Kisah Gadis Piatu berdarah Sunda

Kisah Gadis Piatu berdarah Sunda

Ega Mawarni seorang gadis berdarah sunda, lahir di Bogor,23 Maret 2001. Ia adalah seorang gadis yang sangat ceria, bahkan ia bisa menebarkan keceriannya pada orang lain. Ega sangat aktif ketika masih duduk bangku SMA. Ia juga bergabung di organisasi sekolah yaitu OSIS dan ia mengikuti kegiatan kepramukaan di sekolahnya. Ega juga sangat tertarik dengat Bahasa Arab bahkan ia pernah menekuni belajar Bahasa Arab. 

Ibu-nya meninggal ketika Ia berusia 14 tahun, tepat pada waktu itu ia masih duduk di bangku kelas 9 SMP. Ketika ia mempersiapkan ujian nasional dan perlombaan paskibra saat itu. Ibunya sebelum meninggal mengidap penyakit diabetes, tetapi karena keluarga heran dengan penyakit ibunya mereka berpikir kalau ibunya telah diguna-guna. Disaat ibunya di rumah sakit Ega sangat sabar merawat Ibunya seorang diri. Suatu ketika sang ibu meminta di belikan sesuatu karena lapar. Ega pun tak tegak melihat ibunya kelaparan. Ia langsung bergegas keluar di saat itu sudah hampir tengah malam Ega membranikan dirinya untuk mencari makanan untuk sang ibu. Ketika ia sedang jalan entah apa yang sedang ia pikirkan sampai-sampai ia terjantuh dan hampir tetabrak oleh mobil truk.  

Suatu ketika, di saat ia sedang kedatangan keluarganya kerumah sakit, ia duduk diluar karena ada seorang dokter sedang menangani ibunya. Sambil menunggu ia berbaring dikursi tunggu, tak lama ia mendengar tangisan, tak lama tangisan itu semakain pecah membuat Ega sangat terkejut karna disaat itulah sang ibu menghembuskan nafas terakhirnya. Kepergian Ibu-nya menyiratkan pilu yang sangat mendalam, Ia tahu bahwa ayah nya tidak akan tinggal bersama-nya. Selama 7 hari kepergian ibu-nya, deraian air mata yang tak terbendung terus mengalir di pelupuk netra. Banyak saudara-saudara dari ibu-nya sendiri mengajak untuk tinggal di rumah mereka, tapi ega enggan menerima karena ia masih tak percaya akan kepergian ibu-nya. 

Setelah di bujuk akhirnya ega mau tinggal bersama adik kandung dari ibu-nya, ia sering menyebutnya dengan sebutan (bibi). Betapa pilunya waktu itu, sering terlintas dalam benak pikirannya “Aku yang terlalu lemah,ataukah jalan yang aku lalui teramat terjal”. Luka,hampa bahkan nestapa terus mengiringi perjalanan hidupnya. Karena kita tidak pernah tahu, bagaimana susahnya membalut luka dengan sebuah tawa. Namun, yang kita tahu pasti bahwa setiap manusia pernah berada di titik terendah dalam hidup. Kini pada akhirnya ega pun terus berjuang memunguti keeping-keping percaya diri yang sempat berceceran. 

Ia terus menjalani hidup senetral dan serealistis mungkin dan ia berkeyakinan tinggi bahwasannya ALLAH Swt. Menyayanginya dan di balik semua problematika hidup yang ia hadapi pasti ada hikmah yang tidak akan bisa di nilai oleh akal pikiran. Tanpa di ragukan keyakinan yang sempat ia tanamkan pada dirinya menjadi kenyataan, banyak orang-orang baik yang datang bukan hanya sekedar menghampiri tetapi mereka berbondong-bondong ingin menganggap ega sebagai keluarganya sendiri. 

Dengan kuasa-nya Allah sering membuat cara yang begitu unik untuk merayu hambanya yang bersedih, Ia pun  bangkit dan mengubur semua keterpurukan yang pernah ia alami. Setelah lulus MA dia sempat ngajar pramuka di beberapa sekolah, karena memang dia ada skil di pramuka. Tapi karena covid sekolah nya tidak di perbolehkan untuk melakukan kegiatan, sementara itu dia ngajar di TK saudaranya, itu pun jaraknya tidak jauh dari rumah tempat ia tinggal. Setelah 1 bulan ia ngajar di TK, tiba-tiba pimpinan TK mengajaknya ngobrol. Beliau memperkenalkan dan mengajak ega untuk gabung ke RQV INDONESIA. Kebetulan memang anaknya lagi mengemban ilmu di sana, karena ada hubungan saudara jadi ia di suruh ke sana nemenin anaknya. 

 

Sekarang Ega sudah mengembat ilmu di RQV Indonesia, walau pun sebelum masuk sini banyak sekali rintangannya, seperti keluarganya banayak sekali yang tidak setuju. ia masuk RQV Indonesia. Lama-kelamaan seiring berjalannya waktu dan ikhtiar dari Ega keluarga pun bnayak yang menyetujui Ega masuk RQV Indonesia. Ega pun sekarang menemukan keluarga barunya di RQV Indonesia, kini hari-harinya lebih bahagia lagi apa lagi sekarang aktifits Ega lebih sering dengan Al-Qur’an. 

  

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Need Help? Chat with us