GADIS YATIM JADI HAFIDZ QUR’AN

GADIS YATIM JADI HAFIDZ QUR’AN

GADIS YATIM JADI HAFIDZ QUR’AN

Ini adalah kisah seorang gadis remaja yang masih berusia 16 tahun, gadis yang lahir pada tanggal 28 April 2005 itu akrab di panggil dengan nama Lidya. Lidya mempunyai keahlian di dalam bidang seni dan kepramukaan, bahkan tidak sedikit lomba-lomba yang pernah dia ikuti. Lidya pernah meraih juara satu dalam lomba menari tingkat kabupaten, pernah juga menjuarai lomba di bidang pramuka yaitu, mendapatkan juara 3 dalam lomba semaphore dan juara 2 di lomba sandi morse (salah satu pelajaran di dalam pramuka). Selain itu Lidya juga pernah mengikuti lomba MTQ tingkat kacamatan.

Foto Lidya Mengikuti Lomba Kepramukan

Namun, di balik semua prestasi itu, Lidya termasuk korban bullying di sekolahnya. Hanya karena Lidya mempunyai ukuran tubuh yang kecil, akhirnya teman-temannya menjadikannya objek pembulian. Bahkan bukan karena hal itu saja, Lidya juga tidak di sukai oleh teman-temannya karena dia memiliki banyak prestasi di sekolah, sehingga membuat teman-temannya menjadi iri dengan dirinya. Karena faktor itulah membuat Lidya tumbuh menjadi pribadi yang tertutup, penakut, dan pendiam.

Lidya adalah seorang anak yatim. Dia kehilangan ayahnya disaat usianya masih 6 tahun. Karena itulah dia kehilangan sosok seorang laki-laki yang bisa melindunginya dan kehilangan teman untuk berkeluh kesah. Karena ayahnya adalah sosok yang sangat dekat dengan Lidya. Sehingga dia merasa tidak memiliki seorang pelindung dan teman untuk bercerita, ketika dia di bully di sekolah.

Bukan hal yang mudah untuk merubah kepribadian itu. Rasa takut yang selalu ada, membuatnya bingung harus bagaimana dan harus bercerita kepada siapa tentang hal ini. Sampai pada akhirnya Lidya menemukan tempat yang mampu membuatnya percaya pada dirinya sendiri. Percaya bahwa didalam dirinya terdapat kemampuan yang besar yang bisa dikembangkan. Tempat itu adalah RQV Indonesia. Di RQV Indonesia Lidya mampu berekspresi tanpa harus merasa takut di bully. Sehingga membuatnya menjadi lebih percaya diri dengan apa yang dia lakukan dan Lidya yang penakut, tertutup, dan pendiam sekarang sudah berganti menjadi Lidya yang berani, terbuka, dan sangat ceria. Dia berambisi ingin menjadi Hafidzah 30 Juz  yang berguna bagi Agama dan Negara. Bisa membahagiakan kedua orang tuanya di dunia dan di akhirat, karena baginya kado terindah untuk orang tuanya adalah ketika dia mampu memberikan jubah dan mahkota di Surga-Nya kelak.

Saat ini, aktivitas gadis asal Citereup, Bogor, Jawa Barat ini adalah menghafal Al-Qur’an di Rumah Qur’an Yatim RQV Indonesia. Dia memulai aktivitasnya dari pukul 02.00 WIB, memulai aktivitas dengan shalat tahajud dan dilanjutkan dengan menghafal Al-Qur’an. Hari-harinya jauh lebih indah, karena dia selalu bersama Al-Qur’an, dan melakukan kegiatan dengan berpedoman kepada Al-Qur’an. Semua masa lalunya yang suram, kini telah berganti menjadi hari-hari yang cerah dan penuh dengan semangat.

Foto Lidya Sedang Menyetorkan Hafalan Qur’annya

Lidya bisa menjadi seperti sekarang ini tentunya tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari Orang Tua Asuh Yatim Penghafal Al-Qur’an. Orang tua asuh sangat berperan penting bagi Lidya dan Yatim Penghafal Qur’an lainnya. Karena dukungan dan bantuannya membuat mereka merasa memiliki orang tua yang sangat peduli dengan dirinya dan membuat mereka semakin semangat untuk menghafal Al-Qur’an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Need Help? Chat with us