Kisah Qorun Yang Serakah

Kisah Qorun Yang Serakah

Qorun di kisahkan pada Al-Qur’an surah Al-Qasash ia adalah sorang hamba yang merupakaan kaum dari Nabi Musa AS. Ia adalah salah sorang hamba yang taat, Qorin tinggal dengan istri dan anak-anaknya. Qorun sangat kesulitan untuk memberi makan anak-anaknya hingga terkadang mereka tidak makan samapi tiga hari bahkan lebih.

Suatu ketika Nabi Musa AS menghampiri Qorun, Nabi Musa AS menyakan kabar dan kondisinya. Qorun menceritakaan keluh kesahnya terhadap Nabi Musa AS, seketika Nabi Musa AS merasa iba lalu di saat itu juga beliau berdo’a, meminta agar Qorun dan keluarga diangkat derajatnya dan selalu di permudah segala urusannya.

Qorun pun langsung menekuni kerajinan yang telah di ajarkan oleh Nabi Musa AS, hasil kerajina ia pun laku keras seketika Allah pun memberi rezeki yang sangat berlimpah padanya. seiring berjalannya waktu harta ia makin berlimpah, tetapi ia bukannya semakin dekat dengan Allah malah semakain jauh dan sombong. Seperti di dalam surat Al-Qasash ayat 76, ia di beriharta berlimpah oleh Allah sampai-sampai, kunci harta tersebut sangat berat  meskipun orang yang sangat kuat yang mengangkatnya.

Pada suatu ketika ada seseorang suruhan Nabi Musa AS mendatangi orang-orang kaya pada zaman itu, untuk meminta menyisihkan sebagian hartanya untuk zakat.  Qorun yang sombong menjawab, “Sesungguhnya aku diberi harta karena ilmu yang kumiliki.” Tak hanya itu, kemudian Qorun pun menunjukkan kekayaannya dengan iring-iringan pawai. Melihat Qorun, orang-orang yang menghendaki kesenangan dunia berharap bisa kaya seperti dirinya.

Melihat Qorun yang sombong, akhirnya Allah menenggelamkan Qorun beserta hartanya ke dalam bumi. Tidak ada baginya suatu golongan apa pun yang bisa menolongnya dari azab Allah.

Kisah Qorun memberi kita pelajaran bahwa harta yang banyak belum tentu mampu membawa kita kepada keberkahan apabila tidak disyukuri dan dibayarkan zakat, justru bisa membawa kita kepada azab yang sangat pedih.

KISAH PEMABUK YANG MASUK SURGA

KISAH PEMABUK YANG MASUK SURGA

KISAH PEMABUK YANG MASUK SURGA

HAI SOBAT VIOLET! Seorang pemabuk pasti akan di adzab oleh Allah apabila dia tidak bertobat sampai akhir hayatnya. Tapi, ada pemuda di zaman Rasulullah yang suka sekali mabuk lalu dia masuk surga, tahukan kalian siapa dia? Namanya adalah Nuaiman seorang pemabuk yang masuk ke dalam surga. Apa yang membuat Nuaiman bisa masuk surga? Padahal dia suka mabuk, lalu kenapa dia masuk ke dalam surge? Yuk simak cerita di bawah ini.

 

Nuaiman adalah sahabat yang hidup sezaman dengan Rasulullah, namun ada yang tidak senang dengan kebiasaan nuaiman yang hampir tiap pagi hari mabuk. Selain itu gemar bercanda bahkan sering iseng terhadap Rasul.

Pernah suatu ketika, sesaat setelah sadar dari mabuknya, Nuaiman merasa perutnya keroncongan karena lapar. Tanpa banyak pikir panjang, nuaiman mencegat penjual makanan yang kebetulan lewat di depan masjid lalu memesan dua bungkus.

Sembari menunggu penjual menyiapkan pesanannya, Nuaiman masuk halaman masjid lalu mengajak Rasul untuk makan bersama. Rasul kemudian berdiri dan menuju ke arah Nuaiman yang sudah memegang dua bungkus makanan. Mereka berdua duduk lantas menyantap makanan tersebut.

Setelah makanan habis, Rasul hendak kembali ke masjid namun dihadang oleh Nuaiman.

“Mau kemana ya Rasul? Habis makan masak tidak bayar,” kata Nuaiman.

Rasul pun dengan senyumnya balik tanya, “Yang pesan kamu kan?”.

“Betul ya Rasul,” jawabnya sambil berdehem. Nuaiman melanjutkan perkataannya, “Di mana-mana raja itu mengayomi rakyatnya, penguasa melayani warganya,  bos mentraktir karyawannya, masak saya yang harus bayar ya Rasul?”

Rasul lantas merogoh kocek sambil memberikan sejumlah uang kepada Nuaiman dengan senyum yang agak terkekeh.

Pasca kejadian tersebut, kebiasaan mabuk Nuaiman tak kunjung berhenti. Sampai suatu ketika beberapa sahabat menghampiri Nuaiman yang masih dalam keadaan mabuk. Nuaiman lantas berdiri karena beberapa sahabat tersebut menghampiri.

“Ada apa?” Tanya Nuaiman.

“Salah seorang sahabat langsung memarahi Nuaiman dengan makian. “Kamu ini setiap hari bersama Rasul, tapi kelakuan mu tetap saja seperti ini, apa nggak malu sama Rasul?”

Sahabat yang lain meneruskan, “Dasar kamu ini orang bejat, tidak pantas orang sepertimu mencintai  Rasul karena pasti bakal di laknat oleh Allah atas perbuatanmu ini”.

Dalam keadaaan beberapa sahabat masih memaki dan menghujat Nuaiman, Rasulullah lewat dan langsung menanyakan apa yang sedang terjadi. Salah satu sahabat menceritakan kejadian sesaat sebelum Rasul datang.

Setelah mendengarkan keterangan, seketika Rasulullah memarahi para sahabat, “Jangan pernah sekali lagi kalian semua menghujat dan melaknat Nuaiman, meskipun dia seperti ini tapi dia selalu membuatku tersenyum, dia masih mencintai Allah dan Aku, dan tidak ada hak bagi kalian melarang Nuaiman mencintai Allah dan mencintaiku sebagai Rasul.”

 

Disebutkan dalam berbagai riwayat, Nu’aiman akan memasuki surge dengan tertawa. … “Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Nuaiman ketika meninggal dunia akan masuk ke dalam surga dengan tertawa karena ia selalu menyenangkan Rasulullah SAW dan para sahabat,”

 

Nah, sekarang teman-teman tahu, kan mengapa Seorang pemabuk seperti Nuaiman bisa masuk ke dalam surga? ya, dia masuk ke dalam surge karena sifat polosnya dan dia selalu mengerjakan sesuatu dengan hati, bukan karena di buat-buat ataupun ingin dilihat oleh para sahabat. Wallahualam bishawab.

 

 

Need Help? Chat with us