Rizky Ingin Berubah Menjadi Lebih Baik Lagi

Rizky Ingin Berubah Menjadi Lebih Baik Lagi

Rizky Thalib Suhandi adalah anak pertama dari dua bersaudara. Sang ibu adalah istri kedua sang ayah. Ia memiliki tiga Saudara tiri dari istri pertama ayahnya. Ayah dan Ibu ia berbeda tempat tinggal. Semasa rizky kecil ia hidup berdua bersama ibunya di Sukabumi Dan ayahnya merantau bekerja di jakarta . Pada usia Rizky yang ke-6 tahun sang ibu meninggal di karenakan sakit kanker yang di deritanya. Setelah ibunda wafat Risky tinggal di jakarta bersama sang ayah.

semasa sekolah bisa di kata rizky melakukan kenakalan yang dilakukan anak remaja umumnya mengikuti pergaulan yang membentuk jiwa rizky menjadi sedikit temperament. Banyaknya kesalahan kesalahan yang ia lakukan kini berubah menjadi banyak penyesalan penyesalan. Pada saat rizky berumur 17 tahun dimana masa masa sulitnya mengontrol nafsu dan dirinya sendiri.

Suatu ketika sayap kedunya pun patah. Posisinya saat itu rizky sedang tertidur Dan sang ayah bekerja sebagai ojek, tiba tiba ada yang mengetok pintu rumahnyaa,  ” tok, tok, kii bapak udah gaada kii!!! “. Awal respon yang di tunjukan oleh rizky adalah biasa saja karena pada saat itu ia belum Sadar seutuhnya. Maka sang adik pun pergi mencari tahu apakah benar yg di Katakan seorang saksi tadi. Pada saat sang adik menyaksikan Dan menceritakan kejadian naas tersebut barulah rizky percaya, saat itu rizky merasa sangat menyesal dadanya sesak menerima kenyataan bahwa sayap kedua yang ia miliki kini telah tiada. Ia merasa malu dan sangat bersalah karena ia belum bisa menjadi apa apa bagi kedua orang tuanya.

Setelah itu ia di asuh oleh sang ibu tiri Dan saudara tiri selama setengah tahun berlangsung. Ia pun dipondokan oleh ibu tirinya, di pondok ia melakukan pelanggaran Dan hingga tiba dimana ia terlibat kasus yang dimana mengharuskan Ia keluar dari pondok tersebut. Sepulangnya ia dari pondok keluarganya mendapat tawaran dari salah satu kenalan kakak tirinya (Ibu Neneng) agar rizky masuk ke sebuah lembaga pelatihan Qur’an tahfidz dan sekarang Alhamdulillah sudah bergabung di RQV Indonesia .

Banyak faktor faktor yg membentuk karaktrer diri rizky seperti dulu yaitu pergaulan dan mungkin frustasi dengan masalah-masalah yang ia hadapi dan memicu rizky ikut bergabung masuk kedalam pergaulan teman-temannya, sehingga ia membuat onar.

Harapan kedepannya semoga ia bisa mengubah perilaku perilaku buruknya dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan bermanfaat bagi orang banyak.

Perasaan rizky sejauh ini bergabung di RQV Indonesia senang dan bahagia karna disini dia mendapatkan banyak nilai nilai positif bersama teman-teman yang menebar berkah cahaya  bersama Al-Qur’an .

Tujuannya kini setelah mengenal RQV ingin membentuk karaktrer diri lebih baik lagi serta menjadi Cahaya penyelamat di akhirat kelak untuk kedua orang tuanya dengan menjadi penghafal Al-Qur’an.

 

_ Pesan untuk ayah dan ibu _

” Ayah, ibu kalian ynag tenang disana ya, maaf rizky belum bisa membanggakan ayah dan ibu. Tapi rizky berusaha untuk berubah menjadi baik Dan terbaik”.

 

 

 

KISAH SEORANG ANAK YATIM YANG TERPAKSA HARUS MENGGATIKAN POSISI SANG AYAH

KISAH SEORANG ANAK YATIM YANG TERPAKSA HARUS MENGGATIKAN POSISI SANG AYAH

Muhammad solihin  anak perantauan dari kabupaten gowa, Makassar. Lahir pada tanggal 3 september 2001. Ia adalah anak yang selalu berusaha dan suka hal yang menantang, ia adalah anak pertama dari emapat bersaudara, lahir dari dari orang tua sederhana ayahnya yang berdarah Aceh dan Ibunya yang berdarah makassar, ia tak tau kisah cinta kedua orang tuanya, kenapa mereka bisa bertemu.

Ayah solihin baru saja meninggil dunia pada tanggal 3 Januari 2020. Semasa hidupnya sang ayah menjalankan perannya dengan sangat hebat ia sangat sangat sayang sekali dengan Ayahnya, tetapi beliau selalu berkerja keras untuk menafkahi keluarga kecilnya, sehingga saat ia duduk di bangku Sekolah Dasar. Ia jarang sekali bertemu ayah karena ayanya berkerja di kampung halamannya  jauh dan jarang sekali pulang kerumah. Tetapi ketika ia di duduk di bangku MTS, ia selalu bertemu denga ayahnya karena keluarga mereka di bawa ke Aceh ikut dengan sang ayah kedaerah sang ayah bekerja. Pada saat ia masuk SMA orang tuanya memutuskan untuk Kembali ke Sulawesi, tapi sang ayah masih bekerja di Aceh. Jadi, kami Kembali seperti dulu selalu di tinggal sang ayah merantau untuk bekerja.

Suatu ketika, keluarga ia mendapatkan kabar kalau sang ayah sakit dan pulang ke Sulawesi. Sakitnya pun bikin kami sekeluarga terkejut ternyata sang ayah mengidap sakit yang sakat parah dan konflikasi. Awalnya ayah terkena stroke, Ibu ia pun merwat sangat sabra dan sangat tekun. Ayah pun sembuh dan tak lama ayah pun terkena penyakit lagi yaitu gagal ginjal. Ayah pun haruh menjalankan cuci darah rutin setiap bulannya. Tetapi ayah ia hanya menjalani cuci darah hanya emapat kali saja. tak lama pun sang ayah meninggalkannya untuk selama-lamanya.

Ketika ayah ia sudah tiada, ia sebagai anak pertama harus menggantikan posisi sang ayah. Menjadi tulang punggu keluarganya. Ia sudah banyak sekali pengalam berkerja yang awalnya hanya membantu orang tuanya sampai bekerja di pabrik. Tapi ketika pandemic datang melanda, ia tiba tiba di PHK oleh pabrik, ia berfikir tidak boleh ia menyerah sampai sini. Ia pun bekerja sebagai kuli bangunan, walai pun hasilnya tak banyak tapi hasilnya bisa membantu untuk Ibunya yang bekerja sebagai petani.

Solihin pun sempat berfikir ia tak boleh begini terus suka merokok, begadang setiap hari, dan terkadang ia pulang tengah malam. Ia berfikir makin lama makin tidak nyaman dengan pergaulannya saat itu dan ia selalu jahat dengan tubuhnya. Dan pada akhirnya ia berfikir ‘ayah ia menamakan Namanya Muhammad solihin’ agar ia menjadi anak yang bijak dan sholeh. Ia pun mencari tempat untuk berubah. Pada akhirnya aku bertemu temanku dari Aceh, temannya pun menawarkan agar ia masuk ke ke RQV Indonesia, pada akhirnya ia pun tertarik dan mendaftar. Awalnya ia terkendala oleh biaya, ternya saudaranya mendengar karena ia ingen ke Jakarta, akhirnya saudaranya pun ingin membiayai pemberangkatannya.

Sekarang solihin pun sangat senang bisa ada disini ia bertemu dengan keluarga barunya, dan ia semakin tenang karena kini hari-harinya selalu dengan Al-Qur’an dan teman-temannya selalu mengikat ia dengan hal-hal yang baik.

 

 

Kisah Gadis Piatu berdarah Sunda

Kisah Gadis Piatu berdarah Sunda

Ega Mawarni seorang gadis berdarah sunda, lahir di Bogor,23 Maret 2001. Ia adalah seorang gadis yang sangat ceria, bahkan ia bisa menebarkan keceriannya pada orang lain. Ega sangat aktif ketika masih duduk bangku SMA. Ia juga bergabung di organisasi sekolah yaitu OSIS dan ia mengikuti kegiatan kepramukaan di sekolahnya. Ega juga sangat tertarik dengat Bahasa Arab bahkan ia pernah menekuni belajar Bahasa Arab. 

Ibu-nya meninggal ketika Ia berusia 14 tahun, tepat pada waktu itu ia masih duduk di bangku kelas 9 SMP. Ketika ia mempersiapkan ujian nasional dan perlombaan paskibra saat itu. Ibunya sebelum meninggal mengidap penyakit diabetes, tetapi karena keluarga heran dengan penyakit ibunya mereka berpikir kalau ibunya telah diguna-guna. Disaat ibunya di rumah sakit Ega sangat sabar merawat Ibunya seorang diri. Suatu ketika sang ibu meminta di belikan sesuatu karena lapar. Ega pun tak tegak melihat ibunya kelaparan. Ia langsung bergegas keluar di saat itu sudah hampir tengah malam Ega membranikan dirinya untuk mencari makanan untuk sang ibu. Ketika ia sedang jalan entah apa yang sedang ia pikirkan sampai-sampai ia terjantuh dan hampir tetabrak oleh mobil truk.  

Suatu ketika, di saat ia sedang kedatangan keluarganya kerumah sakit, ia duduk diluar karena ada seorang dokter sedang menangani ibunya. Sambil menunggu ia berbaring dikursi tunggu, tak lama ia mendengar tangisan, tak lama tangisan itu semakain pecah membuat Ega sangat terkejut karna disaat itulah sang ibu menghembuskan nafas terakhirnya. Kepergian Ibu-nya menyiratkan pilu yang sangat mendalam, Ia tahu bahwa ayah nya tidak akan tinggal bersama-nya. Selama 7 hari kepergian ibu-nya, deraian air mata yang tak terbendung terus mengalir di pelupuk netra. Banyak saudara-saudara dari ibu-nya sendiri mengajak untuk tinggal di rumah mereka, tapi ega enggan menerima karena ia masih tak percaya akan kepergian ibu-nya. 

Setelah di bujuk akhirnya ega mau tinggal bersama adik kandung dari ibu-nya, ia sering menyebutnya dengan sebutan (bibi). Betapa pilunya waktu itu, sering terlintas dalam benak pikirannya “Aku yang terlalu lemah,ataukah jalan yang aku lalui teramat terjal”. Luka,hampa bahkan nestapa terus mengiringi perjalanan hidupnya. Karena kita tidak pernah tahu, bagaimana susahnya membalut luka dengan sebuah tawa. Namun, yang kita tahu pasti bahwa setiap manusia pernah berada di titik terendah dalam hidup. Kini pada akhirnya ega pun terus berjuang memunguti keeping-keping percaya diri yang sempat berceceran. 

Ia terus menjalani hidup senetral dan serealistis mungkin dan ia berkeyakinan tinggi bahwasannya ALLAH Swt. Menyayanginya dan di balik semua problematika hidup yang ia hadapi pasti ada hikmah yang tidak akan bisa di nilai oleh akal pikiran. Tanpa di ragukan keyakinan yang sempat ia tanamkan pada dirinya menjadi kenyataan, banyak orang-orang baik yang datang bukan hanya sekedar menghampiri tetapi mereka berbondong-bondong ingin menganggap ega sebagai keluarganya sendiri. 

Dengan kuasa-nya Allah sering membuat cara yang begitu unik untuk merayu hambanya yang bersedih, Ia pun  bangkit dan mengubur semua keterpurukan yang pernah ia alami. Setelah lulus MA dia sempat ngajar pramuka di beberapa sekolah, karena memang dia ada skil di pramuka. Tapi karena covid sekolah nya tidak di perbolehkan untuk melakukan kegiatan, sementara itu dia ngajar di TK saudaranya, itu pun jaraknya tidak jauh dari rumah tempat ia tinggal. Setelah 1 bulan ia ngajar di TK, tiba-tiba pimpinan TK mengajaknya ngobrol. Beliau memperkenalkan dan mengajak ega untuk gabung ke RQV INDONESIA. Kebetulan memang anaknya lagi mengemban ilmu di sana, karena ada hubungan saudara jadi ia di suruh ke sana nemenin anaknya. 

 

Sekarang Ega sudah mengembat ilmu di RQV Indonesia, walau pun sebelum masuk sini banyak sekali rintangannya, seperti keluarganya banayak sekali yang tidak setuju. ia masuk RQV Indonesia. Lama-kelamaan seiring berjalannya waktu dan ikhtiar dari Ega keluarga pun bnayak yang menyetujui Ega masuk RQV Indonesia. Ega pun sekarang menemukan keluarga barunya di RQV Indonesia, kini hari-harinya lebih bahagia lagi apa lagi sekarang aktifits Ega lebih sering dengan Al-Qur’an. 

  

Need Help? Chat with us