Tata Cara dan Jalan Keluar Bagi yang Belum Mampu

Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama bagi mereka yang mampu secara finansial. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyembelih hewan ternak seperti kambing, sapi, atau unta sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan sebagai pengingat kisah Nabi Ibrahim AS dan anaknya, Nabi Ismail AS. Namun, bagaimana jika seseorang memiliki keinginan besar untuk berqurban tetapi belum memiliki kemampuan finansial? Artikel ini akan membahas tata caranya, dan siapa yang wajib melaksanakannya, dan langkah-langkah bijak yang bisa dilakukan jika belum mampu secara finansial, namun hati sangat ingin berqurban.
Apa Itu Qurban?
Secara bahasa, qurban berasal dari kata “qaruba” yang berarti dekat. Sedangkan secara istilah adalah menyembelih hewan ternak pada hari Idul Adha dan hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Ibadah ini memiliki dimensi spiritual yang dalam karena mengajarkan tentang ketundukan, keikhlasan, dan kepedulian sosial.
Hukum Berqurban
Mayoritas ulama menyatakan bahwa hukum melaksanakan Ibadah ini adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi setiap Muslim yang mampu. Namun, ada juga sebagian ulama, seperti dari mazhab Hanafi, yang berpendapat bahwa wajib bagi mereka yang mampu. Kemampuan di sini merujuk pada kondisi finansial seseorang yang cukup, yaitu memiliki kelebihan harta setelah mencukupi kebutuhan pokok pada hari-hari tersebut.
Tata Cara
Berikut adalah tata cara pelaksanaan ibadah qurban secara umum:
1. Niat
Niat dilakukan di dalam hati. Tidak disyaratkan untuk melafalkannya, namun melafalkan niat tidak dilarang.
2. Jenis Hewan
Hewan seperti adalah hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, atau unta.
Usia minimal hewan: Domba: minimal 6 bulan (jika gemuk seperti kambing berusia 1 tahun).
Kambing: minimal 1 tahun.
Sapi: minimal 2 tahun.
Unta: minimal 5 tahun.
3. Kondisi Hewan
Tidak cacat.
Tidak buta sebelah.
Tidak terlalu kurus.
Tidak pincang.
Tidak sakit atau memiliki penyakit kulit.
4. Waktu Penyembelihan
Dilaksanakan setelah salat Idul Adha pada 10 Dzulhijjah hingga matahari terbenam pada 13 Dzulhijjah.
5. Orang yang Menyembelih
Dianjurkan dilakukan oleh orang yang berqurban sendiri jika mampu. Jika tidak, bisa diwakilkan kepada orang lain yang paham tata cara penyembelihan sesuai syariat.
6. Pembagian Daging
Daging hewan yang disembelih dibagi menjadi tiga bagian: Sepertiga untuk diri dan keluarga, sepertiga untuk tetangga atau kerabat, sepertiga untuk fakir miskin.
7. Larangan bagi yang Berqurban
Bagi yang ingin berqurban, disunnahkan untuk tidak memotong kuku dan rambut sejak awal Dzulhijjah sampai hewannya disembelih.
Belum Mampu, Tapi Ingin Berqurban?
Keinginan untuk berqurban adalah sebuah niat yang sangat mulia. Namun, bagaimana jika seseorang belum punya uang? Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:
1. Tetap Berniat dengan Ikhlas
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jika seseorang belum mampu secara harta, namun niatnya kuat dan tulus untuk melakukan ibadah ini, insya Allah niat itu sudah dicatat sebagai pahala oleh Allah SWT. Niat yang benar adalah awal dari ibadah yang diterima.
2. Menabung Sejak Awal Tahun
Bagi yang ingin menunaikan ibadah ini, tapi belum memiliki cukup uang, mulailah menabung sejak awal tahun. Buatlah perencanaan keuangan kecil-kecilan.

Misalnya: Harga kambing sekitar 2-3 juta rupiah. Jika dibagi dalam 12 bulan: Rp250.000 per bulan. Jika sulit, bisa mulai dengan Rp100.000 per bulan dan mencari skema qurban kolektif (misal: patungan sapi 7 orang). Menabung secara disiplin untuk qurban adalah bentuk nyata dari semangat beribadah dan pengorbanan.
3. Mengikuti Program Qurban Kolektif
Beberapa lembaga sosial dan pesantren memiliki program qurban kolektif. Dalam program ini, satu ekor sapi dibagi untuk 7 orang. Ini bisa menjadi solusi bagi yang belum bisa membeli hewan secara individu.

Bahkan, sekarang banyak program qurban yang menawarkan skema cicilan bulanan. Pastikan lembaga tersebut terpercaya dan transparan dalam pengelolaannya.
4. Memanfaatkan Program Subsidi
Beberapa lembaga zakat dan filantropi membuka program subsidi qurban untuk dhuafa. Dalam program ini, peserta cukup membayar setengah harga hewan, sementara sisanya disubsidi oleh donatur. Ini bisa menjadi solusi sambil tetap menjaga semangat berbagi.
5. Mengajak Teman atau Keluarga untuk Patungan

Jika satu orang belum cukup mampu, mengajak anggota keluarga atau teman terdekat untuk ikut serta dalam qurban kolektif bisa menjadi solusi. Tidak harus memaksakan diri sendirian, selama tetap memenuhi syarat sah dan adil dalam pembagian pahalanya.
6. Berdoa dan Tawakal kepada Allah
Tidak ada yang lebih kuat daripada kekuatan doa. Mintalah kepada Allah SWT agar diberi rezeki yang cukup untuk bisa menunaikan ibadah ini. Jangan anggap remeh kekuatan doa orang yang sungguh-sungguh ingin melakukan amal ibadah.
7. Menjadi Fasilitator
Jika belum bisa menjadi pelaku qurban, jadilah fasilitator. Maksudnya, bantu menyebarkan informasi, menjadi panitia, atau membantu orang lain menunaikan qurbannya. Ini juga termasuk amal kebaikan dan dapat menjadi ladang pahala.
8. Fokus pada Pengorbanan Lainnya
Ibadah ini tidak hanya tentang menyembelih hewan. Esensinya adalah pengorbanan. Kita bisa mengorbankan waktu, tenaga, harta, bahkan ego untuk mendekatkan diri kepada Allah dan membantu sesama. Sambil menunggu waktu bisa menunaikan ibadah ini, jadikan setiap hari sebagai latihan berkorban dalam hal-hal lain.
Motivasi: Allah Tidak Pernah Menyia-nyiakan Niat Baik
Dalam sebuah hadits disebutkan: “Barang siapa yang memiliki kelapangan (harta) namun tidak berqurban, maka jangan mendekati tempat salat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Hadits ini menunjukkan bahwa Allah sangat memuliakan orang-orang yang berqurban. Namun bagi yang tidak memiliki kelapangan, jangan berkecil hati. Allah Maha Adil. Keikhlasan dan keinginan besar dalam hati akan dihitung sebagai pahala selama tidak mampu.
Penutup
Jangan Menyerah Hanya karena Belum Mampu
Berhasil atau tidaknya ibadah ini, adalah tentang hati yang ingin dekat kepada Allah dan tangan yang ingin berbagi dengan sesama. Jika saat ini belum mampu, jangan putus asa. Niat baik, usaha, doa, dan tekad yang kuat adalah langkah awal yang sangat berharga. Ingat, tidak ada usaha yang sia-sia. Allah melihat usaha kita lebih dari sekadar hasilnya. Dan bisa jadi, qurban yang paling berharga di sisi Allah adalah orang yang dilakukan dengan perjuangan, bukan dari kelapangan.
Ayo Mulai dari Sekarang! Niatkan dari sekarang: “Ya Allah, izinkan aku berqurban tahun ini.” Sisihkan uang meskipun sedikit, lalu konsisten. Cari informasi tentang program qurban kolektif atau cicilan. Berdoa setiap hari agar Allah memudahkan jalan. Insya Allah, siapa yang sungguh-sungguh, Allah akan bukakan jalannya. Dan ketika hewan itu disembelih nanti, bukan hanya daging dan darahnya yang sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan dan keikhlasanmu-lah yang diterima di sisi-Nya.
“Laa yanaluLlaaha luḥuumuhā wa lā dimā`uhā wa lākin yanaaluhut-taqwā minkum.”
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”(QS. Al-Hajj: 37)
Baca Artikel Lainnya di RQV FOUNDATION