RQV Foundation Gelar Panen Raya Padi Bersama SAT (Sourire à Tous)
RQV Foundation kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat desa melalui
RQV Foundation kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat desa melalui
Air memang telah surut. Lumpur mulai mengering, sisa-sisa banjir tampak seperti luka yang pelan-pelan mengeras di tubuh kampung. Namun bagi banyak orang, terutama mereka yang terdampak paling dalam, hidup belum sepenuhnya kembali seperti semula.
Pidie Jaya, Aceh — Di sebuah sudut Kabupaten Pidie Jaya, lantai rumah pengajian masih dipenuhi lumpur yang mengering. Jejak air terlihat jelas di dinding-dinding masjid. Kitab-kitab basah dijemur seadanya, sajadah terlipat bercampur tanah, dan suara anak-anak mengaji yang biasanya menghidupkan suasana kini berganti sunyi.
Ibadah adalah ruang paling sunyi tempat manusia mengadu, berharap, dan menguatkan diri. Di tengah keterbatasan yang dihadapi sebagian masyarakat, menjalankan ibadah dengan layak sering kali menjadi tantangan tersendiri. Berangkat dari kepedulian tersebut, RQV Foundation berkolaborasi dengan
Laju Peduli melaksanakan kegiatan Penyaluran Perlengkapan Ibadah berupa Mukena sebagai wujud kasih, empati, dan solidaritas kemanusiaan.
Di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi masyarakat, sepiring makanan sering kali menjadi sumber kekuatan dan harapan. Berangkat dari kesadaran tersebut, RQV Foundation bersama PT Sumberdaya Solusindo menyalurkan 1.000 paket makanan siap saji kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat terdampak krisis air bersih, IBS, Amalsholeh, dan RQV Foundation kembali bersinergi dalam kegiatan kemanusiaan melalui Penyaluran Air Bersih Tahap I yang dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025.
Tanah Aceh telah lama dikenal sebagai Serambi Makkah, pusat peradaban Islam yang kaya nilai spiritual, budaya, dan perjuangan. Namun di balik kemuliaan sejarah tersebut, Aceh juga merupakan salah satu wilayah yang paling sering menghadapi cobaan berat—baik dari alam maupun dari perjalanan sosial-politik yang panjang.
Banda Aceh dan wilayah pesisir barat Aceh menjadi saksi bisu kedahsyatan tsunami. Dalam sekejap, kawasan yang sebelumnya padat berubah menjadi puing-puing. Tangis, teriakan minta tolong, dan suara runtuhan bercampur menjadi satu. Banyak yang kehilangan orang tercinta dalam hitungan detik—ayah, ibu, anak, saudara, dan sahabat.
Bencana banjir yang melanda Kabupaten Gayo Lues telah meninggalkan dampak yang sangat serius bagi kehidupan masyarakat. Curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus memicu banjir bandang dan longsor di berbagai titik, mengakibatkan kerusakan infrastruktur, terputusnya akses jalan, serta mengisolasi sejumlah kecamatan hingga hari ini
Berdasarkan dokumentasi lapangan yang dihimpun oleh Habib Rabbani, relawan RQV Foundation, kondisi di sejumlah titik menunjukkan kerusakan yang cukup signifikan. Rumah-rumah panggung milik warga tampak mengalami kerusakan pada bagian kolong dan lantai akibat terjangan air bercampur material lumpur dan kayu. Endapan lumpur tebal menutupi bagian dalam rumah, memaksa warga untuk mengeluarkan perabotan dan membersihkan sisa-sisa material banjir secara mandiri.