pun bnayak yang menyetujui Ega masuk RQV Indonesia. Ega pun sekarang menemukan keluarga barunya di RQV Indonesia, kini hari-harinya lebih bahagia lagi apa lagi sekarang aktifits Ega lebih sering dengan Al-Qur’an. 

  

MERIAHNYA KEMERDEKAAN SAAT JAULAH QUR’AN

MERIAHNYA KEMERDEKAAN SAAT JAULAH QUR’AN

Assalamualaikum sahabat violet semuanyaaa, gimana hari ini? Pastinya semangat yaaa. Kan kemarin kita udah kepoin gimana serunya perayaan HUT RI di RQT dan RQY, nah hari ini kita mau kepoin perayaan HUT RI di berbagai tempat Jaulah Qur’an lohhh . Penanasaran kan yuk langsung ajaaa.

HUT RI adalah momen yang sangat penting sekaligus mengharukan bagi tanah air kita tercinta. Nah pada momen ini pula banyak diadakan lomba lomba yang seru dan menyenangkan. Nah para Srikandi, Duta Qur’an dan Pelatih yang sedang Jaulah Qur’an tidak mau ketinggalan untuk memeriahkan momen ini lohh. Dengan mengadakan lomba lomba di daerah Aceh dan Palembang . Wahh masyaAllah yaaa…

Yuk langsung kita liat apa aja sih keseruannya:

1) Aceh
Di Aceh gak kalah seru lohh, para Anak Sahabat Qur’an Nusantara atau ASQN sangat bersemangat berlomba untuk menang dan membawa pulang hadiah . Mereka terlihat sangat lucu dan keren dengan semangat yang membara. Di Aceh diadakan banyak lomba yang menarik yaitu, tarik tambang, estafet air, makan kerupuk, balon goyang, sedotan dalam botol, paku dalam botol, kelereng, oper tepung, makan biskuit, dan balap karung. MasyaAllah meriah banget pastinya yaa.

perlombaan tarik sarung, cabang Aceh

2)  Palembang
Di Palembang gak mau kalah sama yang di Aceh loh, mereka juga mengadakan lomba guna memperingati hari kemerdekaan RI. Lomba yang di adakan yaitu, kelereng dan paku dalam botol. MasyaAllah seru banget nih, ASQN di Palembang juga gak kalah semangat dengan yang di Aceh lohh.

perlombaan estafet klereng, cabang Palembang

 

Nahh itu dia tadi sekilas artikel tentang meriahnya perayaan HUT RI bareng peserta pelatihan RQV Indonesia . Jadi gimana udah liat kan keseruan dan kegembiraan kami? Jadi Yuk segera join ke RQV Indonesia, insyaallah bukan cuma hafalan yang kalian dapat tapi kalian juga akan dapat banyak pelajaran dan pengalaman. Sekian dulu dari saya, semiga artikel ini bermanfaat, dan kalau kamu suka artikel nya jangan lupa share yaa, dadahhh, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pentingnya berbakti kepada orang tua

Pentingnya berbakti kepada orang tua

Sahabat violet semua,

Berbakti kepada orang tua adalah salah satu ibadah yang diperintahkan Allah kepada hamba-hambanya

Seperti hadist berikut ini:

Orang tua adalah paling pertengahan dari pintu-pintu surga Jika kamu mau

Sia-siakanlah pintu itu,(kau tidak mendapat surga)

Atau jagalah ia(Untuk mendapatkan surga itu(HR.Tirmidzi dan Ibnu Majah.)

 

Dan juga Rasulullah bersabda:

“Ridho Allah terletak pada Ridho kedua orang tua”,Artinya: jika kita ingin melihat Allah Tersenyum,buatlah kedua orang tua Tersenyum

 

Mencintai Allah, mencintai orang tua karena kita telah merasakan dan akan terus merasakan betapa orang tua sangat berjasa dalam hidup ini.selain sangat tulus dan ikhlas,keduanya juga sangatkonkret memberikan jasa itu pada kita

 

Sulit membayangkan ada cinta tulus kepada Allah SWT tanpa ada cinta tulus kepada orang tua. Berbuat baik kepada kedua orang tua(Birrul walidain)Salah satu amal yang wajib dilakukan bagi setiap orang

 

Dan ini beberapa keutamaan tentang berbakti kepada orang tua:

1.Berbakti kepada orang tua jadi jalan masuk surga

2.Dapat memanjangkan umur dan menambah rezeki

3. Doa orang tua sangat mustajab,

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda:

 

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian (safar), dan doa baik orangtua kepada anaknya.”

(HR. Ibnu Majah)

 

4. Pahala berbakti kepada orang tua seperti Jihad

5.Amal yang paling utama

6. Surga berada dibawah telapak kaki ibu,

 

“Jahimah pernah datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam lalu berkata,

“Ya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,

aku ingin berperang dan sungguh aku datang untuk meminta pendapatmu.” Beliau bertanya, “Apakah engkau masih memiliki ibu?

”Ia menjawab, “Ya.” Maka beliau pun bersabda, “Tetaplah bersamanya karena sesungguhnya surga ada di kakinya.”

(HR. Ibnu Majah dan An Nasai)

 

7.Memperoleh Ampunan Allah

8.Taat kepada orang tua merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT

9. Bentuk taubat kepada Allah

10.Keridhoan Allah ada pada Keridhoan Orang tua

 

Nahh,Setelah dijelaskan mengenai dalil dan hadits tentang ridho orangtua, semoga ini dapat membuka jalan kita agar bisa semakin menghargai dan menghormati kedua orangtua.

KODRAT SEORANG WANITA

KODRAT SEORANG WANITA

Wanita merupakan makhluk lembut yang diciptakan oleh Tuhan untuk mendamaikan dunia.

Makhluk yang selalu berperan penting dalam segala hal, juga makhluk yang ingin menjaga perdamaian.
Kepribadian seorang wanita dapat terlihat dari caranya menjalani hidup. Wanita yang tangguh tidak akan mudah goyah dalam menghadapi terpaan tantangan yang dibawa oleh arus kehidupan. Wanita tangguh tentu tidak akan ragu dalam membuat berbagai keputusan, karena ia pasti sudah memikirkan segala risiko dan konsekuensinya matang-matang

Wanita adalah individu yang sering dianggap lemah dan tak berdaya oleh masyarakat.

Terutama dalam masyarakat yang masih kental menganut budaya patriarki. Namun, di era modern seperti saat ini, peran wanita semakin meningkat tajam dan kontribusinya dalam berbagai aspek yang biasa didominasi oleh pria juga semakin besar.

Tetapi keberadaan Wanita sangat berperan penting dalam kehidupan, Allah selalu memuliakan seorang wanita. Sebagaimana dalah hadits dikatakan
“Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah: ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah seharusnya aku harus berbakti pertama kali?’. Rasulullah memberikan jawaban dengan ucapan ‘Ibumu’ sampai diulangi tiga kali, baru kemudian yang keempat Nabi mengatakan ‘Ayahmu’.” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

 

Hebatnya seorang wanita dengan Kehadirannya di sisi seorang pria mampu membuatnya bertahan di sisa usianya. Perbanyak rasa syukur yang ditanam. Karena Allah SWT. Sangat memuliakan wanita.

Meneladani Kisah Nabi Ismail

Meneladani Kisah Nabi Ismail

Seperti diketahui, sejak kecil kita pasti pernah mendengar berbagai macam kisah nabi dan rasul yang mempunyai sifat kebaikan dan keteladanan masing-masing. Terutama kisah 25 nabi dan rasul yang diberikan berbagai macam mukjizat oleh Allah SWT. Mulai dari Nabi Adam sebagai khalifah pertama, hingga Nabi Muhammad sebagai nabi penutup atau juga disebut dengan Khatamun-Nabiyyin.

Masing-masing nabi mempunyai pengalaman yang berbeda-beda pada masanya. Meskipun begitu, semua nabi memiliki sifat baik dan kebijaksanaan dalam menghadapi setiap ujian yang diberikan Allah. Pada setiap kisahnya, umat muslim dapat memetik kebaikan dan menjadikannya sebagai suri tauladan dalam menjalani kehidupan di dunia.

Salah satu kisah nabi yang mempunyai pesan mendalam dan penuh kebijaksanaan adalah kisah Nabi Ismail. Seperti diketahui, Nabi Ismail merupakan anak dari Nabi ke-6 utusan Allah, yaitu Nabi Ibrahim. Dalam kisahnya, Nabi Ismail beserta Ayahnya mengalami berbagai macam peristiwa yang besar dan mengharukan. Salah satunya peristiwa penyembelihan Nabi Ismail yang diperintahkan oleh Allah.

Dalam hal ini, Allah menguji ketaatan Nabi Ibrahim yang harus mempertaruhkan rasa cinta dan sayangnya kepada sang anak. Hingga peristiwa ini menjadi asal mula seruan Allah bagi seluruh umat muslim untuk melaksanakan ibadah berqurban.

 

 

 

 

 

 

Kisah Kelahiran Nabi Ismail

Diceritakan bahwa Nabi Ibrahim dengan istrinya yang bernama Sarah, belum juga dikaruniai seorang anak. Nabi Ibrahim pun terus memanjatkan doa kepada Allah, untuk dianugerahkan seorang anak yang saleh dan taat kepada-Nya. Suatu waktu, Sarah pun mengetahui apa yang diharapkan oleh suaminya tersebut. Namun ia tidak dapat mewujudkan keinginan suaminya karena dia memiliki kondisi rahim yang mandul.

Kemudian, Sarah mendapatkan satu rencana untuk mendekatkan Ibrahim dengan budaknya yang bernama Hajar untuk menikah. Sarah pun berharap, dengan adanya pernikahan tersebut Nabi Ibrahim bisa mendapatkan seorang anak yang saleh dari perkawinannya dengan Hajar. Kemudian pada satu waktu, Sarah mengutarakan rencana tersebut kepada sang suami. Kemudian Nabi Ibrahim berkata, “Kita harus menanyakannya terlebih dahulu kepada Hajar, apakah dirinya setuju atau tidak.”

Lalu Sarah dan Ibrahim menanyakan langsung kepada Hajar, dan Hajar menyetujuinya. Singkat cerita, Nabi Ibrahim dan Hajar menikah, dan Hajar akhirnya dapat mengandung anak dari suaminya. Kemudian, setelah mengandung selama 9 bulan, Hajar melahirkan seorang anak yang dinamakan Ismail. Dikatakan bahwa kelahiran Nabi Ismail ini merupakan jawaban dari doa yang selalu dipanjatkan Nabi Ibrahim kepada Allah. Bukan tanpa alasan, ternyata istri dari Nabi Ibrahim mempunyai kondisi rahim yang mandul sehingga dirinya tidak dapat mengandung seorang anak.

Nabi Ismail dan Ibunya di Makkah

Beberapa waktu setelah kelahiran Ismail, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk pergi membawa Hajar dan anaknya ke Makkah. Tidak berpikir lama, Nabi Ibrahim memenuhi perintah Allah tersebut dengan membawa Hajar dan Ismail pergi melewati gurun dan berhenti di dekat tempat yang saat ini berdiri bangunan Ka’bah.

Tidak lama setelah sampai di sana, Nabi Ibrahim kemudian pergi meninggalkan Hajar dan Ismail di tempat tersebut untuk kembali ke Syam. Hajar pun seketika memegang baju Ibrahim lalu berkata, “Wahai Ibrahim, kamu mau pergi kemana? Apakah kamu hendak meninggalkan kami di lembah yang tidak ada seorang atau sesuatu apapun di sini?” Hajar terus mengulangi pertanyaannya, namun tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Ibrahim.

Bahkan Ibrahim tidak menoleh sedikit pun untuk menanggapi perkataan istrinya tersebut. Hingga akhirnya Hajar berkata, “Apakah Allah memerintahkan kamu atas semua ini?” Lalu seketika Ibrahim menjawab “Ya.” Dan Hajar pun bisa menerimanya dengan berkata, “Kalau begitu Allah tidak akan menelantarkan kami.”

Bukit Shafa dan Marwah

Kisah Nabi Ibrahim dan Hajar terus berlanjut. Sejak mendapatkan jawaban itu, Hajar segera kembali ke tempatnya semula bersama Ismail, sedangkan Ibrahim kembali melanjutkan perjalanan menuju Syam. Dalam perjalanannya, Ibrahim kemudian menghadap Ka’bah dan mengangkat kedua tangannya lalu berdoa kepada Allah.

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS Ibrahim : 37)

Di sisi lain, Hajar kembali menemui Ismail dan mulai menyusuinya. Selama beberapa hari Hajar hidup dengan persediaan minum yang telah dibawanya. Namun tiba di suatu hari, persediaan air itu semakin lama habis. Ia menjadi haus, begitu pula dengan bayinya. Ismail kecil pun hanya bisa menangis saat ia kehausan. Hajar hanya bisa memandangnya dengan rasa kasihan. Karena tidak tahan, Hajar kemudian pergi meninggalkan Ismail untuk mencari bantuan.

Sampailah Hajar di bukit Shafa, sebuah gunung yang tidak jauh dari keberadaannya semula bersama Ismail. Hajar berdiri di bukit itu dan menghadap ke lembah untuk mencari tanda-tanda keberadaan manusia lain yang bisa membantunya. Namun, ia tidak melihat satu orang pun yang berada di sana. Kemudian Hajar memutuskan untuk pergi ke lembah hingga sampai di bukit Marwah. Dia mencoba berdiri dan mencari pertolongan, namun tetap saja tidak ada manusia lain yang terlihat di sana. Bahkan Hajar melakukan penjalanan dari Shafa ke Marwah hingga tujuh kali, namun masih saja nihil.

Saat Ia berada di puncak Marwah, ia mendengar sesuatu. Kemudian ia berusaha untuk diam dan kembali mendengarkan suara itu dengan seksama. Dan suara itu muncul lagi, “Engkau telah memperdengarkan suaramu jika engkau bermaksud memberikan bantuan.”

Ternyata suara itu merupakan suara dari malaikat Jibril yang berada di dekat sumber air zam-zam. Kemudian Jibril mengambil air dengan sayapnya hingga air keluar memancar. Akhirnya Hajar dapat minum dan bisa kembali menyusui bayinya.

Kemudian malaikat Jibril berkata, “Janganlah kamu takut ditelantarkan, karena di sini adalah rumah Allah, yang akan dibangun oleh anak ini dan ayahnya dan sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya.”

Kedatangan Suku Jurhum

Kisah Nabi Ismail dan ibunya, Hajar yang tinggal di Makkah masih terus berjalan. Hingga datanglah sekelompok Suku Jurhum yang datang dari bukit Kadaa’. Dari bagian bawah Makkah, mereka melihat sekelompok burung yang berputar-putar di suatu wilayah. Mereka berharap, burung yang berputar-putar itu merupakan tanda adanya sumber air. Lalu mereka mengirimkan dua orang untuk mendatangi lokasi burung tersebut, dan benar ternyata burung-burung tersebut mengelilingi sumber air. Lalu dua orang dari suku Jurhum itu kembali dengan cepat untuk memberitahukan kelompoknya.

Setelah itu, mereka bersama-sama mendatangi sumber air tersebut. Saat itu, Hajar sedang duduk di dekat sumber air, lalu salah satu dari suku Jurhum berkata, “Apakah kamu mengizinkan kami untuk singgah bergabung denganmu di tempat ini?” Lalu Hajar menjawab, “Ya, boleh. Namun kalian tidak berhak memiliki air.” Kemudian mereka pun menyepakatinya.

Hajar pun senang dengan keberadaan keluarga Jurhum. Dirinya tidak merasa kesepian lagi, dan mereka pun tinggal bersama dengan rukun. Bahkan Ismail mulai belajar bahasa Arab dari keluarga Jurhum. Ismail pun tumbuh menjadi anak yang pintar dan berakhlak mulia seperti yang diajarkan ibunya. Hari demi hari berlalu, Ismail pun tumbuh menjadi seorang dewasa. Saat inilah ia akan bertemu dengan Ayahnya, Nabi Ibrahim.

Mimpi Nabi Ibrahim dan Perintah Berqurban

Kisah Nabi Ibrahim yang sudah dewasa bersama Ibunya, kemudian bertemu dengan Ayahnya Ibrahim yang datang menemui untuk melepas rasa rindu. Nabi Ibrahim kemudian bisa menjalani hari bersama anaknya tercinta. Lalu pada suatu hari, Ibrahim bermimpi bahwa ia menyembelih putranya, Ismail. Setelah ia bangun, ia menyadari bahwa mimpi itu merupakan petunjuk dari Allah.

Kemudian, Ibrahim suatu hari mendatangi anaknya lalu menyampaikan mimpi yang dialaminya. Dan Ibrahim berkata kepada Ismail, “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ismail menjawab, “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS As Shaafaat : 102)

Kemudian, Nabi Ibrahim pun membawa Ismail ke Mina. Setelah sampai di sana, Ibrahim mengikat kain di atas muka anaknya agar ia tidak dapat melihat raut wajah sang anak, yang bisa membuatnya terharu. Keduanya pun telah mempasrahkan diri dan menyerahkan diri kepada Allah. Setelah itu, Ibrahim mendengar seruan Allah, “Wahai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.”

Tidak lama setelah itu, malaikat Jibril membawa kambing besar dan meletakkannya sebagai pengganti Ismail yang akan disembelih. Dari peristiwa inilah kemudian turun perintah Allah bagi seluruh umat muslim untuk menunaikan kewajiban berqurban.

Apa yang harus kita teladani dari kisah tersebut?

  1. Melaksanakan semua perintah Allah SWT meski terasa sangat berat sekalipun
  2. Meyakini bahwa semua keputusan Allah SWT adalah yang terbaik dan mengandung hikmah di baliknya
  3. Patuh dan taat kepada kedua orang tua
  4. Sabar, tabah dn ikhlas dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT
  5. Tawakal atau berserah diri atas semua ketetapan Allah SWT

 

 

Surga Menanti, Inilah 10 Keutamaan Memperbanyak ISTIGHFAR

Surga Menanti, Inilah 10 Keutamaan Memperbanyak ISTIGHFAR

`Kesalahan seringkali terjadi di kehidupan manusia. Untuk itu, dalam Islam sebagai manusia yang kerap membuat kesalahan harus selalu mengucapkan kalimat istighfar, yaitu Astaghfirullah al’adzim. Supaya kita yang sebagai hamba yang Dhaif ini senantiasa terus merendahkan diri di hadapan Allah.

Mengucapkan Astaghfirullah al’adzim adalah salah satu bentuk memohon ampun kepada Allah SWT dengan apa yang telah dilakukan oleh umat Islam, selain berdoa. Hal ini jelas dianjurkan dari pada harus berkata kasar yang sering manusia lakukan atau dengar.

Begitu banyak keutamaan istighfar yang bisa kita dapatkan dalam Al Quran dan hadits. Para ulama pun menyebutkannya dalam kitab-kitab fadhilah amal. Misalnya Imam Nawawi dalam Al Adzkar dan Syaikh Nashiruddin Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib.

  1. Mendapat Ampunan Allah

Siapa yang sungguh-sungguh memohon ampun kepada Allah, dia akan mendapat ampunan-Nya. Maka ketika kita terpeleset dalam dosa, segeralah beristighfar, memohon ampun kepada-Nya.

”Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisa: 110)

“Sesungguhnya syetan berkata, “Demi kemuliaan-Mu, aku akan selalu menyesatkan hamba-hamba-Mu selama ruh mereka ada dalam jasad mereka.” Lalu Allah berfirman, “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku akan selalu mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan kepada-Ku.” (HR. Ahmad dan Hakim; hasan)

Dengan memperbanyak istighfar, sungguh-sungguh memohon ampun dan bertaubat kepada Allah, dosa sebanyak apa pun akan diampuni-Nya. Meskipun setinggi awan di langit maupun sebanyak buih di lautan.

Allah berfirman, “Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu memohon dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu betapapun banyaknya (dosa) yang ada pada dirimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, sekiranya dosa-dosamu mencapai awan di langit lalu kamu memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli.” (HR. Tirmidzi; hasan lighairihi)

  1. Mendapatkan Rahmat Allah

Dengan banyak beristighfar, seseorang akan mendapatkan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabadikan doa Nabi Salih ‘alaihis salam :

Dia (Shalih) berkata, “Hai kaumku, mengapa kalian meminta disegerakan suatu keburukan sebelum kebaikan? Mengapakah kalian tidak memohon ampun kepada Allah supaya kalian mendapatkan rahmat.” (QS An-Naml : 46)

  1. Mendapat Keberuntungan

Orang yang banyak membaca kalimat thayyibah ini, ia akan mendapatkan keberuntungan. Terutama keberuntungan di akhirat. Begitu catatan amalnya banyak istighfar, yang didapatkan adalah keberuntungan demi keberuntungan di fase berikutnya hingga menuju Surga.

“Beruntunglah orang yang di dalam catatan amalnya terdapat istighfar yang banyak.” (HR. Ibnu Majah; shahih)

  1. Mendapat Kebahagiaan

Pada yaumul hisab, ketika semua orang mendapatkan catatan amalnya, mereka ketakutan saat melihat keburukan demi keburukan yang telah dikerjakannya tercatat rapi dalam buku itu. Namun bagi orang yang banyak beristighfar, ia justru bergembira pada hari itu.

“Barangsiapa yang ingin catatan amalnya menyenangkannya, maka perbanyaklah istighfar.” (HR. Baihaqi; hasan)

  1. Hujan dan Keberkahan Langit

Istighfar juga mendatangkan keberkahan langit, di antaranya dalam bentuk hujan. Sebagaimana Nabi Nuh ‘alaihi salam mengajarkan kepada umatnya.

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.” (QS. Nuh: 10-11)

Ibnu Katsir rahimahullan menjelaskan dalam tafsirnya, karena kandungan ayat ini, Surat Nuh disunnahkan dibaca saat Shalat Istisqa’.

  1. Membuka Pintu Rezeki

Dengan banyak beristighfar, Allah membukakan pintu rezeki. Sehingga orang yang banyak beristighfar, mudah saja bagi Allah untuk membuatnya kaya.

“dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 12)

  1. Mendapatkan Keturunan

Dalam Surat Nuh ayat 12 tersebut, keutamaan istighfar bukan hanya Allah membanyakkan harta tetapi juga membanyakkan anak-anak. Maka orang yang banyak beristighfar, Allah mudahkan mendapatkan keturunan meskipun sudah bertahun-tahun seorang istri tidak hamil.

Keutamaan ini dipahami banyak ulama sehingga mereka menganjurkan orang yang ingin punya anak agar banyak beristighfar. Demikian pula ketika ada seseorang mengadu kepada Hasan Al Basri karena sudah lama menikah tapi belum punya anak. Lalu Hasan Al Basri menasehatkan, “Beristighfarlah kepada Allah”.

  1. Keberkahan Bumi

Selain keberkahan langit dengan diturunkannya hujan yang lebat dan bermanfaat, istighfar juga mendatangkan keberkahan bumi. Di antaranya dengan suburnya kebun-kebun dan mengalirnya air di sungai-sungai.

“Semuanya itu dengan syarat apabila kamu bertaubat kepada Allah dan memohon ampun serta taat kepada-Nya. Maka Dia akan memperbanyak rezeki kalian dan menyirami kalian dengan keberkahan dari langit dan menumbuhkan bagi kalian keberkahan bumi,” terang Ibnu Katsir dalam Tafsirnya.

“Sehingga bumi menjadi subur menumbuhkan tetanamannya dan menyuburkan bagi kalian air susu ternak kalian dan memberimu banyak harta dan anak-anak dan menjadikan bagi kalian kebun-kebun yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan dan di tengah-tengahnya dibelahkan sungai-sungai yang mengalir.”

  1. Ditambah kekuatannya

Orang yang banyak beristighfar, akan ditambah kekuatannya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala

“Dan (dia berkata): ‘Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa,’” (QS. Hud: 52).

  1. Dikabulkan doanya

Keutamaan istighfar berikutnya adalah, orang yang banyak beristighfar akan dikabulkan doanya. Bukankah yang menghalangi terkabulnya doa adalah dosa dan kemaksiatan? Sementara dosa-dosa itu terhapus dengan istighfar.

Banyak kisah para ulama mengenai terkabulnya doa orang yang banyak beristighfar ini. Bahkan kadang cara pengabulannya unik dan tak disangka-sangka. Seperti seorang laki-laki yang banyak beristighfar, semua doanya dikabulkan kecuali satu yakni bertemu Imam Ahmad.

Imam Ahmad yang mendengar langsung dari orang di depannya itu terperanjat. “Berarti aku kemalaman di desa ini, lalu diusir dari masjid dan menumpang di rumahmu merupakan cara Allah mengabulkan doamu. Akulah Ahmad bin Hanbal,” kata beliau kepada laki-laki tadi.

 

13 Manfaat Berqurban Dalam Islam untuk Dunia Akhirat

13 Manfaat Berqurban Dalam Islam untuk Dunia Akhirat

Berqurban merupakan salah satu ibadah yang istimewa dalam Islam. Qurban adalah bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT selama ini kepada kita. Dalam sejarah Islam, berqurban diawali dengan kisah Nabi Ibrahim as. dan anaknya sebagaimana yang tertuang dalam Al-Quran:  

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ), dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (Q.S. Ash Shaafaat : 102-107).

 

Rasulullah SAW juga pernah bersabda “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iedul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dengan sanad sahih, lihat Taudhihul Ahkam, IV/450)

 

Namun dalam berqurban juga terdapat aturannya, yakni penyembelihan dilakukan setelah sholat Ied, hewan yang disembelih adalah hewan ternak seperti kambing, sapi, unta dan sejenisnya, disembelih dengan nama Allah dan penyembelihnya adalah Muslim.

Banyak keutamaan atau manfaat yang didapat dari berqurban, diantaranya adalah:

  1. Menambah Rasa Syukur Dan Cinta Kepada Allah SWT

Dengan melakukan qurban, kita akan jauh lebih bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah SWT kepada kita. Berqurban merupakan salah satu bentuk kecintaan kita kepada Allah SWT.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya) :

“Tidaklah seseorang mendapatkan lezatnya iman hingga ia mencintai seseorang yang tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dirinya dilempar di api lebih ia sukai dibanding harus kembali kafir setelah Allah selamatkan dirinya dari kekafiran dan Allah serta Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain keduanya”. (HR.al-Bukhari)

  1. Salah Satu Ciri Seorang Muslim

Kewajiban berqurban bagi yang telah mampu merupakan salah satu ajaran Islam. Maka dengan berqurban, hal ini juga turut menunjukkan ke-Islaman kita. Bahkan beberapa penganut agama lain juga kagum melihat ajaran Islam yang selalu berbagi.

  1. Memupuk rasa peduli sesama

Berqurban bukan hanya sekedar menyembelih hewan untuk dimakan, tapi juga tentang berbagi pada mereka yang kurang mampu sehingga mereka juga dapat merasakan nikmatnya makan daging yang sangat jarang atau bahkan tidak pernah mereka rasakan.

”Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.” (Q.S. Al Hajj:36)

  1. Bekal di Hari Akhir

Berqurban akan mendapat ganjaran pahala yang besar atas pengorbanannya berbagi pada orang di sekitarnya. Dengan berqurban, kita akan mendapat bekal untuk di hari akhir nanti. Tetapi hanya bagi mereka yang ikhlas berqurban karena Allah, bukan berqurban karena mengejar pujian semata.

”Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al Hajj:37)

  1. Mendapatkan Ampunan

Berqurban dapat menolong kita untuk memperoleh ampunan dari Allah SWT, sebagaimana dalam sebuah riwayat “Hai Fatimah, berdirilah di sisi korbanmu dan saksikanlah ia, sesungguhnya titisan darahnya yang pertama itu pengampunan bagimu atas dosa-dosamu yang telah lalu” (HR. Al-Bazzar dan Ibnu Hibban)

 

  1. Mensucikan Harta Dan Jiwa

Harta kita tidak semuanya milik kita, ada sebagian merupakan hak dari mereka yang membutuhkan. Dengan berzakat dan berqurban, maka kita telah membersihkan harta kita dari yang bukan hak kita. Sekaligus mensucikan jiwa dari penyakit hati seperti pelit dan dengki.

  1. Kemudahan di Hari Akhir

Di hari akhir, hewan qurban yang kita sembelih di dunia akan menolong kita karena keikhlasan kita dalam berqurban dahulu. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, yang lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih hewan Qurban. Sesungguhnya hewan kurban itu pada hari kiamat kelak akan datang berserta dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) kurban itu.” (HR.Al-Tarmuzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

  1. Mempererat Tali Silaturahmi

Berqurban dapat mempererat tali silaturahmi antar saudara,  tetangga, dan kerabat. Dengan berqurban, maka hubungan dengan orang yang berqurban dan penerima qurban akan semakin baik dan erat. Begitu pula dengan seluruh orang atau masyarakat yang saling berkumpul di tempat penyembelihan hewan qurban.

  1. Hidup Jadi Lebih Berkah

Ketika darah pertama menetes, akan ada perasaan sangat bersyukur atas segala nikmat Allah SWT. Hidup pun menjadi lebih berkah karena harta dan jiwa telah disucikan dengan berqurban.

  1. Meneladani Nabi Ibrahim as.

Berqurban adalah salah satu teladan yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim as. Bentuk kecintaan yang tertinggi kepada Allah SWT.

 ” Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.(Q.S. Ash Shafaat:102)

  1. Memupuk Sifat Solidaritas

Berkumpulnya seluruh lapisan masyarakat tanpa adanya perbedaan status sosial menciptakan kerukunan antar warga dan memupuk rasa solidaritas di lingkungan tersebut.

  1. Menumbuhkan Rasa Kasih Antar Sesama

Berqurban merupakan kegiatan saling memberi dan menerima sehingga akan tercipta kasih sayang diantara kedua pihak. Keduanya pun akan saling menghargai dan menghormati tanpa perbedaan.

  1. Membantu Usaha Ternak

Bukan hanya bermanfaat bagi penerima qurban dan orang yang berqurban, kegiatan berqurban tentunya juga akan sangat membantu para peternak lokal. Mereka yang sulit menjual ternak di hari biasa dikarenakan banyaknya ternak impor akan sangat terbantu dengan adanya qurban.

Need Help? Chat with us