Ditinggal Sang Ayah Tercinta Ketika Sedang Menempuh Pendidikan

Ditinggal Sang Ayah Tercinta Ketika Sedang Menempuh Pendidikan

Zulfikar Batubara lahir di Palembang, 13 Oktober 2002. Ia adalah seorang pemuda yang sangat antusias dengan Namanya perubahan. Temannya selalu memanggilnya dengan sapaan Zull atau Fikar, Ia ini terkenal sangat periang dan selalu membuat sekelilingnyapun ikut merasakannya dengan jokes yang selalu di lontarkannya. Bahkan temannya ketika sedang murung ia selalu berusaha untuk menghiburnya, walaupun terkadang hati ia sedang tidak baik.

Ia juga sudah berani untuk merantau di usia yang bisa di bilang masih sangat muda. Zull merantau keluar pulau sumatera keluar dari daerahnya, untuk menyoba hal baru dan belajar. Setelah lulus ia bingung, untuk terus meneruskan Pendidikan atau tidak. Selama itu ia juga ikut dengan teman-teman di sekeliling bermain, nyumpul bareng dengan temannya. Zull juga ikut pergauan yang bisa di bilang bebas karena lingkungan yang ia dapat itu sangatlah keras dan kit aitu ia juga masih labil layaknya anak remaja.

Suatu ketika ia di tawari oleh saudaranya untuk melajutkan pedidikannya di RQV Indonesia. Awalnya Zull menolak untuk melajutkannya, tetapi ia berfikir lagi engga mungkin hidup ia harus seperti ini, ia harus melakukan peruhan bukan hanya pada diri sendiri tapi bisa merubah lingkungan dan dunia yang menurut ia janggal.

Ia sekarang adalah salah satu peserta di RQV Indonesia. Di tengah-tengah ia sedang mengikuti pelatihan keluarganya memberi kabar sang ayah sakit, ia pikir ayahnya sakit biasa ternyata terkena radang membuat sang ayah kesulitan untuk makan. Zull fikir penyakit itu tidak berbahaya. Ia pun selalu berdoa agar ayah lekas sembuh. Tetapi suatu ketika ayahnya meminta ia untuk pulang kerumah, akhirnya Zull memberanika diri untuk izin pulang kerumah untuk menemui ayah yang sedang sakit.

Ia pun langsung bergegas untuk pulang jalur darat dari Kota Bekasi Menuju Palembang. Zull tiba di rumah jam 08:00, ia pun masih sempat bercerita dengan sang ayah sambal memijat kaki sang ayah. Ia berniat untung hataman di pinggir sang, ketikaia sedang beristihat tiba ia di bangun jam 02:00 oleh ibunya, ibunya bertanya “Ayah kenapa Zull?” kedua mata sang ibu pun berkaca-kaca sambal melihat sang ayah. Zul pun bingung tapi ia masih berusa untuk tegar dan berbisik kepada ayahnya dua kalimat syahadan lalu berkata “Zull minta maaf, zul juga sudah ikhlas dan rela”. Disitu ayahnya menghembungkan nafas terakhirnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Need Help? Chat with us