SANG PEDANG ALLAH

SANG PEDANG ALLAH

SANG PEDANG ALLAH

Hai sobat violet semuaa! Kali ini kita akan membahas “Sang Pedang Allah” wah kira-kira siapa ya teman-teman. Khalid bin Walid, seorang sahabat Rasul yang di juluki “Pedang Allah yang terhunus”. Mengapa dia bisa mendapatkan julukan itu? Setelah memeluk Islam, Khalid bergabung dengan pasukan Perang Mu’tah melawan pasukan Romawi dengan 200 ribu prajurit. Saat itu, tiga panglima perang telah gugur.

Masuknya Khalid dalam peperangan berhasil mengatur strategi untuk keluar dari perang dengan selamat. Sejak saat itulah, Khalid mendapat julukan pedang Allah.

 

Apakah kahlid bin Walid pernah kalah di dalam perang? Khalid dan pasukannya tidak pernah dikalahkan dalam lebih dari 100 pertempuran melawan Kekaisaran Byzantium, Kekaisaran Sassanid, dan sekutu-sekutu mereka termasuk juga suku-suku Arab di luar kekuasaan Khalifah, bahkan pasukan yang di pimpin Rasulullah pun pernah kalah dengan pasukan Khalid Ketika perang uhud.

 

Ehhh, sebelumnya kalian udah kenal banget belum sama khalid bin walid? Pastinya belum, kan? Yok kita cari tahu, siapa sih khalid bin walid ini, let’s go!

 

***

 

Khalid bin Walid adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang berjuluk Saifullah atau Sayf Allah al-Maslul yang berarti pedang Allah yang terhunus. Gelar Khalid bin Walid ini langsung diberikan Rasulullah karena keahliannya dalam peperangan.

Khalid terlahir dari keluarga kaum Quraisy. Ayah Khalid bin Walid, Walid bin Mugirah adalah salah satu pemimpin yang berkuasa di masa itu.

Keluarga mereka juga terkenal sebagai keluarga yang kaya dengan memiliki harta berupa kebun, emas, hingga budak. Namun, keluarga Khalid sangat memusuhi Islam. Khalid pun dididik memerangi Islam.

 

Khalid bahkan menjadi panglima perang kaum kafir Quraisy saat Perang Uhud yang berhasil meluluhlantakkan kaum Muslimin. Pada saat Perang Khandaq, Khalid mendapat tugas untuk membunuh Nabi Muhammad. Saat itu, hampir saja Rasulullah terbunuh.

 

Setelah peristiwa itu, Khalid bin Walid mendapat surat dari saudaranya yang baru masuk Islam. Dalam surat itu, terdapat ucapan Nabi Muhammad yang memuji kekuatan dan kecerdikan Khalid bin Walid.

Saat membaca kalimat itu, Khalid pun tertegun. Dia tak menyangka seseorang yang hampir dibunuhnya justru memujinya.

“Bagaimana bisa orang yang hampir kubunuh malah memujiku,” bisik hati Khalid bin Walid.

Khalid lalu memantapkan hati dan keimanannya. Dia pergi menjumpai Rasulullah di Madinah dan menyatakan masuk Islam.

“Mohonkanlah ampun untukku atas segala yang telah aku lakukan untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah” kata Khalid kepada Rasulullah

Rasulullah menjawab bahwa sesungguhnya keislaman itu menghapus segala yang terjadi sebelumnya. Khalid pun memohon sekali lagi kepada Rasulullah.

“Ya Allah, ampunilah Khalid bin Walid atas segala yang telah ia lakukan untuk menghalangi (orang) dari jalan-Mu,” kata Rasulullah.

Setelah memeluk Islam, Khalid bergabung dengan pasukan Perang Mu’tah melawan pasukan Romawi dengan 200 ribu prajurit. Saat itu, tiga panglima perang telah gugur.

Masuknya Khalid dalam peperangan berhasil mengatur strategi untuk keluar dari perang dengan selamat. Sejak saat itulah, Khalid mendapat julukan pedang Allah.

“Setelah itu, bendera dipegang oleh salah satu pedang Allah hingga Allah memberikan kemenangan di tangannya,” bunyi hadis Rasulullah.

Sejak saat itu, Khalid tak pernah jauh dari Rasulullah. Hingga Nabi Muhammad wafat, Khalid tetap teguh membela Islam.

Keahlian menghujam pedang, berkuda, dan menyusun strategi membuat Khalid selalu dipercaya menjadi panglima perang.

Dari satu perang ke perang lain, Khalid yang juga dikenal dengan Abu Sulaiman Saifullah ini berhasil membawa kemenangan untuk kaum Muslimin. Khalid berhasil menumpas pasukan murtad dalam perang Riddah. Begitu pula saat melawan 240 ribu prajurit Bizantium dalam Perang Yarmuk.

Meski hanya punya 40 ribu pasukan, Khalid mengatur strategi dengan membagi dalam beberapa agar bisa memenangkan peperangan. Khalid juga berhasil mengislamkan banyak orang.

Khalid bin Walid meninggal dunia setelah sempat diberhentikan sementara oleh Umar bin Khattab. Saat Khalid meninggal dunia, Umar menangis karena belum sempat mengangkat Khalid kembali ke posisi panglima perang.

Julukan Khalid bin Walid tak hanya pedang Allah yang terhunuus, para sahabat dan juga musuh menggambarkan sosok Khalid bin Walid sebagai laki-laki yang tidak pernah tidur.

 

Nah teman-teman, itulah kisah dari “Sang Pedang Allah” dulunya seorang yang sangat membenci bahkan ingin membunuh nabi, lalu Allah berikan dia hidayah dan masuk islam, dan dia menjadi seseorang yang paling menyayangi Nabi, bahkan menjadi panglima perang pasukan kaum muslimin. Keren gak? Kira-kira kisah sahabat siapa lagi nih yang mau di ceritakan? Komen di bawah ya.

DFK

KISAH SINGA DENGAN KUKUNYA YANG TAJAM

KISAH SINGA DENGAN KUKUNYA YANG TAJAM

Hai sobat violet semua! Kali ini kita akan membahas tentang seorang sahabat Rasul yang mendapat julukan “Singa Dengan Kukunya yang Tajam.” Kira-kira siapa ya? Apakah kalian pernah mendengar nama Saad bin Abi Waqqash? Nah, saad bin Abi waqqash lah yang mendapar julukan “Singa dengan Kukunya yang Tajam” kok bisa sih? Simak penjelasannya, ya.

 

Sa’ad bin Abi Waqqash r.a namanya, terhitung sebagai sahabat senior dan orang ketiga yang masuk Islam. Dialah sahabat yang pertama kali melepas anak panah dalam jihad Islam dan begitu tegar membela Rasulullah dalam perang Uhud. Sa’ad juga ikut serta dalam perang Badar sebelum menginjak usia dewasa. Dalam perang tersebut ia berjuang dengan gigih bersama Rasulullah saat sebagian pasukan lalai. Sehingga ia mendapat julukan Singa dengan kukunya yang tajam.

 

Sa’ad bin Abi Waqqash bin Wuhaib bin Abdi Manaf hidup di tengah-tengah Bani Zahrah yang merupakan paman Rasulullah SAW. Wuhaib adalah kakek Sa’ad dan paman Aminah binti Wahab, ibunda Rasulullah.

Sa’ad dikenal orang karena ia adalah paman Rasulullah SAW.  Dan beliau sangat bangga dengan keberanian dan kekuatan, serta ketulusan iman Sa’ad. Nabi bersabda, “Ini adalah pamanku, perlihatkan kepadaku paman kalian!”

Keislamannya termasuk cepat, karena ia mengenal baik pribadi Rasulullah SAW. Mengenal kejujuran dan sifat amanah beliau. Ia sudah sering bertemu Rasulullah sebelum beliau diutus menjadi nabi. Rasulullah juga mengenal Sa’ad dengan baik. Hobinya berperang dan orangnya pemberani. Sa’ad sangat jago memanah, dan selalu berlatih sendiri.

Kisah keislamannya sangatlah cepat, dan ia pun menjadi orang ketiga dalam deretan orang-orang yang pertama masuk Islam, Assabiqunal Awwalun.

Sa’ad adalah seorang pemuda yang sangat patuh dan taat kepada ibunya. Sedemikian dalam sayangnya Sa’ad pada ibunya, sehingga seolah-olah cintanya hanya untuk sang ibu yang telah memeliharanya sejak kecil hingga dewasa, dengan penuh kelembutan dan berbagai pengorbanan.

Ibu Sa’ad bernama Hamnah binti Sufyan bin Abu Umayyah adalah seorang wanita hartawan keturunan bangsawan Quraisy, yang memiliki wajah cantik dan anggun. Disamping itu, Hamnah juga seorang wanita yang terkenal cerdik dan memiliki pandangan yang jauh. Hamnah sangat setia kepada agama nenek moyangnya; penyembah berhala.

Pada suatu hari, Abu Bakar Ash-Shiddiq mendatangi Sa’ad di tempat kerjanya dengan membawa berita dari langit tentang diutusnya Muhammad SAW, sebagai Rasul Allah. Ketika Sa’ad menanyakan, siapakah orang-orang yang telah beriman kepada Muhammad SAW. Abu Bakar mengatakan dirinya sendiri, Ali bin Abi Thalib, dan Zaid bin Haritsah.

Seruan ini mengetuk kalbu Sa’ad untuk menemui Rasulullah SAW, untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia pun memeluk agama Allah pada saat usianya baru menginjak 17 tahun. Sa’ad termasuk dalam deretan lelaki pertama yang memeluk Islam selain Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar As Siddiq dan Zaid bin Haritsah.

Setelah memeluk Islam, keadaannya tidak jauh berbeda dengan kisah keislaman para sahabat lainnya. Ibunya sangat marah dengan keislaman Sa’ad. “Wahai Sa’ad, apakah engkau rela meninggalkan agamamu dan agama bapakmu, untuk mengikuti agama baru itu? Demi Allah, aku tidak akan makan dan minum sebelum engkau meninggalkan agama barumu itu,” ancam sang ibu.

Sa’ad menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan meninggalkan agamaku!”

Sang ibu tetap nekat, karena ia mengetahui persis bahwa Sa’ad sangat menyayanginya. Hamnah mengira hati Sa’ad akan luluh jika melihatnya dalam keadaan lemah dan sakit. Ia tetap mengancam akan terus melakukan mogok makan.

Namun, Sa’ad lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya. “Wahai Ibunda, demi Allah, seandainya engkau memiliki 70 nyawa dan keluar satu per satu, aku tidak akan pernah mau meninggalkan agamaku selamanya!” tegas Sa’ad.

Akhirnya, sang ibu yakin bahwa anaknya tidak mungkin kembali seperti sedia kala. Dia hanya dirundung kesedihan dan kebencian.

Allah SWT mengekalkan peristiwa yang dialami Sa’ad dalam ayat Al-Qur’an, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 15).

Pada suatu hari, ketika Rasulullah SAW, sedang duduk bersama para sahabat, tiba-tiba beliau menatap ke langit seolah mendengar bisikan malaikat. Kemudian Rasulullah kembali menatap mereka dengan bersabda, “Sekarang akan ada di hadapan kalian seorang laki-laki penduduk surga.”

Mendengar ucapan Rasulullah SAW, para sahabat menengok ke kanan dan ke kiri pada setiap arah, untuk melihat siapakah gerangan lelaki berbahagia yang menjadi penduduk surga. Tidak lama berselang datanglah laki-laki yang ditunggu-tunggu itu, dialah Sa’ad bin Abi Waqqash.

Disamping terkenal sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, Sa’ad bin Abi Waqqash juga terkenal karena keberaniannya dalam peperangan membela agama Allah. Ada dua hal penting yang dikenal orang tentang kepahlawanannya. Pertama, Sa’ad adalah orang yang pertama melepaskan anak panah dalam membela agama Allah dan juga orang yang mula-mula terkena anak panah. Ia hampir selalu menyertai Nabi Saw dalam setiap pertempuran.

Kedua, Sa’ad adalah satu-satunya orang yang dijamin oleh Rasulullah SAW dengan jaminan kedua orang tua beliau. Dalam Perang Uhud, Rasulullah SAW bersabda, “Panahlah, wahai Sa’ad! Ayah dan ibuku menjadi jaminan bagimu.”

Sa’ad bin Abi Waqqash juga dikenal sebagai seorang sahabat yang doanya senantiasa dikabulkan Allah. Qais meriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, “Ya Allah, kabulkanlah Sa’ad jika dia berdoa.”

Sejarah mencatat, hari-hari terakhir Sa’ad bin Abi Waqqash adalah ketika ia memasuki usia 80 tahun. Dalam keadaan sakit, Sa’ad berpesan kepada para sahabatnya agar ia dikafani dengan jubah yang digunakannya dalam Perang Badar—perang kemenangan pertama untuk kaum Muslimin.

Pahlawan perkasa ini menghembuskan nafas yang terakhir pada tahun 55 H dengan meninggalkan

kenangan indah dan nama yang harum. Ia dimakamkan di pemakaman Baqi’, makamnya para syuhada.

 

Itulah kisah Saad bin Abi Waqqash, Singa dengan kukunya yang tajam. Terus ikuti update-an terseru di RQV indonesia. semoga bermanfaat, wassalamualaikum wr.wb

KISAH PEMABUK YANG MASUK SURGA

KISAH PEMABUK YANG MASUK SURGA

KISAH PEMABUK YANG MASUK SURGA

HAI SOBAT VIOLET! Seorang pemabuk pasti akan di adzab oleh Allah apabila dia tidak bertobat sampai akhir hayatnya. Tapi, ada pemuda di zaman Rasulullah yang suka sekali mabuk lalu dia masuk surga, tahukan kalian siapa dia? Namanya adalah Nuaiman seorang pemabuk yang masuk ke dalam surga. Apa yang membuat Nuaiman bisa masuk surga? Padahal dia suka mabuk, lalu kenapa dia masuk ke dalam surge? Yuk simak cerita di bawah ini.

 

Nuaiman adalah sahabat yang hidup sezaman dengan Rasulullah, namun ada yang tidak senang dengan kebiasaan nuaiman yang hampir tiap pagi hari mabuk. Selain itu gemar bercanda bahkan sering iseng terhadap Rasul.

Pernah suatu ketika, sesaat setelah sadar dari mabuknya, Nuaiman merasa perutnya keroncongan karena lapar. Tanpa banyak pikir panjang, nuaiman mencegat penjual makanan yang kebetulan lewat di depan masjid lalu memesan dua bungkus.

Sembari menunggu penjual menyiapkan pesanannya, Nuaiman masuk halaman masjid lalu mengajak Rasul untuk makan bersama. Rasul kemudian berdiri dan menuju ke arah Nuaiman yang sudah memegang dua bungkus makanan. Mereka berdua duduk lantas menyantap makanan tersebut.

Setelah makanan habis, Rasul hendak kembali ke masjid namun dihadang oleh Nuaiman.

“Mau kemana ya Rasul? Habis makan masak tidak bayar,” kata Nuaiman.

Rasul pun dengan senyumnya balik tanya, “Yang pesan kamu kan?”.

“Betul ya Rasul,” jawabnya sambil berdehem. Nuaiman melanjutkan perkataannya, “Di mana-mana raja itu mengayomi rakyatnya, penguasa melayani warganya,  bos mentraktir karyawannya, masak saya yang harus bayar ya Rasul?”

Rasul lantas merogoh kocek sambil memberikan sejumlah uang kepada Nuaiman dengan senyum yang agak terkekeh.

Pasca kejadian tersebut, kebiasaan mabuk Nuaiman tak kunjung berhenti. Sampai suatu ketika beberapa sahabat menghampiri Nuaiman yang masih dalam keadaan mabuk. Nuaiman lantas berdiri karena beberapa sahabat tersebut menghampiri.

“Ada apa?” Tanya Nuaiman.

“Salah seorang sahabat langsung memarahi Nuaiman dengan makian. “Kamu ini setiap hari bersama Rasul, tapi kelakuan mu tetap saja seperti ini, apa nggak malu sama Rasul?”

Sahabat yang lain meneruskan, “Dasar kamu ini orang bejat, tidak pantas orang sepertimu mencintai  Rasul karena pasti bakal di laknat oleh Allah atas perbuatanmu ini”.

Dalam keadaaan beberapa sahabat masih memaki dan menghujat Nuaiman, Rasulullah lewat dan langsung menanyakan apa yang sedang terjadi. Salah satu sahabat menceritakan kejadian sesaat sebelum Rasul datang.

Setelah mendengarkan keterangan, seketika Rasulullah memarahi para sahabat, “Jangan pernah sekali lagi kalian semua menghujat dan melaknat Nuaiman, meskipun dia seperti ini tapi dia selalu membuatku tersenyum, dia masih mencintai Allah dan Aku, dan tidak ada hak bagi kalian melarang Nuaiman mencintai Allah dan mencintaiku sebagai Rasul.”

 

Disebutkan dalam berbagai riwayat, Nu’aiman akan memasuki surge dengan tertawa. … “Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Nuaiman ketika meninggal dunia akan masuk ke dalam surga dengan tertawa karena ia selalu menyenangkan Rasulullah SAW dan para sahabat,”

 

Nah, sekarang teman-teman tahu, kan mengapa Seorang pemabuk seperti Nuaiman bisa masuk ke dalam surga? ya, dia masuk ke dalam surge karena sifat polosnya dan dia selalu mengerjakan sesuatu dengan hati, bukan karena di buat-buat ataupun ingin dilihat oleh para sahabat. Wallahualam bishawab.

 

 

RQV Indonesia adalah Lembaga Nasional yang bergerak di bidang Pendidikan – Sosial – Kemanusiaan dengan lebih dari 30.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Menara 165 Lantai 4 Jl. TB Simatupang Kav. 1, Cilandak Timur, Jakarta Selatan

Kantor Operasional

Rukan Sentra Office Blok D No. 3 Jl. Boulevard Raya Barat, RT.004/RW.019 Jaka Setia, Kec. Bekasi Selatan

HOTLINE :

Copyright @ 2020 – Rumah Quran Violet | Support by Dokter Website

Need Help? Chat with us