BANGUN RUMAH QURAN DI TEPI LAUT, RQV INDONESIA MENGIRIMKAN SRIKANDI KE ACEH JAYA

BANGUN RUMAH QURAN DI TEPI LAUT, RQV INDONESIA MENGIRIMKAN SRIKANDI KE ACEH JAYA

 

Jum’at, 26 Maret 2021. Jaulah Qur’an adalah moment yang sangat dinanti oleh semua peserta di RQV Character Academy. Dimana pada saat Jaulah Qur’an ini kita bukan hanya belajar mengajar, tapi akan mengasah kemandirian dan menumbuhkan kedewasaan. Tak heran, jika mendengar kabar Jaulah Qur’an semua peserta penasaran siapa yang akan berhak mendapatkan kesempatan itu.

“Risma dan Sulis mohon segera untuk packing. Karena kita akan berpindah tempat Jaulah ke Calang, Aceh Jaya. Disana kita perdana akan mendirikan rumah Qur’an.” Tutur Pelatih Wahyu.

Dadakan memang, tapi ini tidak menjadi beban lagi buat kami. Karena kami sudah terbiasa dilatih untuk siap siaga di kondisi apapun dan dimanapun. Sekitar jam 11 siang kita berangkat dari Banda Aceh menuju Calang. Memang terdengar asing di telinga ketika mendengar kata “Calang”. Apalagi diantara kami semua asalnya bukan dari Aceh.

Dengar-dengar perjalanan menuju Calang ini sangat indah pemandangannya, tengok kanan ada barisan bukit yang berjajar, tengok kiri ada laut yang luas membentang.
Jalan yang berkelok-kelok membuat kepala pusing. Belum lagi dengan jalan raya yang pas-pasan yang membuat supir harus lebih fokus dan berhati-hati. Bahkan, kambing dan monyet ikut turun ke tepi jalan. Tapi setelah dipertengahan perjalanan kita singgah di jalan gurutee yang sudah menyajikan pemandangan luar biasa. Di sanalah kita menikmati keindahan alam dan mengabadikannya dengan potretan yang diambil telepon seluler kami.

Setelah empat jam lebih perjalanan, kita tiba di tempat Bunda Ellysa, salah satu calon RQV  cabang Calang . Nama desa nya unik, bahkan ada di tagline RQV Indonesia. Desa Bahagia. Desa pelosok, yang berada di pesisir pantai dan dikelilingi oleh bukit batu. Suara jangkrik dan serangga lainnya bersahutan setiap kali hari sudah mulai berganti malam. Desa yang masih asri menyuguhkan udara segar yang tak tercampur polusi. Penuh penjagaan, sehingga markas TNI dan Polisi pun mengelilingi.

Allah memberikan kesempatan kepada kami, ditempat indah ini untuk bersama-sama mengukir cerita hidup yang penuh sejarah. Tantangan, hambatan, ujian, rintangan bermacam silih berganti. Itu bukan suatu halangan untuk kami, Jaulah Qur’an kali ini akan lebih seru dari Jaulah Qur’an sebelumnya.

Nantikan kisah kita selanjutnya yaaaaa… byeee salam bahagiaaaa..

By: Srikandi Risma
#dailyrepoetAcehJaya-season1

TURKISH RQV DAILY- SEASON 2

TURKISH RQV DAILY- SEASON 2

“Meoongggg!” Suara mengaung mendekati kakiku. Oh, si Surti rupanya, kucing kampung yang setia membersamai RQV di tempat pembelajaran kami, Rukan 003/005.

“Gludak! Gluduk!” Suara hentakan koper saat memasuki ruangan. Ketenangan pada heningnya dini hari membuat para penghuni rumah itu bangkit dari dunia mimpinya.

“Huuuhhhhh!” Kujatuhkan tubuhku ke kedua kasur yang sudah menyambut kedatangan kami dengan penuh kehangatan.
“Selamat berlalu untuk masa.”

———————————–

Mentari pagi menyinari bumi memberikan semangat baru untuk bisa menjadikan hari ini jauh lebih baik lagi. Kicauan burung nan hembusan angin yang lembut membuat hati para penghuni alam semesta ini seperti bunga yang merekah menampakkan dirinya, bahwa dirinya sangat baik-baik saja.
“Mun, siap-siap jam setengah enam kita tes PCR!” kata gadis Bogor kepadaku.

Tentu kami mempercepat  jalan kami untuk segera berangkat menuju Laboratorium Clinic Platinum.

“Ambil yang sameday aja!” Kata Pelatih Safina sambil menegaskan kalimat.

Satu-satunya cara untuk bisa duduk di kursi pesawat malam nanti, ambil jalan aman walaupun kantong menipis, hehe.

Sambil berjalannya waktu, ku persiapkan lagi secara maksimal apa-apa yang harus dan perlu di bawa nanti. Dan tentunya persiapan diri, baik secara fisik dan mental harus benar-benar matang. Air saja kalau di masak setengah matang, lalu diminum akan berdampak negatif bagi tubuh kita, sakit perut contohnya.
“Ku tinggal aja jaket ini, bukan warna ungu juga.” Kataku dalam hati.

langkah kaki yang berwara-wiri, menuju titik tujuan akhirnya untuk segera menyelesaikan target aktivitasnya. Menanti kertas putih yang bertuliskan “negatif”, kami tentunya tidak menyia-nyiakan hari terakhir ini untuk mempersiapkan keberangkatan nanti malam.

“Ayo kita kumpul dulu!” Ajakan dari pelatih Safina kepada kami bertiga.

Dengan lirih beliau menyampaikan dengan penuh kesabaran dan ketegasan, mengoreksi segala persiapan kami, tentu bukan hal yang mudah untuk bisa melewati berbagai hambatan dari semalam tadi. Karena Allah menjanjikan kejayaan ummatnya dengan mereka terus bersabar dan menjaga sholatnya

“Kesalahan itu terkadang tidak semuanya karena kesalahan, tapi jadikan kesalahan itu adalah sebuah pembelajaran.” Quotes singkat penuh banyak makna dari pelatih kami.

Bahwasannya kegagalan itu tidak sepenuhnya harus gagal semua, tapi bagaimana cara kita bertindak dengan penuh keyakinan, agar kegagalan itu menghasilkan buah yang manis. Untaian kata demi kata, aku pahami dan pelajari, apa sih maksud dari Allah terhadap kegagalan kami semalam tadi? Apa yang membuat detik-detik keberangkatan kami dipenuhi dengan berbagai macam ujian? Oh, ketemu sudah jawabannya.

“Luruskan lagi niat kita, ikhlaskan lagi hati kita, kita mau ngapain disana. Jangan sampai pulang dari sana tidak menghasilkan. Sekarang persiapkan semuanya secara matang-matang, dan kita saling maaf-maafan agar Allah permudah perjalanan serta dakwah kita disana.” Ucap pelatih Safina sambil menarikkan ujung kedua bibirnya

Alhamdulillah, semoga Allah Ridho terhadap perjalanan kami semua, Aamiin

——————————-

“Hasilnya negatif semua kan mba?”

“Iya negatif”

“Alhamdulillaaaahhh.”

Akhirnya drama per rapid an bersama laki-laki di tempat Check in itu sudah berakhir. Huft, semoga saja pandemi Covid19 ini segera berakhir dan harus musnah dari alam semesta ini.

“Passport, Visa, hasil PCR, alamat tempat tinggal, tiket, alhamdulillah semua sudah lengkap!” Kata Oca sambil merapikan berkas-berkas.

Sekali lagi kami periksa semua perlengkapan yang akan dibawa, untuk memastikan bahwa kami sudah siap untuk berangkat.

Aku jadi teringat perkataan Alm. syeikh Ali Jaber, bahwasannya hidup hanya sekali. Teruslah memaafkan banyak orang, berhati ikhlas, sabar dan berlapang dada. Segala yang terjadi sudah atas izin Allah, jangan di sesali tinggal kita yang sebagai hambaNya, bagaimana caranya untuk bisa terus meningkatkan amal ibadah kita kepada Allah.

Sudah siapkah bekal kita untuk di perjalanan di Akhirat nanti?
Yuk pantaskan diri!

“kami pamit ya, do’akan semoga semuanya lancar.” Lambaian tangan dibalik kaca mobil kepada mereka yang mengharapkan kami pulang dengan misi suksesnya RQV di negara Turki.

“Bismillah.”

Selama perjalanan, ku amati semilir angin, embun malam yang mengingatkanku kepada pesan mama.

“Hati-hati di negri orang, semoga sukses ya.”

————————-

Tenggg!! Check in.

Yasss!! Akhirnya kami berhasil melewati meja check in itu, aku mengira akan bertemu lagi dengan si laki-laki yang kemarin. Huftt, Alhamdulillah setelah melewati rangkaian cerita yang penuh dengan drama, Boarding Pass sudah ditangan kami masing-masing dan segera menuju gate 8.

Menunggu sejenak menikmati lukisan alam nan indah. Allah Maha Baik ya, rencana manusia hanya sebatas ancang-ancang. Namun jika takdir yang sudah bermain, Allah tetapkan bahwa itu baik untuk dirinya ataupun sebaliknya.

00.45 dini hari, tujuan Qatar akhirnya dipanggil untuk segera memasuki pesawat.

Bismillah, semoga keberangkatan kami berempat Allah Ridhoi, Aamiin.

Gludak, gluduk!! suara sepatu dan koper kami yang mereka tidak sabar menginjakkan kakinya ke tanah Turki.

Kami menaiki pesawat Airbuzz Qatar Airways, dimana ini adalah perdana untuk kami menginjakkan tanah peradaban.

“waahh merah” kata kami serempak.

Merah? Apa yang merah? Ada apa dengan warna merah?

BERSAMBUNG.

BY Muna.

Turkish RQV Daily Story – Season 1

Turkish RQV Daily Story – Season 1

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh ..

Izinkan jari-jemari ini untuk menari ria diatas keyboard kecil berwarna ungu, berkarya sudah menjadi hak miliknya,

Pada tanggal 19 Maret 2021, tercatat bahwa pada pukul 00:45 kami siap untuk terbang ke Turki. Pagi hari, aku mempersiapkan diri baik secara fisik, mental dan kesiapan diri harus bisa semaksimal mungkin. Segala pemberkasan yang menjadi syarat untuk bisa berhasil menebus ke tanah peradaban benar-benar harus di perhatikan secara detail.

“Rapid test dulu!” kata pelatih Safina, ya beliau adalah satu-satunya pelatih kami yang akan berangkat juga ke Turki bersama kami. Beliau berasal dari Kota Bekasi, tak bisa di sangka bagi kami untuk bisa menjadi ya bisa dibilang teman travelling. Oiya, beliau ini juga sebagai Direktur Platform Patungan Bareng, pelatih kami yang sangat luar biasa kesabarannya.

Setelah Rapid tes antigen, teman-teman seperjuangan yang ada di bumi violet, pusat pembelajaran kami semua berkumpul untuk persiapan pelepasan Jaulah Qur’an. Suara gemuruh yang ada di aula violet, terdengar indah dan tenang. Bagaimana tidak, suara yang dikeluarkan dari mulut mereka adalah bacaan Qur’an.

“Shodaqallahul’adziim”

Tepat pada ba’da Asar, pelepasan pun segera dimulai.Pada saat itu, rasa jantung berdebar, keringat dingin, semua menyatu dalam tubuh saat si pembawa acara menyatakan “Pelepasan Jaulah Qur’an Istanbul, Turki akan segera dimulai”. Tak menyangka kami berempat yang menjadi perwakilan tim RQV pada saat itu, yang dimana ini salah satu amanah dan kepercayaan mereka kepada kami.Tentu, bukan perkara mudah bagi diantara hati kami yang masih memiliki niat yang bercabang.

Aku adalah Fitriana yang biasa mereka panggil Muna, ucapan serta do’a yang tiada hari mereka lontarkan. Ya, aku berasal dari tanah Borneo, tepatnya di Kota Balikpapan. Bangga sekaligus haru, karena pada akhirnya aku bisa membawa nama kota itu sendiri dan melebarkan nama RQV ke negri peradaban. berkali-kali aku mengutaraan rasa syukur agar Allah Ridho terhadap jalanku.

Bersama kedua rekan jaulahku, yang dimana Qadarullah masing-masing kami berbeda tempat asalnya. Ya, anak yang banyak sekali menorehkan prestasi, Ainun namanya. Ia berasal dari majene, Sulawesi Barat. Serta Oca, berasal dari suku sunda campuran betawi ini menjadi salah satu anak yang berhasil menaklukkan program Idul Adha yang di selenggarakan pada tahun 2020 kemarin.

Harapan pelatih Irwan pada saat berdiri didepan mimbar, menjadikkan kami membuat nota kecil di dalam fikiran kami untuk senantiasa apa maksud dari Allah terhadap rencana ini. Serta siraman motivasi, semangat yang masuk kedalam hati dan jiwa kami, agar hati kami tetap lurus pada jalan yang sudah kami rajut bersama.

Ba’da maghrib pun tiba, semua barang yang sudah siap di eksekusi tersusun rapi berdiri di depan pintu bumi violet.

“Ayo! Angkat semua barang-barangnya ke dalam mobil, segera!” Otomatis tombol on pada tubuh ini langsung beraksi.

Satu demi satu barang-barang diangkut dengan penuh keyakinan, dan semangat yang membara. “Pamit yah, Assalamu’alaykum!” Kataku kepada mereka yang berharap kami pergi dan pulang dalam keadaan selamat dan menghasilkan karya. Keluar gerbang dari bumi violet seketika diri perbanyak istighfar dan muhasabah diri, bahwasannya ini adalah amanah dan tanggung jawab yang besar terhadap perjalanan kami ke Turki.

Gelapnya malam menyatu dengan jendela mobil, heningnya box berjalan menghantarkan kami ke dunia mimpi, seketika bangun sudah tiba di Turki, itu harapan kami hehe.

2 jam berlalu, akhirnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Sang troly yang kokoh tegap dengan sigap memberikan bantuannya kepada barang-barang kami.
Melihat arah jarum jam yang terus berputar, kami mempercepat langkah kaki kami untuk segera check in. Pelan-pelan koper yang kami bawa berjalan menuju meja check ini. Semua persyaratan di terima dengan baik. Namun, tiba-tiba,

“harus pakai PCR, tidak bisa pakai Rapid test!”. Kata laki-laki yang bertugas di tempat check in.

Dengan wajah heran, tubuh sigap, lantangnya seorang wanita Bekasi kepada laki-laki itu “Sesuai dengan arahan, bahwasannya kami disuruh pilih antara dua pilihan PCR/Rapid?” Sambil mengerutkan dahi serta tajamnya mata menatap laki-laki itu.

Hampir setengah jam, koper kami belum beranjak dari tempat Check In. Melihat satu spesies mereka yang berderet panjang memenuhi ruang antrian, membuat kami semakin geram terhadap penolakan yang berkali-kali dari laki-laki itu. Dan pada akhirnya, kami di arahkan untuk ke tempat tes Covid19.

“Arrgghh!! Ada apa ini?” Kataku untukku.

Tanpa berfikir panjang, kami segera meninggalkan laki-laki itu dengan penuh rasa kecewa dan langkah kaki dipercepat menuju tempat tes Covid19. Pelatih kami, Safina yang terus berusaha untuk bisa tembus persyaratan pada malam itu.

“Jadi bagaimana ini?!” Dengan tegas pelatih Safina saat berbicara dibalik telepon.

Segala usaha yang sudah di lakukan dan maksimal, pada akhirnya tepat pukul 22.30 kami balik lagi ke Bekasi. Dan langsung memesan Grab, Hufftt! Lelah, letih berpihak pada tubuh kami dalam satu waktu.

Hembusan angin, yang seakan ia ingin merangkul pundak kami dan mengatakan bahwa kalian baik-baik saja.

“Kita Reschedule tiket, InsyaaAllah besok malam kita berangkat lagi.” Kata pelatih kami dengan kepasrahannya terhadap takdir yang sudah ditentukan.

Teenggg!! Zrrrrrr, suara pintu yang meributkan keheningan pada pukul 01.00 , tiba-tiba ..

BERSAMBUNG.

By Muna.

GADIS MANIS, PENDIRI RQV KOTAWARINGIN BARAT

GADIS MANIS, PENDIRI RQV KOTAWARINGIN BARAT

Kebahagiaan kini terus terpancar, pada guratan wajah anak-anak di setiap sore harinya.

Kini di daerah Kotawaringin Barat yang pernah di pimpin pertama Oleh Adipati Antakusuma sebagai Raja di Kotawaringin Barat menjadi lebih bewarna.

September 2020, pendirian Rumah Quran Violet Cabang Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah dimulai. Jika dilansir, Kotawaringin Barat menjadi salah satu daerah yang berstatus zona merah. Ini mengakibatkan adanya pembatasan interaksi dalam kegiatan secara tatap muka dan menjadi tantangan berat untuk mendirikan Rumah Quran.

Namun, dengan melihat kondisi perkembangan pendidikan dan pergalauan anak-anak disekitar rumahnya, membuat Gadis berparas manis ini terus berfikir dan bertekad untuk tidak memberhentikan langkahnya yang baru saja akan dia mulai.

“Saya merasa harus berbuat sesuatu untuk bangsa ini, generasi ini. Termotivasi untuk menjadi bagian dari sebaiknya-baiknya manusia yang bermanfaat dengan belajar dan mengajarkan Al Qur-an. Membangun Rumah Quran Violet, adalah salah satu wasilah saya untuk menciptakan lumbung amal jariyah dengan bersama-sama mencerdaskan generasi dengan mengaji dan menghafalkan Al-Quran. Perlahan-lahan, karakter anak-anak di Kota waringin akan mulai terbentuk oleh Al-Quran. Dengan ini, saya terus yakin dan bertekad  bahwasanya, berjuang untuk alquran sudah menjadi keputusan yang sangat tepat.”

Kalimat-kalimat positif inilah yang terus menguatkan gadis berperawakan tinggi ini. Terlahir dan besar di Kalimantan membuatnyanya memiliki kecintaan dan kesadaran, bahwa di daerah tempat Ia di kandung dan dilahirkan akan menjadi saksi untuk terus dia berkembang dan berjuang.

 

SIAPAKAH GADIS MANIS, KEPALA CABANG KOTA WARINGI BARAT INI?

22 Juni 1997, tepat 24 tahun yang lalu Ia lahir, dengan nama Bella Mutiara Kasih. Gadis ini lahir dan besar di Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah. Namun, pada saat usianya beranjak 11 tahun, ayahnya yang memiliki darah asli Kalimantan meninggal dunia.

Semenjak itu, Ia besar bersama ibunya yang berdarah Jawa dan dengan kakak laki-lakinya, Hal ini membuat dia tumbuh menjadi seorang gadis dewasa yang tidak manja. sadar diri dengan keinginan dan kemampuan yang dia miliki. Selalu  bertekad kuat atas setiap keinginan yang ingin dicapai dengan telaten dan sabar.

Hingga akhirnya gadis lulusan IAIN palangkaraya ini, telah berhasil mendirikan dan mengembangkan Rumah Quran Violet Cabang Kotawaringin Barat. Sekarang Rumah Quran Violeh di Kotawaringi Barat terdapat sejumlah 7 cabang aktif.

Semenjak September, kini sudah berjalan selama 6 bulan, terdapat 304 jiwa yang merasakan kebermanfaatan cabang ini berjalan. Terdiri dari Anak, pemuda dan ibu sahabat Quran ikut membersamai perjuangan dan nikmatnya menghafalakan Al-Quran, meski di tengah  pandemi. Permulaan mimpi Bella, yang bermula saat menjadi Srikandi Quran RQV Indonesia hingga kini, telah terwujud dan akan terus berkembang pesat.

Kota yang terkenal dengan Istana Kuningnya, mulai bernyawa dengan Al Quran meski di tengah pandemi yang begitu maraknya.

Keberanian mewujudkan mimpi, adalah langkah aksi para exponential generation. Salam Berani 124

(wl)

 

PRIA PEMBERANI, DIBALIK BERKEMBANGNYA RQV DI TOBA SAMOSIR

PRIA PEMBERANI, DIBALIK BERKEMBANGNYA RQV DI TOBA SAMOSIR

Toba Samosir, menjadi tempat indah bagi mata yang ingin memanjakan diri.

Udara segar yang menawan untuk dinikmati, menjadi daya tarik tersendiri untuk setiap orang yang mencoba mencari ketenangan hati.

Di balik keindahan alam dengan dihiasi Danau Toba Samosir yang terus melegenda hingga kini, terdapat fakta perihal perkembangan agama islam yang masih minoritas di tengah maraknya budaya.

Hingga akhirnya, RQV INDONESIA dipertemukan dengan seorang pria berdarah Sumatera, putra asli kelahiran Toba Samosir bermarga Butarbutar. Dia sering dipanggil Ustad Sule, lahir dan besar di Toba Samosir dengan memiliki nama lengkap Sulaiman Butarbutar.

Pria yang lahir pada 2 Februari 1980, tepatnya 31 tahun lalu ini dididik sejak kecil oleh kakek dan orang tuanya untuk menjadi seorang muslim yang berani dan tak memandang ketakutan menjadi penghalang. Di besarkan langsung oleh orang yang berpengaruh di daerahnya, membuat beliau tumbuh menjadi serang pria yang teguh pendirian dan tak pernah menyesali atas setiap pilihan yang di ambil.

Memasuki usia dewasa, beliau mulai mengenyam pendidikan islam secara formal di pesantren selama 6 tahun. Melanjutkan S1 di UMSU Medan dengan mengambil Jurusan Dakwah. Selain itu, beliau juga aktif mengikuti kegiatan religi dalam diskusi-diskusi bersama para tokoh ormas lain yang ada di Toba Samosir.  Wah Keren yaa, ternyata Kepala Cabang RQV Toba Samosir sudah lama menjadi penggiat dan Praktisi Agama di Toba Samosir loo. Yuuk kita lanjut lagi.

 

 

BAGAIMANA AWAL MULA BERDIRINYA RQV DI TOBA SAMOSIR?

Melansir paragraf di atas perihal karakter beliau, ini menjadi salah satu muasa berdirinya RQV di Toba. Pada 4 tahun lalu tepatny pada 4 November 2016 beliau merasa agamanya dihina oleh seorang tokoh yang mempermasalahkan kebeneran Al-Qura.  Peristiwa ini membakar darah juang Ustad Sule pun semakin berkobar dan semakin termotivai untuk memulai bergerak lebih strategis dalam menyuarakan dan me ngembangkan AL-Quran.

4 tahun lalu, pertemuan yang membawa beliau menuju kesuksesan sekarang hingga mengembangkan 8 rumah Quran bersama RQV INDONESIA dan para donator yang ikut andil. Membawa Toba Samosir yang sekarang menjadi salah satu cabang teraktif dan berprestasi dalam jajaran 132 cabang RQV di seluruh Nusantara. Kini, ratusan anak sahabat Quran, pemuda dan Ibu sahabat yang terus aktif mengikuti kegiatan- kegiatan RQV di Toba Samosir dan bisa merasakan indahnya belajar dan menghafalkan Al-Quran.

 

“Saya sangat senang dan bersyukur, bisa berjuang bersama RQV INDONESIA. Lebih nyaman, karena RQV bisa masuk ke mana-mana, semua ormas islam dan non islam. Ini tidak membatasi gerak kita di Toba Samosir, hingga sekarang saya bisa melihat VIOLET sudah memenuhi bumi kelahiran saya. Di seputaran Danau Toba Samosir, menjadi pulau violet bersama Al Quran. Ucap Kepala Cabang Toba Samosir dengan penuh kebahagiaan.

Dari beliau kita bisa belajar, bahwa rasa sakit bukanlah akhir dari perjuangan. Tergantung bagaimana kita menyikapi rasa sakit itu. Bahwa perubahan tidak akan terjadi dengan berdiam diri.

Selamat berjuang bagi seluruh kepala cabang RQV yang tersebar di seluruh Nusantara. Salam Bahagia untuk Mewujudkan Satu Juta Rumah Quran di Nusantara. Allahu Akbar! (wl)

 

 

 

SUDAH HAFAL, LALU LUPA LAGI. KENAPA?

SUDAH HAFAL, LALU LUPA LAGI. KENAPA?

 

Ibarat kata “Menulis di atas air”, adalah kalimat yang sangat cocok untuk perumpamaan kali ini.

Begitu mudah untuk menulis di atas air dengan ranting. Namun tak berselang lama, bekas goresan ranting itu akan memudar dengan begitu cepat.

Pembahasan kali ini klasik, tapi sering bikin hidup jadi pelik.

Karena ini adalah polemik yang sering kita temukan, bukan hanya pada orang lain di sekitar kita, bahkan juga terjadi pada diri kita sendiri. Nah, kamu pernah merasakan belum nih?

Mari kita tarik sebuah contoh; Ada seorang penghafal quran, setelah dia mencoba menghafal 1 halaman. Waktu lagi sendiri lancar banget, tapi waktu di simakkan ke gurunya langsung buyar. Hehe… hayo ngaku, kamu pernah gak nih?

Ada juga yang lancar setor 1 halaman tanpa hambatan, setelah di tinggal kegiatan lain, besoknya sudah lupa. Kenapa yaa seperti itu?

Yuuk kita coba Tarik benang untuk meluruskan ini semua hhe. Kita coba ambil dari petikan Kitab terjemahan Ta’lim Muta’alim

SEKARANG KITA BAHAS KENAPA SUKA LUPA?

  1. Banyak berbuat maksiat
  2. Merasa gelisah, susah, khawatir oleh urusan dunia

Cinta dunia akan membuat hati menjadi gelap, dan semakin gelap.

Lalu, gimana solusi yang harus harus kita lalui? Intip lagi yuk, di halaman Kita Ta’lim Muta’alaim lagi.

  1. Kesungguhan

Kesungguhan memiliki peran yang paling penting. Kesungguhan niat dan usaha menjadi tiang pertama . Dengan sedikit makan(dalam artian puasa) dan istiqamah melaksanakan shalat tahajud bisa di coba oleh sahabat violet untuk menumbuhkan kesungguhan.

Ada syair menarik dalam kitab Ta’lim Muta’alim, yang artinya

“Tiada sesuatu yang lebih bisa menguatkan hafalan, kecuali membaca Al-Quran dengan melihat. Membca Al-Quran dengan melihat adalah lebih utama, sebagaimana Sabda NAbi Muhammad SAW.

“Ibadah yang paling utama dari umatku adalah membaca Al-Quran dengan melihat.”

Dari poin pertama ini kita bisa cek, dalam 1 harinya sudah berapa banyak ayat yang kit abaca, berapa kali kit abaca, ayat yang ingin kita hafal?  Hayoo berapa niih?

  1. Perbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Karena shalawat adalah dzikir untuk seluruh alam.

Dan dikisahkan dalam syair”

“Aku mengadu kepada imam Waki’ tentang hafalanku yang lemah, lantas ia memberiku petunjuk agar meninggalkan maksiat.”

“ Hafalan adalah pemberian dari Tuhan, sedang pemberian Tuhan tidaklah diberikan kepada orang yang bermaksiat.”

  1. Rajin bersiwak, minum madu, makann anggur merah kering 21 biji setiap hari ketika merasa lapar. Kesemuanya dapat memperkuat hafalan dan dapat meneymbuhkan segala penyakit.

Alhamdulillah, sekarang sudah mulai terjawab kan sahabat violet?

Kenapa selama ini kita sering lupa, sengaja melupakan, atau memang dihilangkan ingatan karena maksiat?

Jawaban itu ada dalam hati kita masing-masing. Baru menyadari sekarang tak masalah, yang menjadi masalah adalah. Ketika kita menyadari kesalahan, tapi tetap sengaja melakukannya kembali. Yuuk sahabat violet, tetep semangat menghafal Al-Qurannya. Susah, lupaa, dan kemudahan adalah anugerah dan liku-liku yang akan kita lewati saat menghafal. Selamat berjuang!

Keutamaan Anak Yatim

Keutamaan Anak Yatim

KEUTAMAAN ANAK YATIM

 

Anak di bawah umur, pasti sangat dekat dengan kedua orang tuanya, penuh kasih sayang yang di berikan orang tua kepada anak-anaknya. Terkadang anak dan orang tuanya bercanda, tertawa bersama, bahkan tidur bersama. Anak-anak di bawah umur yang  lebih banyak menghabiskan waktu bersama orang tua berbeda dengan anak yatim, yang hanya menghabiskan waktunya bersama sang ibu. Tahukah kalian makna dari kata YATIM? Yatim adalah anak yang ditinggal ayahnya ketika masih di bawah umur (belum baligh). Sedangkan piatu adalah anak di bawah umur yang ibunya sudah meninggal. Adapun yatim piatu, yaitu seorang anak yang masih kecil atau belum baligh yang dimana kedua orang tuanya telah meninggal. Apakah ada anak yang rela ditinggal salah satu orang tuanya ketika masih di bawah umur? Atau mungkin ada anak

yang rela kedua orang tuanya meninggal. Pastinya tidak ada. Semua anak pasti menyayangi orang tuanya. Tapi, Allah sudah memberikan setiap manusia takdir masing-masing, diluar sana banyak anak yang sudah kehilangan ayahnya, padahal dia belum pernah mendapat kasih sayang dari sang ayah, bahkan ada yang tidak pernah melihat ayahnya sejak kecil.

Sungguh malang nasib mereka, yang seharusnya ana

 

k mendapat kasih sayang dari ayah dan ibu, kini hanya mendapatkan kasih sayang sang ibu. Ibaratkan pesawat yang hanya mempunyai satu sayap, pasti tidak akan seimbang. Maksudnya adalah, didikan anak yang yatim dengan didikan anak yang masih mempunyai orang tua sangat berbeda. Didikan seorang anak yatim pasti tidak seimbang, karena anak hanya mendapatkan didikan dari sang ibu. Berbeda dengan anak yang orang tuanya masih lengkap, pasti didikan antara ibu dan ayah seimbang. Jadi, mari kita bersama menyayangi seorang anak yatim, kasihi mereka, jangan pernah menyakiti anak yatim karena itu merupakan suatu dosa yang besar, apalagi sampai memukulnya. Hukum menyakiti hati anak yatim tentunya tidak dianjurkan dalam agama islam. Karena sudah selayaknya kita menyayangi seperti halnya yang sudah diajarkan oleh Rasulullah Saw dalam kehidupan di masanya. Anak yatim merupakan titipan yang diberikan oleh Allah Swt kepada umat muslim dan wajib untuk dilindungi.

 

Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.” (QS Ad – Dhuha :9)

 

Itulah orang yang menghardik anak yatim.” (QS. Al – Maa’uun : 2)

 

Tetapi dibalik semua kesedihan yang menimpa seorang anak yatim, allah memberikan beberapa keutamaan jika kita menyayangi anak yatim, Al-Qur’an secara tegas mengatakan anak yatim adalah sosok yang harus dikasihi, dipelihara dan diperhatikan. Allah berfirman di dalam al-quran tentang keutamaan menyayangi anak yatim:

Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik,” (QS. Al-Baqarah [2]: 220).

Beberapa keutamaan mencintai anak yatim, yaitu:

  1. Meraih Peluang Menjadi Teman Rasulullah SAW di Surga.Orang yang memelihara anak yatim akan masuk surga, berdekatan dengan Rasulullah SAW seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah.

    Saya dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d). (Lihat Shahih Bukhari, Kitab Ath-Thalaq: 4892. Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1841. Sunan Abi Daud, Kitab Al-Adab:4483).

 

  1. Pengasuh Anak Yatim Dijamin Masuk Surga

    Kalaupun pemelihara anak yatim tidak dapat menjadi teman Rasulullah di surga karena mungkin tidak memenuhi persyaratan ideal, ia akan tetap dijamin masuk surga.Rasulullah SAW bersabda:

    “Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas). (Lihat Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1840).

 

Dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan mencintai anak yatim, maka dari itu sayangi dan kasihi anak yatim. Rasulullah saja sangat mencintai anak-anak yatim, masa kamu yang bukan nabi tidak sedikitpun punya rasa cinta kepada anak yatim? Mulai sekarang, sayangi mereka, beri mereka kasih sayang, karena yang mereka butuhkan hanyalah kasih sayang, mereka tidak mau harta kita, mereka tidak mau rumah kita, mereka juga tidak mau barang-barang yang bagus. Mereka hanya mau ayah mereka hidup lagi. Tapi, itu hal yang mustahil untuk mereka, yang bisa dilakukan hanyalah mengirimkan doa kepada ayah mereka, walaupun tidak pernah melihat wajahnya seacara langsung.

 

Ayo, sayangi anak yatim!

 

RQV Indonesia adalah Lembaga Nasional yang bergerak di bidang Pendidikan – Sosial – Kemanusiaan dengan lebih dari 30.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Menara 165 Lantai 4 Jl. TB Simatupang Kav. 1, Cilandak Timur, Jakarta Selatan

Kantor Operasional

Rukan Sentra Office Blok D No. 3 Jl. Boulevard Raya Barat, RT.004/RW.019 Jaka Setia, Kec. Bekasi Selatan

HOTLINE :

Copyright @ 2020 – Rumah Quran Violet | Support by Dokter Website

Need Help? Chat with us