Kisah Syarifah Sang Yatim

Kisah Syarifah Sang Yatim

Perkenalkan nama saya syarifah, usia  12Th  saya berasal dari Kebumen Jawa tengah.  Status saya Yatim,waktu itu ayah meninggal disaat usia saya beranjak 5Th. Saya anak kedua dari 3 bersaudara, ayah saya meninggal karena ….

Semenjak ayah saya meninggal, perekonomian keluarga sangat rendah karena waktu itu ibu belum bisa menggantikan peran sebagai ayah, ibu masih sangat terpukul dengan kepergian ayah sempat sampai satu bulan berturut-turut ibu menangis dan masih tak menyangka.

Setelah beberapa bulan kemudian,ibu pun berpikir jika terus begini bagai mana dengan anak-anak. akhirnya ibu bersemangat untuk bangkit dan menjadi tulang punggung keluarga. Waktu itu ibu bekerja di pabrik kerupuk dan pabrik bulu mata, entah seperti apa ibu membagi waktu untuk bekerja banting tulang dikedua pabrik itu. Mungkin karena ibu melihat perekonomian sangat kritis sedangkan 3 anaknya sudah mulai tumbuh, tak kenal lelah dan tak kenal capek disitulah ibu mengambil keputusan untuk bekerja di kedua pabrik itu hanya karena demi ke-3 anaknya.

Diusia yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ayah, saya malah di tinggal oleh sosok seorang ayah. Ketika itu Abang, saya dan adik saya waktu itu masih sangat kecil, harusnya tumbuh dengan kasih sayang tetapi kami tumbuh dengan kurangnya kasih sayang dari sok seorang ayah. Kami terkadang iri melihat anak yang seusia kami mempunyai keluarga yang itu dan lengkap. Tak heran ketika kakak saya sekarang tumbuh dengan keegoisannya. Wataknya keras dan berhati jahat, berani membantah dan berani melawan. Ketika kemauannya tidak dituruti dia bisa bersikap semaunya, dan saya yang menjadi pelampiasan amarahnya. Terkadang saya menjadi tempat pelampiasannya, Saya sering dipukuli sampai memar dibadan karena tidak menuruti apa yang di mau dia.

Sekarang saya, ada di RQV Indonesia disini saya menukan sosok seorang Ayah dan menemukan saudara saudara baru dari berbagai daerah. Kini hari hari saya pun sangat Bahagia, apa lagi sekarang di setiap harinya di temani juga dengan Al-Qur’an.

CUT MAU JADI USTADZAH

CUT MAU JADI USTADZAH

“Mamak… Icut Mau Jadi Ustadzah…” Itu yang selalu ia katakan kepada mamaknya. Gadis kecil yang mau menjadi ustadzah ini bernama Cut Melinda, orang biasa memanggilnya Cut atau Icut. Cut adalah yatim yang berasal dari Banda Aceh, saat ini usianya sudah 10 tahun.  Cut telah menjadi Yatim ketika usianya masih 9 tahun, hampir 1 tahun Almarhum Ayahnya meninggalkan Icut bersama Mamak dan Adik tersayangnya.

Sepeninggal Ayahnya, Mamak Icut menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja serabutan kadang ia menjadi pembantu tetangga, buruh cuci baju dan lainnya. Semuanya ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan anak-anaknya. Apalagi rumah yang ia tempati sekarang hanyalah rumah sewa bukan rumah milik pribadi, jadi ia harus memikirkan uang untuk membayar sewa rumahnya.

 

“Mamak… Icut Mau jadi Ustadzah…” Kalimat itulah yang sering Icut ucapkan ketika ditanya tentang mimpi dan cita-citanya. Membuat Mamaknya tak henti-hentinya meneteskan air mata ketika sang buah hati memiliki mimpi untuk menjadi seorang Ustadzah. Ia sangat terharu dan bahagia anaknya ingin menjadi seorang yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Ia akan berusaha semaksimal mungkin agar anaknya dapat menggapai cita-citanya tersebut.

Awalnya Mamak Icut putus asa, karena ia tidak tau harus mencari kemana biaya yang banyak untuk membiayai pendidikan Icut untuk menjadi Ustadzah, karena untuk hidup sehari-hari saja su;it. Sampai pada suatu hari ia dan anaknya mengikuti pengajian yang di selenggarakan oleh RQV Indonesia cabang Aceh untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an. Dan mendapat kabar bahwa ada beasiswa untuk Yatim Penghafal Al-Qur’an di RQV Indonesia. Mamak Icut sangat gembira mendengarnya, ia langsung bersemangat untuk mendaftarkan Icut dan mengurus segala keperluan dan berkas-berkas yang harus disiapkan. Ia sangat berharap Icut lolos dan bisa mengikuti pelatihan di Rumah Qur’an Yatim RQV Indonesia. Setelah mengikuti prosedur akhirnya Icut lolos dan ia sangat bahagia mendengarnya, ia berharap cita-cita Icut dapat tercapai di masa depan.

Saat ini Icut sedang belajar di Rumah Qur’an Yatim RQV Indonesia. Berusaha untuk menggapai cita-citanya menjadi seorang ustadzah dan ingin sekali membahagiakan kedua orang tuanya di Surga-Nya kelak dengan memberikan Mahkota dan Jubah Kemuliaan. Dan Icut juga ingin sekali teman-temannya dapat menghafal Al-Qur’an sama sepertinya di RQV Indonesia. Karena menurutnya banyak diluar sana yang sama sepertinya, ingin sepertinya namun terhalangi oleh biaya.

SEORANG GADIS YANG DITINGGAL ORANG TUANYA SEJAK BERUSIA 9 TAHUN

SEORANG GADIS YANG DITINGGAL ORANG TUANYA SEJAK BERUSIA 9 TAHUN

Nur Rambe seorang gadis berusia 19 tahun yang merantau dari Labuhan Batu ke daerah Jakarta. Rara sapaan akrabnya, Rara adalah seoranga gadis yang sangat Tangguh dan kuat. Ketika ditanya “kenapa sih mau merantau jauh dari rumah?”. Gadis itu menjawab “imam syafi’i pernah berkata jika kamu ingin sukses maka  merantau lah”.  Itu lah alasan terkuat Rara untuk untuk merantau sejak ia duduk di bangku SMP.

Sejak usianya 9 tahun Rara sudah yatim piatu. Almarhum kedua orang tuanya adalah seorang petani semasa hidupnya. Mereka suka sekali pergi kesebrang sungai untuk memperjual belikan hasil perkebunannya. Dagangannya di titipkan kepada kakak sang ayah, karena beliau tinggal di sebrang sungai  bahkan sang ayah, ketika sedang kemarau pergi kesebrang tidak memakai perahu.

Suatu ketika, ayah, ibu dan kakaknya Rara pergi menyebrangi sungai ingin menjual hasil panennya, ketika ditengah-tengah sungai perahu itu terbalik karena terkena ranting kayu. Semua sayuran yang mereka bawa hanyut, ayah, ibu dan kakanya Rara pun ikut hanyut. Di hari itu juga Rara mendengar kabar sang ayah tenggelam di sungai. Awalnya Rara tenang mendengar kabar itu kerana tau sang ayah mahir dalam berenang. Seketika Rara kaget karena bukan sang ayah saja yang tenggelam disungai ternyata sang ibu dan seorang kakak Rara pun ikut tenggelam.

Di hari pertama pencarian mereka tidak ditemukan oleh tim sar. Hari ketiga barulah ditemukan jasadnya secara berurutan awalnya ketika asar jasad sang kakak yang di temukan, ketika magrib jasad sang ibu, dan yang terakhir ketika isya barulah jasad sang ayah yang ditemukan.

Saat ini Rara mengikuti pelatihan di rumah  Qur’an Yatim RQV Indonesia. Ia memulai aktifitasnya mulai dari jam 02.00 dini hari, yang ia lalukan adalah tahajud dan lanjut menghafal al-qur’an. Hari harinya kini lebih berwarna lagi karena ia sakarng lebih dekat dengan al-qur’an.

Ketika ditanya seneng tidak kamu masuk ke RQV Indonesia, ia menjawab “ seneng sekali bisa masuk RQV Indonesia karena bisa dapet keluarga baru”.

Rara juga tidak mudah bisa masuk RQV Indonesia karena para kakaknya yang sangat sayang sekali kepadanya. Sampai-sampai bingung untuk memberikan ijin kepada Rara merantau.

Need Help? Chat with us