Logo Web Baru
Mr. Houcem dan Mr. Elias dari Prancis Rayakan Idul Adha bersama Santri Ponpes Yatim RQV Indonesia
Pondok Pesantren Yatim RQV Indonesia menjalankan hari raya idul adha dengan senyuman dan kegembiraan. Bangun lebih pagi dari biasanya, membersihkan lingkungan asrama hingga membersihkan diri mereka untuk menyambut hari raya yang sudah lama di tunggu. Hal ini menjadi daya tarik untuk tamu spesial ponpes, MR.Houcem dan Elias. Mereka terharu akan semangat yang selalu di miliki para santri. “Dengan bangunan dan tempat tidur yang belum layak, mereka (santri) seperti tidak merasa kekurangan apapun, senyuman mereka dan semangat belajar yang mereka miliki sangatlah tinggi.” Ujar MR.Houcem.

Senin 17 Juni 2024 – Pondok Pesantren Yatim RQV Indonesia menjalankan hari raya idul adha dengan senyuman dan kegembiraan. Bangun lebih pagi dari biasanya, membersihkan lingkungan asrama hingga membersihkan diri mereka untuk menyambut hari raya yang sudah lama di tunggu. Hal ini menjadi daya tarik untuk tamu spesial ponpes, MR.Houcem dan Elias. Mereka terharu akan semangat yang selalu di miliki para santri. “Dengan bangunan dan tempat tidur yang belum layak, mereka (santri) seperti tidak merasa kekurangan apapun, senyuman mereka dan semangat belajar yang mereka miliki sangatlah tinggi.” Ujar Mr.Houcem.

Ustadz Azmi juga memperkenalkan kepada Mr.Houcem dan Elias betapa lezatnya masakan-masakan khas Indonesia. Seperti ketupat, opor ayam, dan makanan lainnya. Hal ini mendapat respon positif dari kedua tamu tersebut, mereka mengatakan jika Indonesia mempunyai citra rasa sendiri dalam makanannya.

 Momen yang ditunggu yaitu penyembelihan hewan qurban membuat para santri semangat sekali untuk ikut serta. Mulai dari pembagian masing-masing tugas, lalu penjagaan terhadap hewan qurban (kambing) telah di atur para santri.

Setelah proses pemotongan, selanjutnya adalah proses pengulitan. Memotong dan memisahkan bagian tbuh hewan yang ingin di konsumsi dan tidak. Kali ini Mr.Houcem tidak ingin melewatkan kesempatan, dia meminta izin untuk menjadi tim pemotongan. Mulai dari memisahkan daging dari tulang hingga memotong daging menjadi kecil-kecil.

Tiba sudah saatnya para santri untuk memasak daging kambing tersebut, mereka menyiapkan alat-alat yang diperlukan untuk memasak. Kali ini, Ustadz Azmi ingin memeriahkan hari raya kali ini dengan cara mengadakan makan besar bersama santri dan orang-orang desa.

“Saya ingin bukan hanya nama makanan Indonesia saja yang terkenal, tapi juga rasa makanan itu sendiri.” Ujar Ustadz Azmi.

Terima kasih banyak kepada orang baik dan para donatur yang sudah ikut berpartisipasi dalam program Tebar Qurban Nusantara. Semoga apa yang diniatkan menjadi berkah.