TURKISH RQV DAILY- SEASON 2

TURKISH RQV DAILY- SEASON 2

“Meoongggg!” Suara mengaung mendekati kakiku. Oh, si Surti rupanya, kucing kampung yang setia membersamai RQV di tempat pembelajaran kami, Rukan 003/005.

“Gludak! Gluduk!” Suara hentakan koper saat memasuki ruangan. Ketenangan pada heningnya dini hari membuat para penghuni rumah itu bangkit dari dunia mimpinya.

“Huuuhhhhh!” Kujatuhkan tubuhku ke kedua kasur yang sudah menyambut kedatangan kami dengan penuh kehangatan.
“Selamat berlalu untuk masa.”

———————————–

Mentari pagi menyinari bumi memberikan semangat baru untuk bisa menjadikan hari ini jauh lebih baik lagi. Kicauan burung nan hembusan angin yang lembut membuat hati para penghuni alam semesta ini seperti bunga yang merekah menampakkan dirinya, bahwa dirinya sangat baik-baik saja.
“Mun, siap-siap jam setengah enam kita tes PCR!” kata gadis Bogor kepadaku.

Tentu kami mempercepat  jalan kami untuk segera berangkat menuju Laboratorium Clinic Platinum.

“Ambil yang sameday aja!” Kata Pelatih Safina sambil menegaskan kalimat.

Satu-satunya cara untuk bisa duduk di kursi pesawat malam nanti, ambil jalan aman walaupun kantong menipis, hehe.

Sambil berjalannya waktu, ku persiapkan lagi secara maksimal apa-apa yang harus dan perlu di bawa nanti. Dan tentunya persiapan diri, baik secara fisik dan mental harus benar-benar matang. Air saja kalau di masak setengah matang, lalu diminum akan berdampak negatif bagi tubuh kita, sakit perut contohnya.
“Ku tinggal aja jaket ini, bukan warna ungu juga.” Kataku dalam hati.

langkah kaki yang berwara-wiri, menuju titik tujuan akhirnya untuk segera menyelesaikan target aktivitasnya. Menanti kertas putih yang bertuliskan “negatif”, kami tentunya tidak menyia-nyiakan hari terakhir ini untuk mempersiapkan keberangkatan nanti malam.

“Ayo kita kumpul dulu!” Ajakan dari pelatih Safina kepada kami bertiga.

Dengan lirih beliau menyampaikan dengan penuh kesabaran dan ketegasan, mengoreksi segala persiapan kami, tentu bukan hal yang mudah untuk bisa melewati berbagai hambatan dari semalam tadi. Karena Allah menjanjikan kejayaan ummatnya dengan mereka terus bersabar dan menjaga sholatnya

“Kesalahan itu terkadang tidak semuanya karena kesalahan, tapi jadikan kesalahan itu adalah sebuah pembelajaran.” Quotes singkat penuh banyak makna dari pelatih kami.

Bahwasannya kegagalan itu tidak sepenuhnya harus gagal semua, tapi bagaimana cara kita bertindak dengan penuh keyakinan, agar kegagalan itu menghasilkan buah yang manis. Untaian kata demi kata, aku pahami dan pelajari, apa sih maksud dari Allah terhadap kegagalan kami semalam tadi? Apa yang membuat detik-detik keberangkatan kami dipenuhi dengan berbagai macam ujian? Oh, ketemu sudah jawabannya.

“Luruskan lagi niat kita, ikhlaskan lagi hati kita, kita mau ngapain disana. Jangan sampai pulang dari sana tidak menghasilkan. Sekarang persiapkan semuanya secara matang-matang, dan kita saling maaf-maafan agar Allah permudah perjalanan serta dakwah kita disana.” Ucap pelatih Safina sambil menarikkan ujung kedua bibirnya

Alhamdulillah, semoga Allah Ridho terhadap perjalanan kami semua, Aamiin

——————————-

“Hasilnya negatif semua kan mba?”

“Iya negatif”

“Alhamdulillaaaahhh.”

Akhirnya drama per rapid an bersama laki-laki di tempat Check in itu sudah berakhir. Huft, semoga saja pandemi Covid19 ini segera berakhir dan harus musnah dari alam semesta ini.

“Passport, Visa, hasil PCR, alamat tempat tinggal, tiket, alhamdulillah semua sudah lengkap!” Kata Oca sambil merapikan berkas-berkas.

Sekali lagi kami periksa semua perlengkapan yang akan dibawa, untuk memastikan bahwa kami sudah siap untuk berangkat.

Aku jadi teringat perkataan Alm. syeikh Ali Jaber, bahwasannya hidup hanya sekali. Teruslah memaafkan banyak orang, berhati ikhlas, sabar dan berlapang dada. Segala yang terjadi sudah atas izin Allah, jangan di sesali tinggal kita yang sebagai hambaNya, bagaimana caranya untuk bisa terus meningkatkan amal ibadah kita kepada Allah.

Sudah siapkah bekal kita untuk di perjalanan di Akhirat nanti?
Yuk pantaskan diri!

“kami pamit ya, do’akan semoga semuanya lancar.” Lambaian tangan dibalik kaca mobil kepada mereka yang mengharapkan kami pulang dengan misi suksesnya RQV di negara Turki.

“Bismillah.”

Selama perjalanan, ku amati semilir angin, embun malam yang mengingatkanku kepada pesan mama.

“Hati-hati di negri orang, semoga sukses ya.”

————————-

Tenggg!! Check in.

Yasss!! Akhirnya kami berhasil melewati meja check in itu, aku mengira akan bertemu lagi dengan si laki-laki yang kemarin. Huftt, Alhamdulillah setelah melewati rangkaian cerita yang penuh dengan drama, Boarding Pass sudah ditangan kami masing-masing dan segera menuju gate 8.

Menunggu sejenak menikmati lukisan alam nan indah. Allah Maha Baik ya, rencana manusia hanya sebatas ancang-ancang. Namun jika takdir yang sudah bermain, Allah tetapkan bahwa itu baik untuk dirinya ataupun sebaliknya.

00.45 dini hari, tujuan Qatar akhirnya dipanggil untuk segera memasuki pesawat.

Bismillah, semoga keberangkatan kami berempat Allah Ridhoi, Aamiin.

Gludak, gluduk!! suara sepatu dan koper kami yang mereka tidak sabar menginjakkan kakinya ke tanah Turki.

Kami menaiki pesawat Airbuzz Qatar Airways, dimana ini adalah perdana untuk kami menginjakkan tanah peradaban.

“waahh merah” kata kami serempak.

Merah? Apa yang merah? Ada apa dengan warna merah?

BERSAMBUNG.

BY Muna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

RQV Indonesia adalah Lembaga Nasional yang bergerak di bidang Pendidikan – Sosial – Kemanusiaan dengan lebih dari 30.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Menara 165 Lantai 4 Jl. TB Simatupang Kav. 1, Cilandak Timur, Jakarta Selatan

Kantor Operasional

Rukan Sentra Office Blok D No. 3 Jl. Boulevard Raya Barat, RT.004/RW.019 Jaka Setia, Kec. Bekasi Selatan

HOTLINE :

Copyright @ 2020 – Rumah Quran Violet | Support by Dokter Website

Need Help? Chat with us