BANGUN RUMAH QURAN DI TEPI LAUT, RQV INDONESIA MENGIRIMKAN SRIKANDI KE ACEH JAYA

BANGUN RUMAH QURAN DI TEPI LAUT, RQV INDONESIA MENGIRIMKAN SRIKANDI KE ACEH JAYA

 

Jum’at, 26 Maret 2021. Jaulah Qur’an adalah moment yang sangat dinanti oleh semua peserta di RQV Character Academy. Dimana pada saat Jaulah Qur’an ini kita bukan hanya belajar mengajar, tapi akan mengasah kemandirian dan menumbuhkan kedewasaan. Tak heran, jika mendengar kabar Jaulah Qur’an semua peserta penasaran siapa yang akan berhak mendapatkan kesempatan itu.

“Risma dan Sulis mohon segera untuk packing. Karena kita akan berpindah tempat Jaulah ke Calang, Aceh Jaya. Disana kita perdana akan mendirikan rumah Qur’an.” Tutur Pelatih Wahyu.

Dadakan memang, tapi ini tidak menjadi beban lagi buat kami. Karena kami sudah terbiasa dilatih untuk siap siaga di kondisi apapun dan dimanapun. Sekitar jam 11 siang kita berangkat dari Banda Aceh menuju Calang. Memang terdengar asing di telinga ketika mendengar kata “Calang”. Apalagi diantara kami semua asalnya bukan dari Aceh.

Dengar-dengar perjalanan menuju Calang ini sangat indah pemandangannya, tengok kanan ada barisan bukit yang berjajar, tengok kiri ada laut yang luas membentang.
Jalan yang berkelok-kelok membuat kepala pusing. Belum lagi dengan jalan raya yang pas-pasan yang membuat supir harus lebih fokus dan berhati-hati. Bahkan, kambing dan monyet ikut turun ke tepi jalan. Tapi setelah dipertengahan perjalanan kita singgah di jalan gurutee yang sudah menyajikan pemandangan luar biasa. Di sanalah kita menikmati keindahan alam dan mengabadikannya dengan potretan yang diambil telepon seluler kami.

Setelah empat jam lebih perjalanan, kita tiba di tempat Bunda Ellysa, salah satu calon RQV  cabang Calang . Nama desa nya unik, bahkan ada di tagline RQV Indonesia. Desa Bahagia. Desa pelosok, yang berada di pesisir pantai dan dikelilingi oleh bukit batu. Suara jangkrik dan serangga lainnya bersahutan setiap kali hari sudah mulai berganti malam. Desa yang masih asri menyuguhkan udara segar yang tak tercampur polusi. Penuh penjagaan, sehingga markas TNI dan Polisi pun mengelilingi.

Allah memberikan kesempatan kepada kami, ditempat indah ini untuk bersama-sama mengukir cerita hidup yang penuh sejarah. Tantangan, hambatan, ujian, rintangan bermacam silih berganti. Itu bukan suatu halangan untuk kami, Jaulah Qur’an kali ini akan lebih seru dari Jaulah Qur’an sebelumnya.

Nantikan kisah kita selanjutnya yaaaaa… byeee salam bahagiaaaa..

By: Srikandi Risma
#dailyrepoetAcehJaya-season1

Audiensi Tim RQV INDONESIA dengan KJRI, dalam Proyeksi Pembukaan Rumah Quran di Turki

Audiensi Tim RQV INDONESIA dengan KJRI, dalam Proyeksi Pembukaan Rumah Quran di Turki

 

Turki, 26 Maret 2021- Hampir satu pekan, tim RQV Indonesia  melakukan ekspansi di Turki. Hari ke-enam, tim RQV berkesempatan untuk melakukan audiensi sekaligus silaturrahim dan pengenalan RQV Indonesia ke KJRI (Consulate General of Republic of Indonesia) di Istanbul.

Saat ini, KJRI memfasilitasi Repatriasi mandiri 227 WNI, yang sebagian besar di antaranya adalah santri, yang terdampak pandemi COVID-19 di Turki. Audiensi kali ini, tim RQV INDONESIA Bertemu dengan Konsulat Jendral RI Pak Imam As’ari , Bu Elizabeth Diana Dewi (Sosyal Ve Kültürel İlişkiler), Bu Linda Duristi (Ketua MII). Sebagai langkah awal kehadiran RQV di support oleh KJRI untuk bisa menjadi Pioneer kegiatan Quran dan membawa nama harum Indonesia

“Saya sangat setuju dan mendukung kegiatan RQV ini, harapannya RQV bisa mengajak lebih banyak lagi masyarakat Turki untuk bersama-sama belajar Al-Qur’an dan memperluas kolaborasi dengan berbagai komunitas yang ada disini.” Jelas Pak Imam As’ari kepada tim.

Sehubungan  dengan pertemuan ini, bisa menjadikan langkah percepatan tim dalam membangun Rumah Quran Violet di Turki

“Sesuai empat karakter RQV yaitu Berani, Sehat, Kaya dan Bahagia adalah konsep yang sangat pas untuk direalisasikan kepada banyak orang.” Ucap Pelatih Fania Vivi Hikmawati

TURKISH RQV DAILY- SEASON 2

TURKISH RQV DAILY- SEASON 2

“Meoongggg!” Suara mengaung mendekati kakiku. Oh, si Surti rupanya, kucing kampung yang setia membersamai RQV di tempat pembelajaran kami, Rukan 003/005.

“Gludak! Gluduk!” Suara hentakan koper saat memasuki ruangan. Ketenangan pada heningnya dini hari membuat para penghuni rumah itu bangkit dari dunia mimpinya.

“Huuuhhhhh!” Kujatuhkan tubuhku ke kedua kasur yang sudah menyambut kedatangan kami dengan penuh kehangatan.
“Selamat berlalu untuk masa.”

———————————–

Mentari pagi menyinari bumi memberikan semangat baru untuk bisa menjadikan hari ini jauh lebih baik lagi. Kicauan burung nan hembusan angin yang lembut membuat hati para penghuni alam semesta ini seperti bunga yang merekah menampakkan dirinya, bahwa dirinya sangat baik-baik saja.
“Mun, siap-siap jam setengah enam kita tes PCR!” kata gadis Bogor kepadaku.

Tentu kami mempercepat  jalan kami untuk segera berangkat menuju Laboratorium Clinic Platinum.

“Ambil yang sameday aja!” Kata Pelatih Safina sambil menegaskan kalimat.

Satu-satunya cara untuk bisa duduk di kursi pesawat malam nanti, ambil jalan aman walaupun kantong menipis, hehe.

Sambil berjalannya waktu, ku persiapkan lagi secara maksimal apa-apa yang harus dan perlu di bawa nanti. Dan tentunya persiapan diri, baik secara fisik dan mental harus benar-benar matang. Air saja kalau di masak setengah matang, lalu diminum akan berdampak negatif bagi tubuh kita, sakit perut contohnya.
“Ku tinggal aja jaket ini, bukan warna ungu juga.” Kataku dalam hati.

langkah kaki yang berwara-wiri, menuju titik tujuan akhirnya untuk segera menyelesaikan target aktivitasnya. Menanti kertas putih yang bertuliskan “negatif”, kami tentunya tidak menyia-nyiakan hari terakhir ini untuk mempersiapkan keberangkatan nanti malam.

“Ayo kita kumpul dulu!” Ajakan dari pelatih Safina kepada kami bertiga.

Dengan lirih beliau menyampaikan dengan penuh kesabaran dan ketegasan, mengoreksi segala persiapan kami, tentu bukan hal yang mudah untuk bisa melewati berbagai hambatan dari semalam tadi. Karena Allah menjanjikan kejayaan ummatnya dengan mereka terus bersabar dan menjaga sholatnya

“Kesalahan itu terkadang tidak semuanya karena kesalahan, tapi jadikan kesalahan itu adalah sebuah pembelajaran.” Quotes singkat penuh banyak makna dari pelatih kami.

Bahwasannya kegagalan itu tidak sepenuhnya harus gagal semua, tapi bagaimana cara kita bertindak dengan penuh keyakinan, agar kegagalan itu menghasilkan buah yang manis. Untaian kata demi kata, aku pahami dan pelajari, apa sih maksud dari Allah terhadap kegagalan kami semalam tadi? Apa yang membuat detik-detik keberangkatan kami dipenuhi dengan berbagai macam ujian? Oh, ketemu sudah jawabannya.

“Luruskan lagi niat kita, ikhlaskan lagi hati kita, kita mau ngapain disana. Jangan sampai pulang dari sana tidak menghasilkan. Sekarang persiapkan semuanya secara matang-matang, dan kita saling maaf-maafan agar Allah permudah perjalanan serta dakwah kita disana.” Ucap pelatih Safina sambil menarikkan ujung kedua bibirnya

Alhamdulillah, semoga Allah Ridho terhadap perjalanan kami semua, Aamiin

——————————-

“Hasilnya negatif semua kan mba?”

“Iya negatif”

“Alhamdulillaaaahhh.”

Akhirnya drama per rapid an bersama laki-laki di tempat Check in itu sudah berakhir. Huft, semoga saja pandemi Covid19 ini segera berakhir dan harus musnah dari alam semesta ini.

“Passport, Visa, hasil PCR, alamat tempat tinggal, tiket, alhamdulillah semua sudah lengkap!” Kata Oca sambil merapikan berkas-berkas.

Sekali lagi kami periksa semua perlengkapan yang akan dibawa, untuk memastikan bahwa kami sudah siap untuk berangkat.

Aku jadi teringat perkataan Alm. syeikh Ali Jaber, bahwasannya hidup hanya sekali. Teruslah memaafkan banyak orang, berhati ikhlas, sabar dan berlapang dada. Segala yang terjadi sudah atas izin Allah, jangan di sesali tinggal kita yang sebagai hambaNya, bagaimana caranya untuk bisa terus meningkatkan amal ibadah kita kepada Allah.

Sudah siapkah bekal kita untuk di perjalanan di Akhirat nanti?
Yuk pantaskan diri!

“kami pamit ya, do’akan semoga semuanya lancar.” Lambaian tangan dibalik kaca mobil kepada mereka yang mengharapkan kami pulang dengan misi suksesnya RQV di negara Turki.

“Bismillah.”

Selama perjalanan, ku amati semilir angin, embun malam yang mengingatkanku kepada pesan mama.

“Hati-hati di negri orang, semoga sukses ya.”

————————-

Tenggg!! Check in.

Yasss!! Akhirnya kami berhasil melewati meja check in itu, aku mengira akan bertemu lagi dengan si laki-laki yang kemarin. Huftt, Alhamdulillah setelah melewati rangkaian cerita yang penuh dengan drama, Boarding Pass sudah ditangan kami masing-masing dan segera menuju gate 8.

Menunggu sejenak menikmati lukisan alam nan indah. Allah Maha Baik ya, rencana manusia hanya sebatas ancang-ancang. Namun jika takdir yang sudah bermain, Allah tetapkan bahwa itu baik untuk dirinya ataupun sebaliknya.

00.45 dini hari, tujuan Qatar akhirnya dipanggil untuk segera memasuki pesawat.

Bismillah, semoga keberangkatan kami berempat Allah Ridhoi, Aamiin.

Gludak, gluduk!! suara sepatu dan koper kami yang mereka tidak sabar menginjakkan kakinya ke tanah Turki.

Kami menaiki pesawat Airbuzz Qatar Airways, dimana ini adalah perdana untuk kami menginjakkan tanah peradaban.

“waahh merah” kata kami serempak.

Merah? Apa yang merah? Ada apa dengan warna merah?

BERSAMBUNG.

BY Muna.

DUA PEMUDA TAMPAN, SIAP MENGGUNCANG RQV TORAJA DENGAN AL QURAN

DUA PEMUDA TAMPAN, SIAP MENGGUNCANG RQV TORAJA DENGAN AL QURAN

 

20 Maret 2021, Program pengiriman da’i ke tepian negeri tak berhenti. Setelah tiga srikandi kita kirim ke Turki, kini Pengawas RQV INDONESIA INDONESIA yakni dr. Ainil Masthura, Sp.Ak memimpin pelepasan dua Duta Quran RQV INDONSIA untuk diberangkatkan tugas Jaulah Quran ke Toraja Sulawesi Selatan.

Mendekati bulan Ramadhan, RQV Cabang Toraja akan mulai di aktifkan kembali setelah lama di non aktifkan semasa pandemi. Dua Duta Quran asal Aceh ini di kirim untuk bertugas selama 60 hari yang berlokasi di Rantepau Toraja Sulawesi Selatan.Tim Keberangkatan di pimpin oleh Duta Quran Al Hafidh dan beranggotakan Duta Quran Muhammad Razif.

 

RQV di kota yang memiliki julukan negri di atas langit ini sudah berdiri semenjak 2 tahun silam hingga kini. Program pengiriman Duta Quran yang terus berkelanjutan di Toraja, menjadi program yang selalu dinantikan masyarakat. Karena dengan ini bersama-sama menumbuhkan rasa empati para masyarakat muslim Toraja untuk ikut serta  mendukung aktif putra-putrinya dalam memepelajari dan menghafalkan Al-Quran. Berlanjut untuk data yang tergabung di RQV Toraja sementara ini sejumlah 76 ASQ (Anak Sahabat Quran), 26 PSQ (Pemuda Sahabat Quran), dan 44 ISQ (Ibu Sahabat Quran)

 


Melihat data dari pupulasi muslim yang hanya 12,5 % penduduk Toraja beragama Islam. Dengan kondisi di Toraja, jumlah masjid ataupun tempat belajar keaislaman sangat minim. RQV INDONESIA ingin selalu hadir dan memberikan wadah untuk para sahabat muslim yang di Toraja, untuk memperdalam llmu Al-quran dan menghafalkannya.Memberi dan membagikan kebahagiaan bersama Al-Quran kepada masyarakat muslim di Toraja, menjadi point penting yang di lakukan tim untuk terus ikhtiar dalam menyukseskan Visi RQV “Mewujudkan Satu Juta Rumah Quran di Nusantara

Kembali RQV Mengirimkan Dainya ke Pelosok Negeri!

Kembali RQV Mengirimkan Dainya ke Pelosok Negeri!

Bekasi, 2 Februari 2021 – RQV INDONESIA kembali mengutus 3 peserta terbaik untuk mewujudkan misi besar, yaitu membangun satu juta rumah quran nusantara. RQV INDONESIA mengirimkan dua duta quran dan satu srikandi quran ke tempat yang berbeda yaitu, kabupaten pidie jaya dan Toba samosir.

Duta quran yang terpilih untuk menjalankan misi RQV INDONESIA adalah Duta Quran Dimas yang berasal dari Jambi dan Duta Quran Zulfikar yang berasal dari Palembang. Mereka berdua diutus menuju kabupaten Toba Samosir dimana penduduk muslim disana sangat minim sekali, padahal beberapa anak-anak disana masih punya semangat untuk mempelajari ilmu al-quran, tetapi mereka kekurangan pengajar yang bisa membimbing mereka. Maka dari itulah RQV INDONESIA mengirimkan duta quran terbaik untuk membibing langsung anak-anak disana.

Berbeda dengan duta quran, Srikandi Quran yang bernama Risma Halimatussa’diyah yang berasal dari Kuningan diutus pihak RQV INDONESIA untuk menuju kabupaten Pidie Jaya, Aceh. dimana anak-anak disana mempunyai semangat tinggi untuk menghafal quran sehingga yang mengharuskan RQV INDONESIA untuk berkolaborasi dengan pemerintah setempat untuk mengirimkan srikandi terbaik agar membimbing mereka tetap semangat untuk menjadi penghafal Al-Quran dan mengamalkannya.

Semoga perjuangan para duta quran dan srikandi quran dalam membumikan ayat-ayat suci al-quran dalam lindungan Allah SWT.

Dan sekarang jumlah duta quran yang berada di Toba Samosir berjumlah empat orang, yaitu Duta Quran Muhammad Sholihin, Duta Quran Muhammad Belva, Duta Quran Dimas, dan Duta Quran Zulfikar.

Mari bersama kita doakan supaya misi RQV INDONESIA dalam mewujudkan satu juta rumah quran nusantara bisa terwujud dengan kekuatan para pemuda pemudi indonesia.

Mau bantu para duta quran dan srikandi quran untuk membumikan ayat-ayat Al-quran? Caranya gampang banget! yok kirimkan donasi terbaik kamu ke nomor di bawah ini!

BNI Syariah a.n. Yayasan Waqaf Rumah Qur’an Violet Indonesia
077.258.1246•666.124.6665

atau sahabat Quran bisa berdonasi melalui link berikut :
https://kitabisa.com/campaign/pembangunanyatim

Dengan kamu berdonasi, kamu telah berhasil untuk membantu perjuangan para duta quran  dan srikandi Quran juga menjadi amal jariyah yang takan terputus bahkan ketika kita sudah tak berada di dunia lagi.

RQV Indonesia adalah Lembaga Nasional yang bergerak di bidang Pendidikan – Sosial – Kemanusiaan dengan lebih dari 30.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Menara 165 Lantai 4 Jl. TB Simatupang Kav. 1, Cilandak Timur, Jakarta Selatan

Kantor Operasional

Rukan Sentra Office Blok D No. 3 Jl. Boulevard Raya Barat, RT.004/RW.019 Jaka Setia, Kec. Bekasi Selatan

HOTLINE :

Copyright @ 2020 – Rumah Quran Violet | Support by Dokter Website

Need Help? Chat with us