GADIS YATIM DARI LABUHAN BATU

GADIS YATIM DARI LABUHAN BATU

Nur Aira Tambak, gadis kecil berusia 12 tahun yang merantau dari Medan ke Jakarta untuk menjadi seorang penghafal Al-Qur’an di RQV Indonesia. Gadis kecil yang biasa disapa Aira itu merupakan seorang yatim. Ayahnya meninggal disaat usianya masih 6 tahun, usia dimana seorang anak perempuan sedang dekat-dekatnya dengan seorang ayah. Tapi tidak dengan Aira, di usianya yang ke-6 tahun, dia harus kehilangan sosok seorang ayah yang sangat dia sayangi. Begitu pahitnya alur kehidupan dunia ketika ditinggalkan seorang ayah, itu yang dirasakannya pada saat itu. Melihat teman-teman seusianya memiliki keluarga yang lengkap, bisa berkumpul bersama, dan bisa mengadukan perasaan ke ayahnya membuat hati kecil Aira menangis melihat pemandangan itu. Rasanya ingin sekali dia bisa memeluk dan bercerita dengan ayahnya.

Foto Kenangan Ayah dan Ibu Aira

Aira merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. Ibunya adalah seorang Ibu Rumah Tangga, untuk membiayai kehidupan sehari-hari dan pendidikan anak-anaknya dia hanya mengandalkan uang pensiunan dari suaminya, karena dia tidak bekerja. Aira sangat menyayangi ibunya, baginya ibu adalah satu-satunya harta yang paling berharga dan yang harus dijaga baik-baik. Ibu Aira sangat kuat menahan semua masalah yang menimpanya, namun Ibunya tidak mau memperlihatkan kepada Aira, karena Ibu tidak mau membuat Aira menjadi sedih melihat dirinya bersedih.

Sebelum keberangkatan Aira dan Ibunya ke Jakarta, mereka bingung karena tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiket pesawat, tidaklah sedikit uang untuk membeli tiket pesawat dari Medan ke Jakarta. Tapi, mereka bersyukur, masih ada keluarga yang mau membantunya untuk membelikan mereka tiket pesawat. Sehingga Aira bisa berangkat ke Jakarta dan Ibunya bisa mendampinginya ke Jakarta yaitu ke Rumah Qur’an Yatim RQV Indonesia.

Saat ini yang ingin Aira lakukan adalah membahagiakan orang tuanya dengan menghafal Al-Qur’an. Karena Aira tau keutamaan penghafal Al-Qur’an adalah dapat memberikan mahkota dan jubah kebanggaan untuk kedua orang tuanya di Surga-Nya. Itu yang sangat dia harapkan, bisa melihat ayah dan ibunya tersenyum karenanya di Surga-Nya. Karena ayahnya pernah mengatakan kepada anak-anaknya “Diantara kalian berlima, pasti adik kalian yang yang akan membanggakan kita semua”, dan Aira ingin mewujudkan ucapan Ayahnya. Aira ingin keluarganya bangga dan bahagia memilikinya. Dan Aira akan selalu ingat pesan ibunya sebelum kembali ke Medan “Jangan putus asa, apapun yang terjadi jangan pernah menyerah, Jangan berlarut-larut dalam kesedihan karena kesedihan itu bukan untuk diratapi, tapi yang haruus dilakukan adalah berusaha”.

Kegiatan Aira Menghafal Al-Qur’an

Di RQV Indonesia Aira tumbuh menjadi gadis kecil yang sangat aktif dan semangat. Aira telah menemukan keluarga baru di RQV Indonesia, bahkan Aira juga mendapatkan sosok Ayah yang sangat menyayangi dan memperhatikannya yaitu Abi Azmi (Presiden RQV Indonesia. Aira kini merasa memiliki keluarga yang lengkap dengan hadirnya sosok seorang Abi di hidupnya. Dan Aira juga tidak merasa sendiri lagi karena ternyata ada juga anak seusinya di RQV Indonesia yang juga kehilangan seorang Ayah tapi, mereka tetap semangat menjalani Hidup. Sehingga itu menjadi motivasi Aira untuk selalu semangat dan berkembang menjadi lebih baik lagi.

 

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Need Help? Chat with us